Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelayanan Pernikahan Pada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Koto Tangah Di Kota Padang
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelayanan Pernikahan Pada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Koto Tangah Di Kota Padang
ABSTRACT
The religious affairs office is are afficial state institution assigned to carry out past of
duties of the Indoensian religious ministry of fice in the districts and munici palities in
the field of Islamic religious affairs withen the sub-diskrict. One of the main tasks held
by the office religious affairs is addressing the issue of marrege registration. Is the man
duty of the office of religious affairs because the ministry is very big influence in
fostering religious life. There fore need to know the level of service ferformed by KUA
Subdistricy Koto Tagah Padag of City. Paln the reseach is to state and analyze the
factors that affect the service of recording marriage in KUA subdiskrict Koto Tangah In
Padang [Link] method used I study is Qualitative research with the type of
correlational research or the can be called research associtional research. Population
in this the marriage even to 2017 in KUA subdistrict Koto Tangah Padang City as many
as 100 people. Data type used in this research is priary data and secondary data. Data
collection technique is done by spreading questionnaire and documentation, while by
data analysis used is descriptive analysis and multiple regression [Link] on the
results is of F test analusis and t test it is professionalism, work environment and
counsulting together affect the service of marriage in KUA Koto Tangah Padang City in
partial. Professionalism of employees, work unvironment counseling program positively
and significantly influence on service I KUA Koto Tangah Padang City.
PENDAHULUAN
Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah membawa
frekuensi besar dalam penyelenggaraan pemerintahan baik di tingkat pusat maupun
daerah. Maka setiap Pemerintahan Kabupaten/Kota memiliki kewenangan untuk
mengatur rumah tangganya sendriri tanpa ada campur tangan dari pemerintah pusat.
Dengan demikian Kabupaten/Kota memperoleh hak otonomi daerah yang seluas-
luasnya untuk meningkatkan dan memajukan daerah masing-masing berdasarkan
potensi yang ada di daerah tersebut. Hal ini dimaksudkan agar kinerja
penyelenggaraan pemerintahan daerah tetap sejalan dengan tujuan nasional dalam
kerangka Nasional Kesatuan Republik Indonesia.
Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan pada Pasal 2 Ayat 2
menyatakan “Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan
yang berlaku”. Berdasakan Pasal 12 UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan
dan direalisasikan dalam Pasal 3 sampai dengan Pasal 13 PP Nomor 9 Tahun 1975.
1
Maka setiap calon pengantin wajib mencatatkan pernikahan mereka untuk
mendapatkan akta nikah di dalam adiministrasi kependudukan. Pentingnya calon
penganten mencatatkan pernikahannya dikarenakan akan banyak memberikan manfaat
yang membawa akibat hukum bagi seseorang, misalnya untuk kepentingan waris,
menentukan dan memastikan bahwa mereka adalah muhrimnya, atau dapat memberi
arah ke pengadilan dimana seseorang akan bercerai dan lain sebagainya. Keberadaan
Kantor Urusan Agama (KUA) merupakan bagian dari instansi pemerintah daerah yang
bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sebagai ujung tombak
