BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk
menggambarkan secara sistematik dan akurat fakta serta karakteristik suatu
populasi atau bidang tertentu (Azwar, 2012: 7). Jenis penelitian ini merupakan
penelitian survei. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
kuantitatif. Peneliti mendeskripsikan secara kuantitatif (angka-angka)
kecenderungan-kecenderungan, perilaku-perilaku, atau opini-opini dari suatu
populasi dengan meneliti sampel populasi tersebut (Creswell, 2010: 216).
Penelitian ini mencoba untuk menganalisis serta mendeskripsikan analisis tentang
tingkat kepuasan konsumen pada kualitas produk dan pelayanan di warung sate
kambing Pak Syamsuri Maguwoharjo Depok Sleman Yogyakarta.
B. Tempat Dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian berada di sate kambing Pak Syamsuri Jl. Anggrek
Sambilegi Kidul Maguwoharjo Depok Sleman Yogyakarta. Penelitian dimulai
saat awal observasi yaitu pada Desember 2016 sampai dengan siap untuk
diklarifikasi pada bulan Juni 2019.
C. Populasi dan Sampel Penelitian
1. Populasi
Populasi penelitian adalah semua objek atau individu yang memiliki
karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang akan diteliti (Hasan, 2002: 58).
39
Sedangkan Sugiyono (2012: 80), menyatakan bahwa populasi adalah wilayah
generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan
karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian
ditarik kesimpulannya. Berdasarkan pernyataan tersebut, populasi dari penelitian
ini adalah semua konsumen di warung sate kambing Pak Syamsuri Maguwoharjo
Depok Sleman Yogyakarta pada saat penyebaran angket dilakukan. Pada
penelitian ini karena populasi tidak diketahui sehingga penentuan sampel
menggunakan rumus Slovin.
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
populasi. Sugiyono (2012: 47), “Ukuran sampel yang layak dalam penelitian
adalah antara 30 responden sampai dengan 500 responden”. Metode penarikan
sampel/pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah
insidental sampling dimana peneliti memberikan kesempatan yang sama atau
secara kebetulan pada anggota populasi untuk dijadikan anggota sampel
(Sugiyono, 2012: 53). Pada penelitian ini populasi yang diambil berukuran besar
dan jumlahnya tidak diketahui secara pasti. Dalam penentuan sampel jika
populasinya besar dan jumlahnya tidak diketahui maka digunakan rumus:
𝑍 2 𝑝(1 − 𝑝)
𝑛=
(𝑒) 2
Dimana:
n = Jumlah Sampel
Z = Tingkat Distribusi Normal
p = probability
40
e = Margin of error, yaitu tingkat kesalahan maksimal pengambilan
sampel yang masih dapat ditoleransi atau yang diinginkan.
Dengan menggunakian margin of error sebesar 10% maka jumlah sampel
minimal yang dapat diambil adalah:
1,962 . 0,5 (1 − 0,5)
𝑁=
(0,1) 2
3,8416 . 0,25
𝑁=
(0,01)
0,9604
𝑁=
0,01
𝑁 = 96, 04
Berdasarkan perhitungan jumlah sampel minimal yang diambil adalah 96
namun dalam penelitian ini mengambil sampel sebanyak 100 pengunjung yang
ditemui di lokasi penelitian. Jadi, sampel dalam penelitian ini adalah konsumen di
warung sate kambing Pak Syamsuri Maguwoharjo Depok Sleman Yogyakarta
pada periode bulan April 2019 sebanyak 100 konsumen.
D. Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah obyek penelitian atau apa yang menjadi titik
perhatian suatu penelitian (Arikunto, 2010: 161). Menurut Nawawi (2006: 45),
variabel tunggal adalah variabel yang hanya mengungkapkan satu variabel untuk
dideskripsikan unsur-unsur atau faktor-faktor di dalam setiap gejala yang
termasuk variabel tersebut. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel tunggal,
yaitu tingkat kepuasan konsumen pada kualitas produk dan pelayanan di warung
sate kambing Pak Syamsuri Maguwoharjo Depok Sleman Yogyakarta.
