Analisis Bahan Ajar KB-4
KEDUDUKAN HADIS DAN FUNGSINYA TEHADAP AL-QUR’AN
Oleh Hilmawan Sutami
1. Konsep dan Deskripsi pada bahan ajar
A. Hadis Sebagai Sumber Ajaran Islam
Para ulama sepakat bahwa Hadis merupakan sumber ajaran Islam setelah Al-Qur’an.
Namun, ada satu golongan yang tidak mengakui Hadis sebagai salah satu dari
sumber ajaran Islam, mereka dikenal golongan Ingkar Sunah.
B. Dalil-dalil Ke-hujjah-an Hadis
1. Bersumber dari Al-Qur’an. Q.S. Ali Imran: 32 dan Q.S. Al-Hasyr: 7;
2. Bersumber dari Hadis. “Aku telah tinggalkan pada kalian dua perkara. Kalian
tidak akan tersesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah
dan Sunnah RasulNya”. (HR. Malik, Baihaqy);
3. Ijma’.
C. Fungsi Hadis Terhadap Al-Qur’an
Didasari Q.S. An-Nahl: 44. “Dan telah kami turunkan kepada mu Adz-Zikr (Al-Qur’an)
agar kamu menjelaskan kepada manusia apa yang diturunkan kepada mereka (Al-
Qur’an). Maka ulama menjelaskan fungsi utama Rasulullah SAW adalah
menerangkan Al-Qur’an kepada manusia (bayan).
1. Bayan Ta’kid
Memperkuat isi kandungan Al-Qur’an dengan ayat-ayat Alqur’an maupun dengan
Hadis;
2. Bayan Tafsir
Menjelaskan lebih lanjut isi kandungan Al-Qur’an. Terbagi menjadi tiga:
a. Tafshil al-Mujmal. Yakni merinci ayat-ayat Al-Qur’an yang masih global;
b. Takhshish al-‘Am. Yakni Mengkhususkan makna Al-Qur’an yang masih
umum;
c. Taqyid al_Muthlaq. Mengikat ayat yang masih mutlak (luas cakupan).
3. Bayan Tasyri’
Menetapkan hukum yang belum ada dalam Al-Qur’an.
D. Argumentasi Golongan Ingkar Sunnah dan Bantahan Terhadap Argumentasi
Mereka
Argumen Ingkar Sunah Bantahan Ulama
1. Dalil Naqli Dengan menguasai bahas Arab
Q.S. An-Nahl: 89 seseorang justru akan mengetahui
Q.S. Al-An’am: 38 bahwa Al-Qur’an sendirilah yang
Rasulullah SAW pernah melarang menyuruh umat Islam agar
para sahabat menulis sunnah. mengikuti dan menerima sunnah
2. Argumen Aqli Nabi SAW.
Orang-orang Arab yang memiliki Kata “tibyan” (penjelas) mencakup
pengetahuan bahasa Arab beberapa pengertian yakni: (1)
mampu memahami Al-Qur’an Menjelaskan adanya berbagai
secara langsung, tanpa bantuan kewajiban, larangan dan teknik
penjelasan dari Nabi. dalam pelaksanaan ibadah
Hadis penyebab perpecahan dan tertentu, (2) Menjelaskan adanya
kemunduran umat Islam kewajiban tertentu yang sifatnya
Pembukuan Hadis terjadi setelah global, (3) Nabi SAW menetapkan
Nabi wafat, dalam masa tidak suatu ketentuan yang tidak
tertulisnya Hadis tersebut, dikemukakan secara tegas dalam
manusia berpeluang Al-Qur’an. Ayat dimaksud sama
mempermainkan dan merusak sekali tidak menolak keberadaan
Hadis sebagaimana yang telah Hadis Nabi SAW.
terjadi. Memang hadis-hadis ahad zanni.
Tidak semua hadis ahad dapat
diterima dan dijadikan hujjah,
kecuali apabila hadis ahad tersebut
memenuhi kriteria persyaratan
Hadis Sahih atau Hadis Hasan.
Sehubungan dengan ini adalah
keliru dan tidak benar pandangan
yang menolak otoritas ke-hujjah-
an hadis-hadis secara keseluruhan.
2. Kontekstualisasi atas pemaparan materi dalam bahan ajar dengan realitas sosial.
Manusia akan selamat dari kesesatan apabila berpegang teguh pada Al-Qur’an dan
Sunnah Nabi SAW.
3. Refleksi hasil kontekstualisasi materi bahan ajar dalam pembelajaran bermakna.
Mengetahui peranan Hadis dalam fungsi Al-Qur’an sebagai hudan petunjuk bagi umat
manusia.