pelaksanaan tugas umum pemerintahan, khususnya di bidang urusan agama. Kantor
Urusan Agama (KUA) menyelenggarakan pelayanan yang maksismal, manajemen
kearsipan, administrasi surat menyurat dan statistik serta dokumentasi yang mandiri
seperti hal yang diungkapkan oleh Moenir (2006:27), pelayanan pada hakekatnya
adalah serangkaian kegiatan, karena itu merupakan proses, pelayanan berlangsung
secara rutin dan berkesinambungan, meliputi seluruh kehidupan orang dalam
masyarakat. Selanjutnya, pegawai atau aparatur pegewai sipil dan pegawai lainya
harus memiliki etos kerja, integritas, kemampuan berinteraksi yang baik dengan
semua elemen masyarakat. Sama halnya seperti instansi yang lain, Kantor Urusan
Agama KotoTangah Padang sebagai pemberi layanan juga dituntut untuk memberikan
pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat salahsatunya pada pengurusan
pernikahan. Berdasarkan data dari pelayan pernikahan yang dilakukan di kantor
urusan agama pada tahun 2017 terhitunag bulan januari sampai Juli sebanyak 805
orang. Dengan rincian dapat dilihat pada table berikut:
Tabel 1
Rekap Jumlah Pengurusan Pernikahan
Bulan Januari Feb Mar April mei Juni Jul
Jumlah data 122 101 117 132 110 34 189
pengurusan
Sumber data: Sekretariat KUA Kec. Koto Tangak
Dari tabel 1 diatas dapat diketahui jumlah kegeitan pelayanan pernikahan di KUA
Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Dilihat dari jumlah setipa bulan pelayan
tersebut cukup memberikan informasi bahwa pelayanan pernikahan masih dalam
menimal. Selain data tersebut mengenai hal factor dalam pelayan pernikahan,
berdasarkan hasil wawancara dengan masyarkat bahwa masih banyak masyakrakat
yang tidak mencatatkan pernikahannya di KUA Kecamatan Koto Tangah Kota
Padang. Selain itu masih ada masyarkat yang melakukan pristiwa perkawinan diluar
prosedur Kantor Urusan Agama Koto Tangah Kota Padang. Dengan demikina perlu
inovasi atau gerakan pasti dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat agar
maksimal dan sesuai dengan misi KUA Kecamatan Koto Tangah Padang. Agar
pelayanan maksimal diperlukan faktor pendukung. Factor pendukung baik berupa
sumber daya manusia, lingkungan kerja dan rancangan program atau kegiatan
penyuluhan yang dilakkukan oleh pegewai. Sastrohadiwiryo (2005: 177) mengartikan
bahwa makna lingkungan kerja sangat berpengaruh besar terhadap efektifitas kerja
dan orientasi. Oleh karenanya maka lingkungan kerja akan memberikan suasana baru
bagi dirinya yang akan membawa pengaruh terhadap keberhasilan pelaksanaan tugas
2
dan pekerjaannya. Selanjutnya menurut Sedarmayati (2009:1) lingkungan kerja
merupakan kseluruhan alat perkakas dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitarnya
dimana seseorang bekerja, metode kerjanya, serta pengaturan kerjanya baik sebagai
perseorangan maupun sebagai kelompok. Dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja
merupakan segala sesuatu yang ada disekitar pegawai pada saat bekerja, baik
berbentuk fisik atau non fisik, langsung atau tidak langsung, yang dapat
mempengaruhi dirinya dan pekerjaannya saat bekerja. Factor lain dari lingkunga kerja
adalah profesionalitas pegeawai. Pandji (2006:69) menjelaskan bahwa dalam Kamus
Webster Amerika menegaskan bahwa profesionalisme adalah suatu tingkah laku,
suatu tujuan atau rangkaian kualitas yang menandai atau melukiskan coraknya suatu
“profesi”. Profesionalisme mengandung pula pengertian menjalankan suatu profesi
untuk keuntungan atau sumber penghidupan (The following of a profession for gain
or livelihood).