41
E. Definisi Operasional Variabel
Variabel dalam penelitian ini adalah tingkat kepuasan konsumen pada
kualitas produk dan pelayanan di warung sate kambing Pak Syamsuri
Maguwoharjo Depok Sleman Yogyakarta. Analisis tentang tingkat kepuasan
konsumen pada kualitas produk dan pelayanan di warung sate kambing Pak
Syamsuri Maguwoharjo Depok Sleman Yogyakarta dimaksudkan suatu proses
yang dimulai dari penglihatan hingga terbentuk tanggapan yang terjadi dalam diri
pengunjung sehingga pengunjung sadar akan segala sesuatu dalam lingkungannya
melalui indera-indera yang dimilikinya.
Kualitas produk adalah keseluruhan barang dan jasa yang berkaitan dengan
keinginan konsumer yang secara keunggulan produk sudah layak diperjualkan
sesuai harapan dari pelanggan. Kualitas produk dalam penelitian ini di ukur
berdasarkan performance (kinerja), durability (daya tahan), conformance to
specifications (kesesuaian dengan spesifikasi), features (fitur), aesthetics
(estetika), perceived quality (kesan kualitas), dan serviceability.
Kualitas pelayanan adalah suatu tingkat keunggulan yang dirasakan seseorang
terhadap suatu jasa yang diharapkan dari perbandingan antara keinginan dan
kinerja yang dirasakan konsumen setelah membeli jasa tersebut. Indikator kualitas
pelayanan dalam penelitian ini meliputi bukti langsung (tangible), keandalan
(reliability), daya tanggap (responsivennes), jaminan (assurance), dan empati
(empathy).
42
F. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
1. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan
angket. Kuesioner (angket) merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan
dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada
responden untuk dijawab (Sugiyono, 2012: 199). Kuesioner ditujukan kepada
warung sate kambing Pak Syamsuri dan digunakan untuk mengetahui informasi
data tentang kualitas produk dan pelayanan terhadap kepuasan konsumen di
warung sate kambing Pak Syamsuri Maguwoharjo Depok Sleman.
2. Instrumen Pengumpulan Data
Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket.
Angket digunakan untuk mengetahui analisis tentang kualitas produk dan
pelayanan terhadap kepuasan konsumen di warung sate kambing Pak Syamsuri
Maguwoharjo Depok Sleman, skala yang cocok dengan kuesioner adalah dengan
menggunakan skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijadikan indikator
variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk
menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan.
Skala Likert merupakan metode skala bipolar yang mengukur tanggapan positif
dan negatif terhadap suatu pernyataan. Berikut ini adalah kisi-kisi kuesioner yang
akan digunakan untuk mengambil dan mengumpulkan data. Kisi-kisi kuesioner
dapat divisualisasikan pada Tabel 1.
