Hari yang melelahkan dengan suhu udara 35 derajat. Matahari bersinar terang, bertengger di puncak tertinggi. Menyengat kulit siapa saja yang beraktivitas di luar ruangan.
Aku dan Ulfah baru saja pulang dari sekolah, dan tengah dalam perjalanan pulang ke rumah. Berjalan kaki menyusuri trotoar yang sempit dan berlubang. Berlindung dari terik matahari dengan mengangkat tas lalu menutupi kepala kami. Sesekali kami berlari kecil menuju tempat rindang, berteduh beberapa saat di bawah pohon, mengumpulkan energi dan kembali menyusuri jalan pulang.
Hari ini terasa lebih panas dari hari lainnya. Andai uang jajanku tidak habis untuk membeli minuman, mungkin sekarang aku sudah tiba di rumah dengan naik ojek. Namun terik ini membuat tenggorokan ku kering, memaksa aku untuk membeli segelas minuman dengan sisa uang jajanku. Baca lebih lanjut