Oleh karena itu, dari latar belakang di atas peneliti melakukan penelitian untuk
mengetahui dan mendskripsikan secara ilmiah danlebih mendalam mengenai masalah
faktor-faktor pelayanan pencatatan nikah yang diberikan oleh Kantor Urusan Agama
(KUA) Kecamatan Koto Tangah Padang. Penelitian yang berjudul” Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Pelayanan Pernikahan Pada Kantor Urusan Agama (KUA) Di
Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Dengan tujuan untuk mengetahui Pengaruh
lingkungan kerja, Pengaruh porfesionalitas pegawai terhadap pelayanan pernikahan di
KUA Koto Tangah Kota Padang, Program penyuluhan mempengaruhi terhadap
peyalanan pernikahan di KUA Kecamatan Kota Tangah Kota Padang, dan Pengaruh
lingkungan kerja, profesionalitas pegawai terhadap pelayanan pernikahan di KUA
Koto Tangah Kota Padang. Secara lebih jelasnya dapat dilihat pada kerangka
konseptual berikut:
X1
(Profesional)
X2
lingkungan Kerja
Y
X3
(penyuluhan)
4
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi ganda. Analisis
regresi berganda bertujuan untuk mengetahui hubungan kausal antara variabel yang
mempengaruhi dengan variabel yang dipengaruhi. Dengan model persamaan regresi
berganda sebagai berikut:
Y = a + b1 X1+ b2 X2+ b3 X3 + e, adopsi dari Sugiono (201; hal.276) dimana:
Y = Pelayanan Pernikahan
a = Konstanta Instersep
X1 = Profesionalitas pegawai
X2 = Lingkungan kerja
X3 = Program penyuluhan
b1 b2 b3= Koefisien Regresi
e = Eror Term
Hasil dan Pembahasan
Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berada di lingkunagan
pengurusan KUA Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Masyarakat yang dimaksud
adalah masyarakat yang pernah mengurus administrasi pernikahan dan
melangsungkan penikahan. Masyarakat yang menjadi responden dipilih secara acak.
Pengambilan informasi dari Masyarakat selaku responden dalam penelitain ini
dilakukan dengan penyebaran atau angket. Angket yang disebarkan sebanyak 100
angket, namun yang kembali hanya 90 angket dari responden. Hal ini terjadi karnena
beberap faktor dari responden yang tidak bisa diuraikan secara ditail.
Hasil dalam penelitian ini menguruaikan tentang faktor lingkungan,
profesionalitas pegawai, program penyuluhan, dan pelayan pernikahan KUA
Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Hasil penelitian ini berdasarkan hasil
intrumen yang diberikan kepada responden yang berjumlah 90 responden. Secara
umum hasil penelitian ini dapat terlihat pada tabel berikut:
Tabel 4
Distribusi Variabel Penelitian
Jumlah
Jumlah Rata-rata TCR
Variabel Item Ket
responden Skor (%)
Pertayaan
Sangat
Lingkungan Kerja 90 14 4.3103 86.20
baik
Profesionalitas Sangat
90 12 4.3311 86.11
Pegawai baik
Sangat
Program Penyuluhan 90 5 4,04 86.622
baik
Sangat
Pelayan 90 33 4.1774 83.54
baik
Berdasakan tabel terlihat bahwa pelayanan pegawai KUA Koto Tangah Kota
Padang dengan rata-rata 4,1 dan presentase 83,54% ini menunjukan pelayanan
pegawai dalam kategori sangat baik berdasarakan kriteria pada bab III tabel 3.4. Hal
ini didukung atas program penyuluhan, profesionalitas pegawai dan lingukngan kerja
sangat mendukung program pelayan.
5
Uji t
Uji t digunakan untuk mengetahui apakah variabel-variabel independen secara
parsial berpengaruh nyata atau tidak terhadap variabel dependen. Derajat signifikansi
yang digunakan adalah 0,05. Apabila nilai signifikan lebih kecil dari derajat
kepercayaan maka kita menerima hipotesis alternatif dan sebaliknya atau apabila t
hitung > t kritis maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan apabila t hitung < t kritis maka
hipotesis nol (Ho) diterima. Selanjutnya yang menyatakan bahwa suatu variabel
independen secara parsial mempengaruhi variabel dependen. Outputnya sebagai
berikut;
Tabel 5
Uji t
Model t Sig.
