Lanjut ke konten

Serumpun Sastra

    • Daftar Isi
    • Goresan Sahabat
    • Perpustakaan

  • Men-tuba Pertiwi

    ~Men-tuba Pertiwi~

    Lihatlah itu…
    Segala macam kotoran berjamaah,
    Menuju pusara muara,
    Lagi-lagi laut menelannya,
    Tanpa sisa tanpa banyak kata.

    1 Januari 2017
    365Puisi, Alam, Lingkungan, pencemaran, Puisi, renungan

  • Seroja Ungu, Lahir Kembali

    ~Seroja Ungu, Lahir Kembali~

    karya: Bustan A. Romdhani

    Tumbuh subur di air berlumpur,
    Bersih diantara yang tak jernih,
    Kala malam tak bertemu bulan muram,
    Namun siang ia bersemangat riang,
    Lihat itu katak tua bersantai diatasnya,
    Entah beryoga atau berbisik canda,
    Kala pula capung hinggap di kelopaknya,
    Sejenak lelah dari antah berantah,
    Pernah juga si jangkrik mampir pula,
    Suarakan nada jentikkan sayapnya,
    Seroja ungu mengapa sunyi selalu,
    Adakah yang kau tunggu?
    Siapakah yang kau nanti?
    Lalu ia menutup mahkotanya,
    Menenggelamkan diri ia rendah hati,
    Menjadi seperti saudara-saudaranya yang hijau kini,
    Di balik malam ia bersatu sunyi,
    Saat pagi ia kan lahir kembali,
    Seakan ia tak pernah menyimpan misteri.

    21 Juni 2016
    Cinta, Friendship, Harapan, Ilalang, Kenangan, Lotus, malam, Puisi, sahabat, sastra, Seroja, Teman, Waktu

  • Seruni Jingga

    ~Seruni Jingga~

    karya: Bustan A. Romdhani

    Di pematang di bawah mega,
    Ia merebah pada cakrawala,
    Berbisik angin yang lembut,
    Elegi ini jangan buatmu kalut,

    Bukankah matahari bersamamu,
    Seperti jingga kelopakmu,
    Hangatnya ceriakan hari,
    Meski waktu berlalu pergi,

    Mekarlah dengan anggun,
    Saat asamu terbentuk utuh,
    Bersama angin terbang mengalun,
    Ke tempat kau berlabuh.

    20 Juni 2016
    Cakrawala, Cerita, Emosi, Friends, Friendship, Ilalang, Kenangan, Krisan, malam, Matahari, Memori, Puisi, sahabat, Seruni

  • Demo Malam

    ~Demo Malam~

    karya: Bustan A. Romdhani

    Di kemarau yang kan datang,
    Kala jagung akan berbaris,
    Berjejer diatas pematang,
    Pesta pora makan gratis,

    Suara jangkrik mengundang,
    Dansa belalang sambil terbang,
    Perayaan sebelum santapan,
    Terkaget mereka begitu heran,

    Daun-daun yang dulu manis,
    Kini getir pahit membara,
    Tak mampu memakan habis,
    Biasanya dulu tak ada sisa,

    Tuhan… lalu kami makan apa,
    Kegaduhan malam akan kegalauan,
    Perut kami meraung menggila,
    Apakah harus memakan kawan.

    19 Juni 2016
    Aku, Alam, Belalang, Friends, Ilalang, Jangkrik, Kenangan, Puisi, sahabat, Teman

  • Jati, Sahabat Lama

    ~Jati, Sahabat Lama~

    karya: Bustan A. Romdhani

    Tanah-tanah yang kering,
    Berkapur, kering, berkerak,
    Gurat di permukaan nampak,
    Retak tiada air mengiring,

    Jati melepas kehidupan,
    Bermati suri tanpa wasiat,
    Daun-daun berguguran,
    Melepaskan yang tersirat,

    Jika nanti hujan sudi hadir,
    Membangunkanku terjaga,
    Kuncupku syukur bergulir,
    Bersama ilalang-ilalang muda.

    18 Juni 2016
    Aku, Alam, Friends, Friendship, Jati, Kenangan, Puisi, Rangkaian, sahabat, Teman

  • Lotus Ungu

    ~Lotus Ungu~

    karya: Bustan A. Ramdhani

    Basah… perairan telaga,
    Di tengah pematang ilalang,
    Hijaumu lebar menyangga,
    Dari kejamnya air tenang,

    Hangat fajar menyapu alam,
    Beningnya terbias jadi intan,
    Ia yang terjaga tadi malam,
    Membuka diri dan keindahan,

    Ungu membalut mahkotanya,
    Kuning di dalamnya menyala,
    Bunga lotus ungu namanya,
    Berdiri anggun di tepi telaga,

    Jangan kau layu segera,
    Lebah-lebah kan bertandang,
    Lalu kau santap mereka,
    Terjebak luruh menghilang.

    17 Juni 2016
    Aku, Cerita, Friends, Friendship, Lotus, Puisi, sahabat, Telaga, Teman, Ungu

  • Sang Bambu 2

    ~Sang Bambu 2~

    karya: Bustan A. Romdhani

    –
    Di tepian kelok aliran kali,
    Rumpun-rumpun berdiri,
    Saat muda menjadi pangan,
    Saat tua jadi bahan papan,

    Mereka membiarkan manusia,
    Berkarya dari sayat tubuhnya,
    Bilah-bilah jadi sampan,
    Mencari ikan tambahan makan,

    Lonjoran gurat halus penopang,
    Ada susunan rebah jadi ranjang,
    Manusia mampu bermimpi,
    Manusia ingin berkarya seni,

    Bambu-bambu yang damai,
    Menari saat angin mengiringi,
    Adakah dia akan tetap disini,
    Melanjutkan kisah untuk generasi.

    16 Juni 2016
    Aku, Bambu, Friends, Friendship, Ilalang, Puisi, sahabat, Teman

Halaman Berikutnya

  • Berlangganan Langganan
    • Serumpun Sastra
    • Sudah punya akun WordPress.com? Login sekarang.
    • Serumpun Sastra
    • Berlangganan Langganan
    • Daftar
    • Masuk
    • Laporkan isi ini
    • Lihat situs dalam Pembaca
    • Kelola langganan
    • Ciutkan bilah ini