43
Tabel 1. Kisi-kisi Kuesioner Penelitian
Variabel Indikator Sub Indikator Item
Tingkat Kualitas Produk 1. Performance (kinerja) 1, 2
Kepuasan 2. Durability (daya tahan) 3, 4
Konsumen 3. Conformance to specifications 5, 6
di Warung (kesesuaian dengan spesifikasi)
Sate Pak 4. Features (fitur) 7, 8
Syamsuri 5. Aesthetics (estetika) 9, 10
6. Perceived quality (kesan 11, 12
kualitas)
7. Serviceability 13, 14
Kualitas 1. Bukti langsung (tangible) 1,2
Pelayanan 2. Keandalan (reliability) 3,4
3. Daya tanggap (responsivennes) 5,6
4. Jaminan (assurance) 7,8
5. Empati (empathy) 9,10
Supaya tanggapan responden lebih tegas pada posisi yang mana, maka
disarankan menggunakan empat skala jawaban saja dan tidak menggunakan
jawaban netral (Mulyatiningsih, 2011: 29). Skala jawaban yang digunakan dapat
dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Skoring Jawaban Pada Kuesioner
Gradasi Nilai Skor
Sangat Tidak Setuju 1
Tidak Setuju 2
Setuju 3
Sangat Setuju 4
G. Validitas dan Reliabilitas Instrumen
1. Validitas Instrumen
Validitas atau kesahihan adalah menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur
mampu mengukur apa yang ingin diukur (valid measure if it successfully measure
the phenomenon) (Sugiyono, 2012: 162). Untuk menguji validitas menggunakan
44
rumus product moment dengan ketetapan valid apabila koefisien korelasi product
moment > r tabel. Adapun rumus korelasi product moment sebagai berikut:
𝑛(∑ 𝑥𝑦) − (∑ 𝑥) (∑ 𝑦)
𝑟 =
�[𝑛(∑𝑥 2) − (∑𝑥 2)]�𝑛�∑𝑦 2� − �∑𝑦 2��
Keterangan: x = skor variabel (jawaban responden)
y = skor total variabel untuk responden
n = Jumlah Responden
Kriteria keputusan item valid (sahih) jika r hitung > r tabel. Data dikatakan
valid jika r hitung > r tabel .
2. Reliabilitas Instrumen
Reliabilitas adalah untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap
konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua kali atu lebih terhadap gejala yang
sama dengan menggunakan alat pengukur yang sama pula (Sugiyono, 2012: 173).
Untuk uji reliabilitas instrumen menggunakan Alpha Cronbach. Rumus Alpha
Cronbach adalah:
𝑘 ∑𝜎 2
𝑟11 = [𝑘−1] [1 − 𝑏
]
𝜎𝑡2
Keterangan: 𝜎2𝑡 = Varians total
∑𝜎𝑏 2 = Jumlah Varian butir
k = Jumlah butir pertanyaan
𝑟11 = Koefisien reliabilitas instrumen
Kriteria suatu instrumen penelitian dikatakan reliabel dengan menggunakan
teknik Alpha Cronbach bila keofisien reliabilitas (𝑟11 )> 0,6.
45
3. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas
a. Hasil Uji Validitas
Berikut hasil uji validitas dan reliabilitas dalam penelitian ini diuraikan
permasing-masing variabel, adapun sebagai berikut.
1) Kualitas Produk
Uji validitas pada variabel kualitas produk dilakukan pada 30
pelanggan yang berada di warung sate kambing Pak Syamsuri dengan
jumlah butir pernyataan sebanyak 14 butir pertanyaan. Adapun sebagai
berikut. Adapun sebagai berikut.
Tabel 3. Hasil Uji Validitas Kualitas Produk
r hitung r tabel Ket.
Butir_1 0,737 0,361 Valid
Butir_2 0,723 0,361 Valid
Butir_3 0,804 0,361 Valid
Butir_4 0,050 0,361 Gugur
Butir_5 0,721 0,361 Valid
Butir_6 0,636 0,361 Valid
Butir_7 0,577 0,361 Valid
Butir_8 0,506 0,361 Valid
Butir_9 0,570 0,361 Valid
Butir_10 -0,200 0,361 Gugur
Butir_11 0,500 0,361 Valid
Butir_12 0,649 0,361 Valid
Butir_13 0,543 0,361 Valid
Butir_14 0,539 0,361 Valid
Uji instrumen menggunakan program SPSS versi 13.00 for windows.
Syarat sebuah instrumen dikatakan valid apabila nilai r hitung > nilai r tabel.
Hasil uji validitas menunjukkan bahwa dari 14 butir pernyataan sebanyak
dua pertanyaan dinyatakan gugur karena nilai r hitung < r tabel sebesar
0,361 pada n=30 yaitu pada nomor butir 4 dan butir 10. Sisanya sebanyak
46
12 butir pertanyaan dinyatakan valid karena nilai r hitung > r tabel sebesar
0,361 pada n=30. Butir pernyataan yang dinyatakan gugur tidak
dipergunakan kembali oleh peneliti untuk mengambil data penelitian karena
sudah terwakili oleh butir pernyataan lain.