1 (Constant) 6.867 .000
Lingkungan Kerja .909 .366
Profesionalitas Pegawai 1.420 .159
Program Penyuluhan .241 .810
a. Dependent Variable: Pelayanan
Berdasarkan tabel 4.10 dapat diketahui hasil pengaruh setiap variabel bebas
terhadap variabel terikat yakni:
1) Pengaruh Lingkungan kerja terhadap pelayanan pernikahan di KUA Koto Tangah
Kota Padang
Dari hasil analisis yang terdpat pada tabel 4.9 diatas terdapat bahwa nilai sig
nifikan sebsar 0,366 > α 0,05 dan nili thitung 0, 909 lebih kecil dari t tabel (2). Hal ini
sesuai kriteria yang dijelaskan oleh Riduwan (2011;128) bahwa jika -ttabel ≤ t hitung ≥
+ttabel dan jika α=0,05 lebih kecil atau sama dengan nilai Sig (0,05) maka H0 diterima
dan Ha ditolak. Hal yang sama juga dinyatakan oleh Sugiyono (2013;124) dan
Irianto (2010) bahwa jika thitung lebih kecil dari ttabel sehingga Ho diterima dan Ha
ditolak. Dengan demikian lingkungan kerja pegawai mempunyai pengaruh terhadap
pelayanan di Kantor KUA Kecamatam Koto Tangah Kota Padang.
2) Pengaruh porfesionalitas pegawai terhadap pelayanan pernikahan di KUA Koto
Tangah Kota Padang
Dari hasil analisis yang terdpat pada tabel 4.5 diatas terdapat bahwa nilai sig
nifikan sebsar 0,159 > α 0,05 dan nili thitung 1,420 lebih kecil dari t tabel (2). Hal ini
sesuai kriteria yang dijelaskan oleh Riduwan (2011;128) bahwa jika -ttabel ≤ t hitung ≥
+ttabel dan jika α=0,05 lebih kecil atau sama dengan nilai Sig (0,05) maka H0 diterima
dan Ha ditolak. Hal yang sama juga dinyatakan oleh Sugiyono (2013;124) dan
Irianto (2010) bahwa jika thitung lebih kecil dari ttabel sehingga Ho diterima dan Ha
ditolak. Dengan demikian profesioalitas pegawai mempunyai pengaruh terhadap
pelayan di Kantor KUA Kecamatam Koto Tangah Kota Padang.
6
3) Pengaruh program penyuluhan terhadap pelayanan pernikahan di KUA Koto
Tangah Kota Padang
Berdasarkan tabel diatas diperoleh nilai sig 0.810> 0,05 dan nili thitung 0,241
lebih kecil dari t tabel (2). Dengan demikian dapat diartikan bahwa program
penyuluhan memberikan pengaruh terhapat pelayanan yang dilakukan oleh pegawai
Kantor KUA Kecamatam Koto Tangah Kota Padang.
Uji F
Uji F dilakukan untuk menguji apakah secara bersama variabel independen
mampu menjelaskan variabel dependen secara baik. Uji ini untuk mengetathui
seberapa besar pengaruh lingkungan kerja, profesionalitas pegawai dan program
penyuluhan terhadap pelayanan pernikahan di KUA Koto Tangah Kota Padang.
Acuan yang digunakan adalah dengan membandingkan nilai signifikansi. Hasil
analisis daat dilihat pada tabel 4.1 berikut:
Tabel 6
Uji F
b
ANOVA
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
a
1 Regression 1.505 3 .502 3.887 .012
Residual 11.102 86 .129
Total 12.607 89
a. Predictors: (Constant), Program Penyuluhan, Lingkungan Kerja, Profesionalitas Pegawai
b. Dependent Variable: Pelayanan
Dari Tabel bahwa nilai F hitung diperoleh 3,887 > table (1,5) dan nilai Sig. yang
didapat sebesar 0.012(<0,05). Berdasarkan hasil uji F tersebut, maka variabel
independen secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap
variabel dependen. Jadi, dapat diartikan bahwa profesionalitas, lingkungan kerja dan
penyuluhan secara bersama-sama berpengaruh terhadap pelayanan pernikahan di
KUA Koto Tangah Kota Padang.
