Taipei, 6 Agustus (CNA) Presiden Lai Ching-te (賴清德) ikut serta dalam latihan antidekapitasi pada Rabu (5/8) malam yang melibatkan kendaraan lapis baja militer sebagai respons terhadap simulasi serangan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Tiongkok yang menargetkan kepala negara Taiwan.
Rekaman yang dirilis Kantor Kepresidenan menunjukkan Lai menaiki kendaraan lapis baja Clouded Leopard sebelum dikawal dalam iring-iringan menuju Pusat Komando Operasi Politik dan Militer Nasional di kawasan Dazhi, Taipei, sebuah fasilitas komando aman masa perang yang diperuntukkan bagi presiden dan pejabat tinggi pemerintah lainnya.
Rekaman tersebut juga memperlihatkan Lai menerima pengarahan dari seorang perwira militer dan memberikan instruksi.
Media lokal melaporkan bahwa tiga iring-iringan berangkat dari Kantor Kepresidenan secara berurutan, tampaknya untuk membingungkan musuh. Individu yang diyakini sebagai personel pemerintah Amerika Serikat juga terlihat di dekat Kantor Kepresidenan dan destinasi, memantau latihan tersebut.
Latihan antidekapitasi ini dilakukan setelah media bulan lalu melaporkan PLA sedang berlatih melakukan serangan terhadap fasilitas-fasilitas kunci di Taiwan, termasuk Kantor Kepresidenan dan Pangkalan Angkatan Laut Suao, dengan menggunakan replika berskala penuh di Mongolia Dalam dan Xinjiang.
Rencana untuk mengawal presiden ke tempat aman selama keadaan darurat, yang dikenal sebagai Rencana Wan Chun, telah lama diterapkan.
Latihan Rabu merupakan bagian dari latihan militer Han Kuang yang sedang berlangsung, yang dimulai pada hari yang sama, kata juru bicara Kantor Kepresidenan Karen Kuo (郭雅慧) dalam siaran pers pada Kamis.
"Presiden dan timnya ikut serta dalam latihan yang menyimulasikan komando operasi pertahanan dan kelangsungan pemerintahan selama keadaan darurat," kata Kuo.
"Latihan ini menguji struktur komando, koordinasi antarlembaga, dan mekanisme respons untuk memastikan pemerintah dapat terus beroperasi secara efektif sambil menjaga keamanan nasional dan kehidupan sehari-hari masyarakat di berbagai skenario darurat."
Selesai/