2) Kualitas Pelayanan
Uji validitas pada variabel kualitas pelayanan dilakukan pada 30
pelanggan yang berada di warung sate kambing Pak Syamsuri dengan
jumlah butir pernyataan sebanyak 10 butir pertanyaan. Adapun sebagai
berikut.
Tabel 4. Hasil Uji Validitas Kualitas Pelayanan
r hitung r tabel Ket.
Butir_1 0,590 0,361 Valid
Butir_2 0,590 0,361 Valid
Butir_3 0,763 0,361 Valid
Butir_4 0,477 0,361 Valid
Butir_5 0,707 0,361 Valid
Butir_6 -0,220 0,361 Gugur
Butir_7 0,717 0,361 Valid
Butir_8 0,652 0,361 Valid
Butir_9 -0,247 0,361 Gugur
Butir_10 0,749 0,361 Valid
Uji instrumen menggunakan program SPSS versi 13.00 for windows.
Syarat sebuah instrumen dikatakan valid apabila nilai r hitung > nilai r tabel.
Hasil uji validitas menunjukkan bahwa dari 10 butir pernyataan sebanyak
dua pertanyaan dinyatakan gugur karena nilai r hitung < r tabel sebesar
0,361 pada n=30 yaitu pada nomor butir 6 dan butir 9. Sisanya sebanyak 8
butir pertanyaan dinyatakan valid karena nilai r hitung > r tabel sebesar
0,361 pada n=30. Butir pernyataan yang dinyatakan gugur tidak
47
dipergunakan kembali oleh peneliti untuk mengambil data penelitian karena
sudah terwakili oleh butir pernyataan lain.
b. Hasil Uji Reliabilitas
Berikut hasil uji reliabilitas dalam penelitian ini diuraikan permasing-
masing indikator, adapun sebagai berikut.
Tabel 5. Hasil Uji Reliabilitas
Indikator Koefisien Reliabilitas Keterangan
Kualitas Pelayanan 0,797 Reliabel
Kualitas Produk 0,868 Reliabel
Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa nilai cronbach alpha pada
masing-masing indikator lebih besar dari 0,6; maka indikator pada variabel
penelitian memenuhi persyaratan untuk digunakan dalam penelitian.
H. Teknik Analisis Data
1. Analisis Deskriptif
a. Mean, Median, Modus
Statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis dan menyajikan data
kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui gambaran perusahaan yang
dijadikan sampel penelitian. Dengan “menggunakan statistik deskriptif
maka dapat diketahui nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian,
maksimum, minimum” (Ghozali, 2012: 19). Data ini digunakan untuk
menggambarkan penelitian secara matematis.
b. Tabel Kategorisasi
Deskripsi selanjutnya adalah melakukan pengkategorian skor yang
diperoleh dari masing-masing variabel. Uji kecenderungan digunakan untuk
48
mengetahui gambaran umum dari masing-masing variabel bebas dan terikat
dalam penelitian. Adapun cara yang digunakan dengan tingkat kesesuaian.
Tingkat kesesuaian adalah hasil perbandingan skor tingkat kepuasan dengan
skor tingkat harapan. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
Tki = Xi x 100%
Yi
Keterangan:
Tki = Tingkat kesesuaian responden
Xi = Skor penilaian tingkat kepuasan
Yi = Skor penilaian tingkat harapan Konsumen
Berdasarkan perhitungan dari rumus tersebut, apabila hasil
perhitungan tingkat kesesuaian kurang dari 100% maka dapat dikatakan
pelanggan belum puas. Jika hasilnya 100% maka dapat dikatakan pelanggan
tersebut puas namun jika lebih dari 100% bisa dikatakan pelanggan sangat
puas.
49