Pembahasan
1. Pengaruh Lingkungan kerja terhadap pelayanan pernikahan di KUA Koto Tangah
Kota Padang
Lingkungan kerja adalah kehidupan sosial, psikologi, dan fisik dalam
perusahaan yang berpengaruh terhadap pekerja dalam melaksanakan tugasnya.
Demikian pula halnya selama melakukan pekerjaan, setiap pegawai akan
berinteraksi dengan berbagai kondisi yang terdapat dalam lingkungan kerja.
Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja seorang
pegawai. Seorang pegawai yang bekerja di lingkungan kerja yang mendukung dia
untuk bekerja secara optimal akan menghasilkan kinerja yang baik yakni
memberikan pelayanan yang baik bagai masyarakat, sebaliknya jika seorang
pegawai bekerja dalam lingkungan kerja yang tidak memadai dan tidak mendukung
untuk bekerja secara optimal akan membuat pelayanan akan lebih rendah karena
menurut Moenir (2006:27), pelayanan pada hakekatnya adalah serangkaian
kegiatan, karena itu merupakan proses, pelayanan berlangsung secara rutin dan
berkesinambungan, meliputi seluruh kehidupan orang dalam masyarakat.
7
Intinya memberikan yang terbaik buat masyrakat yang dilayani. Sesuai apa
yang diungkapkan oleh Ishak dan Tanjung (2003), bahwa lingkungan kerja
menciptakan gairah kerja, sehingga produktivitas dan prestasi kerja meningkat.
Ngan deikina akan beraitan antara lingkungan kerja dengan pelayanan yang diterima
oleh masyarakat. Berdasarkan analisis dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pelayanan pegawai KUA Kecamatan
Koto Tangah Padang. Hal ini terlihat dari nilai sig nifikan sebsar 0,366 > α 0,05.
dan nili thitung 0, 909 lebih kecil dari t tabel (2). Dengan demikian lingkungan kerja
pegawai mempunyai pengaruh terhadap pelayan di kantor KUA Kecamatam Koto
Tangah Kota Padang. Lebih lanjut Yusuf (2002 : 86) menjelaskan bahwa
keberhasilan seseorang dalam melakukan pekerjaan akan tercipta kalau didukung
oleh lingkungan kerja, lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, sosial ekonomi
dan budaya organisasi yang baik, kooperatif, suportif dan menyenangkan.
2. Porfesionalitas pegawai terhadap pelayanan pernikahan di KUA Kecamatan Koto
Tangah Kota Padang
Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan
menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran,
atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan
pendidikan dan latihan dalam profesi. Berasrakan hasil penelitian yang dilakukan
oleh Yeyen Suci Hardiyanti, dkk (2017) menunjukkan bahwa profesionalisme
pegawai mempunyai pengaruh yang kuat terhadap kualitas pelayanan pada kantor
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kendari. Dengan demikian hasil
penelitian ini juga membuktikan bahwa profesionlaitas mempengarui terhdapa
pelayan yang diberikan oleh pegwai di KUA Kecamatan Koto Tangah Padang. Hal
ini dapat terlihat berdasarkan analisis bahwa nilai sig nifikan sebsar 0,159 > α 0,05
dan nili thitung 1,420 lebih kecil dari t tabel (2). Dengan demikian profesioalitas
pegawai mempunyai pengaruh terhadap pelayan di kantor KUA Kecamatam Koto
Tangah Kota Padang. Senada dengan apa yang diteukan oleh Nur Cahyani (2007)
yakni mengindikasikan bahwa untuk meningkatkan kinerja karyawan pada kantor
pajak di Semarang, kantor pajak perlu memperhatikan faktor-faktor seperti
profesionalisme pemeriksa pajak, kepuasan kerja, dan komitmen organisasi karena
faktor-faktor tersebut terbukti mempengaruhi tinggi rendahnya kinerja karyawan.
Hal ini juga sama dengan apa yang dilakukan oleh pegawai terhadap tugasnya yang
emberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal yang sama juga dibuktikan
berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Andila Mandasari, 2014 diperoleh
hasil bahwa profesionalisme pegawai mempunyai pengaruh yang kuat dan bernilai
positif serta signifikan terhadap kualitas pelayanan. Artinya apabila profesionalisme
pegawai meningkat maka kualitas pelayanan pernikahan yang dihasilkan juga akan
mengalami peningkatan.
3. Pengaruh program penyuluhan terhadap pelayanan Pernikahan di KUA Kecamatan
Koto Tangah Kota Padang
Dilihat dari penyuluhan adalah Secara umum pengertian penyuluh agama
menurut Keputusan Bersama Menteri Agama RI dan Kepala Badan Kepegawaian
Negara nomor: 574 tahun 1999 dan nomor: 178 tahun 1999 tentang jabatan
fungsional penyuluh agama dan angka kreditnya, menyebutkan bahwa Penyuluh
8
Agama adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang
untuk melakukan kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama dan pembangunan
melalui bahasa agama. Dengan demikian Penyuluh Agama adalah para juru
penerang penyampai pesan bagi masyarakat mengenai prinsip-prinsip dan etika
nilai keberagamaan yang baik. Hasil akhir yang ingin dicapai dari penyuluh agama,
pada hakekatnya ialah terwujudnya kehidupan masyarakat yang memiliki
pemahaman mengenai agamanya secara memadai yang ditunjukan melalui
pengamalannya yang penuh komitmen dan konsistensi seraya disertai wawasan
multikultur untuk mewujudkan tatanan kehidupan yang harmonis dan saling
menghargai satu sama lain. Dengan demikina pemberian penyuluhan haruslah
sesuai denga apa yang diamanatkan dalam agama dan peraturan. Jika peyuluhan
yang tepat maka akanmebrikan kontribusi terhdapa masyarakat.
Penyuluhan yang dilakukan merupakan sebagian utama dari tugas yang
dilakukan oleh pegawai KUA Kecamatan Koto Tangah Padang dengan tujuan
masyrakat memahami tentang pelayan, prosedur dan bimbangan yang berhubungan
terutama dengan keagmaan seprti pelayanan pernikahan. Sesuai dengan hasil
penelitian yang dilakukan bahwa program penyuluhan yang dilakukan
mempengaruhi terhadap pelayanan di KUA Kecamatan Koto Tongah Kota Padang.
Hal ini dapt dilihat dari hasil analisis yakni nilai sig 0.810> 0,05 dan nili t hitung
0,241 lebih kecil dari t tabel (2). Dengan demikian dapat diartikan bahwa program
penyuluhan memberikan pengaruh terhapat pelayanan yang dilakukan oleh pegawai
Kantor KUA Kecamatam Koto Tangah Kota Padang. Dimana, tujuan Penyuluhan
yang dilakukan adalah untuk meningkatkan kwalitas umat dalam berbagai segi
kehidupan dan penghidupannya baik yang bersifat lahiriyah maupun yang
bathiniah.
4. Pengaruh lingkungan kerja, profesionalitas pegawai dan program penyuluhan
terhadap pelayanan pernikahan di KUA Koto Tangah Kota Padang
Hasil analisis data memperlihatkan terdapat pengaruh positif dan signifikan dari
lingkungan kerja, profesionalitas pegawai dan program penyuluhan terhadap
pelayanan pernikahan di KUA Koto Tangah Kota Padang hal ini ditunjukn hasil uji F
nilai F hitung diperoleh 3,887 > tabel(1,5) dan nilai Sig sebesar 0.012(<0,05).
Berdasarkan hasil uji F tersebut, maka variabel independen secara bersama-sama
memberikan pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Dengan demikian
bahwa lingkungan kerja, profesionalitas pegawai dan program penyuluhan terhadap
pelayanan pernikahan di KUA Koto Tangah Kota Padang. Selanjutnya pengaruh
varibel bebas terhadap variabel terikat dapat dilihat pada hasil yang diperoleh nilai R2
(R square) sebesar .346a. Hal ini menunjukkan bahwa Lingkungan kerja,
profesionalitas pegawai dan program penyuluhan secara bersama-sama berkontribusi
sebesar 34,6,0% terhadap pelayanan dan sisahnya dipengaruhi oleh faktor lain. Dari
urian tersebut diatas untu memberikan pelayanan yang baik dan berkualitas terutama
pada pelayan pernikahan kepada masyarkat diperlukan dukungan dari semua aspek
kerja. Hal ini sama dengan apa yang diungkapan oleh Lewis dalam Tjiptono
(2008:85) kualitas layanan bisa diartikan sebagai ukuran seberapa bagus tingkat
layanan yang diberikan mampu sesuai ekspektasi pelanggan.
9
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasannya, maka dapat diambil suatu
kesimpulan bahwa Terdapatnya pengaruh yang signifikan antara lingkungan kerja,
profesionlisme pegawai dan program penyuluha secara bersama-sama terhadap pelayan
perni kahan di KUA Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Profesionalisme pegawai
mempunyai pengaruh yang signifikan dan bernilai positif terhadap kualitas pelayanan
pernikahan pada KUA Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Program penyuluhan
yang dilakukan oleh KUA Kecamatan Koto Tangah memberikan pengaruh tehadap
pelayanan. Selanjutnya, lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap
pelayanan di
DAFTAR PUSTAKA
Andila Mandasari, 2014. Pengaruh Profesionalisme Pegawai Terhadap Kualitas
Pelayanan Publik Pada Kantor Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten
Kutai Barat eJournal Administrasi Negara, 2014, 4 (2): 1148-1158 ISSN 0000-
0000, [Link]
Ardie Gunawan. 2015. judul penelitian Efektivitas Kerja Pegawai Dalam Upaya
Peningkatan Pelayanan Publik Di Kantor Urusan Agama Kecamatan Tanjung
Redeb Kabupaten Berau eJournal Ilmu Administrasi Negara, 3 (5) 2015 : 1514-
1525 ISSN 0000-0000, [Link] © Copyright 2015
Arep, Ishak dan Hendri Tanjung. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Universitas
Trisakti: Jakarta.
Fernos, J., & Putra, Y. E. (2019). Analisa Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap
Kepuasan Nasabah Pada PT. Bank Mega Syari’ah Padang.
[Link]
Oyoh Bariah. Rekonstruksi Pencatatan Perkawinan Dalam Hukum Islam”. Jurnal
ilmiah Solusi Vol. 1 No. 4 Desember 2014 – Februari 2015: 20-29l
Ibrahim, Amin. 2008. Teori dan Konsep Pelayanan Publik Serta Implementasinya.
Mandar Maju. Jakarta.
Kurniawan, Agung. 2005 Transformasi Pelayanan Publik. Pembaruan Yogyakarta.
Marlius, D. (2018). Loyalitas Nasabah Bank Nagari Syariah Cabang Bukittinggi Dilihat
Dari Kualitas Pelayanan. Jurnal Pundi. Volume 1. No. 3. Hal.12-22.
[Link]
Marlius, D. (2018). Pengaruh Dimensi Kualitas Pelayanan Website Akademik Terhadap
Kepuasan Mahasiswa Pada STIE “KBP”. Jurnal Ipteks Terapan. Volume 12. No.
2. Hal. 116-128. [Link]
Marlius, D. Putriani, I. (2019). Kepuasan Nasabah PT. Bank Rakyat Indonesia Unit
Tapan Cabang Painan Dilihat dari Kualitas Layanan Customer Service. Jurnal
Pundi. Volume 3. No. 2. Hal.111-122. [Link]
Marlius, D. Ananda, F. (2019). Pengaruh Kualitas Pelayanan Website Akademik
Terhadap Minat Kuliah di AKBP Padang. Jurnal Pundi, Vol. 03, No. 03. Hal. 191-
204. [Link]
M. Iqbal Hasan. 2011. Pokok-Pokok Materi Statistik 1 (Statistik Deskriftif). Jakarta:
Bumi Aksara.
10
Moenir, H.A.S. 2006. Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia. Bumi Aksara.
Jakarta.
Moh. Makmun & Bahtiar Bagus Pribadi.2016. Efektifitas Pencatatan Perkawinan di
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang.;
Jurnal Hukum Keluarga Islam Volume 1, Nomor 1, April 2016; ISSN: 2541-1489
(cetak)/2541-1497 (online); 16-32
Nurun Ala Nur Alifia. 2017. Dengan judul penelitian Kualitas Pelayanan Pencatatan
Nikah Di Kantor Urusan Agama (Kua) Kecamatan Sukolilo Surabaya S1 Ilmu
Administrasi Negara , FIS, UNESA (nurunalanuralifia@[Link])
Nur Cahyani. 2007. Analisis Pengaruh Profesionalisme Pemeriksa Pajak, Kepuasan
Kerja Dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan (Studi: Pada Kantor
Pajak Di Wilayah Semarang) TESIS Program Studi Magister Manajemen
Universitas Diponegoro
Putra, Y. E., & Aziz, N. (2019). Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Kepuasan Pelanggan
Terhadap Loyalitas Nasabah PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Padang.
[Link]
Riduwan. 2012. Dasar-Dasar Statistika. Bandung: Alfabeta.
Santosa, Pandji. 2008. Administrasi Publik, Teori dan Aplikasi Good Governance.
Refika Aditama. Bandung.
Sastrohadiwiryo. 2005. Manajemen Tenaga kerja Indonesia (pendekatan administrative
dan operasional), Cetakan ketiga. Bumi Aksara, Jakarta
Sedarmayanti. 2000. Restrukturisasi dan Pemberdayaan Organisasi untuk Menghadapi
Dinamika Perubahan Lingkungan. Mandar Maju. Bandung.
Sugiyono. 2005. Metode Penelitian Administrasi. Rineka Cipta. Jakarta.
Susanti, F. W Ekazaputri. (2018). Service Performance Dan Kepuasan Sebagai
Moderating Variabel Terhadap Loyalitas Nasabah Pada PT BPR Labuh Gunung
Payakumbuh Jurnal Benefita: Ekonomi Pembangunan Manajemen Bisnis Dan
Akuntansi. Volume 3. No. 3. Hal. 433-444.[Link]
Tiza, M. F., & Susanti, F. (2019). Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan
Pelanggan, Studi kasus pada perusahaan JNE Cabang Padang.
[Link]
Timpe A. Da1e.2000. Seri Manajemen SDM Kinerja, Gramedia , Jakarta,
Yusuf, A. Muri.2002. Kiat Sukses Dalam Karir, Ghalia Indonesia, Jakarta.
Yeyen Suci Hardiyanti, Gunawan, Dan Asriani. 2017 Pengaruh Profesionalisme
Pegawai Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Pada Kantor Dinas Kependudukan
Dan Catatan Sipil Kota Kendari”. Hasil Penelitian Jurusan Ilmu Administrasi
Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Administrasi Universitas
Halu Oleo
Undang-undang Dasar Republik Indonesia 1945 Amandemen I, II, III, IV. 2002.
Penabur Ilmu. Jakarta.
Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Undang-undang Pelayanan Publik No. 25 Tahun 2009. New Merah Putih. Jakarta.
11