MANTAN
apa yang ada di benak para sahabat jika mendengar kata “MANTAN” ???
Ada berbagai macam hal yang akan di kepala kalian saat mendengar kata “Mantan”
Definisi Mantan Menurut saya adalah
“Dia yang dulu pernah begitu berarti dalam hidup mu,dia yang menjalani hidup bersama mu,, menempati tempat terindah di hati mu,,dan kemudian,,akan ada satu masa dimana kemudian perjalanan kalian berakhir,,dan kalian berpisah..dan lahirlah kata “MANTAN”
Apapun itu bentuknya selalu gak enak untuk menyebut kata “Mantan” mantan pacar,istri dan juga sahabat,, karena akan selalu ada kenangan yang perlahan hadir saat kata mantan itu terucap.. 🙂
Lalu apakah setelah hubungan manis itu berakhir apakah kalian akan menjadi Musuh Abadi atau malah akan menjadi sahabat itu semua balik lagi ke individu masing-masing..
Jujur saya salut dengan mereka yang tetap bersahabat dengan sang Mantan,, berhasil menetralisir perasaan yang ada menjadi perasaan sesama sahabat aja.. 🙂 dan gak banyak orang yang bisa melakukan ini.
Karena biasanya yang terjadi saat kata “Mantan” terucap adalah..
-
Hubungan yang tadinya manis dan menyenangkan berubah menjadi hubungan yang buruk mengungkit semua hal baik yang terjadi, itung-itungan (*dan saya paling benci statement yang selalu terucap “Kalau bukan gw ,,gak ada yang bantuin lo")
-
Dari dua orang yang saling menyayangi akan berubah menjadi saling benci
-
Terutama bagi yang jadi Mantan karena di selingkuhin ,, ketika kata Mantan terucap maka akan sibuk membongkar semua bobrok sang tersangka ,, 😀 😀 😀
-
Nah kalau pihak yang “Diputusin” dan gak rela untuk predikat “Mantan” didapatkan akan sibuk memohon agar hubungan ini tetap di pertahankan..(*bahkan ada yang rela sampai mengancam untuk bunuh diri..
-
Memutus semua hal yang berhubungan dengan “Mantan” dan memilih untuk tidak menjadi sahabatnya,,karena amat sangat sulit merubah Perasaan “Sayang sbagai Pacar” menjadi “Sayang sebagai Sahabat”
Dulu saya ada dibagian yang no 5, ketika saya memilih untuk mundur dari sebuah kisah,,Maka itu berarti saya harus menutup semua hal yang berhubungan dengan sang Mantan,termasuk hubungan baik dengan keluarga besar Dia yang selama ini sudah di jalin..
Alasanya cuma satu,,
Jika sebuah hubungan di ibaratkan dengan sebuah Rumah,, maka ketika saya memutuskan untuk pergi dari Rumah itu,,saya akan pergi tanpa membawa apapun,,karena saya tidak ingin meratapi kenangan yang ada . untuk melupakan sebuah kisah,,saya harus menutup semuanya,,dan tidak memberi akses untuk kembali..
Lantas apakah itu caranya yang baik,,menurut saya gak baik karena saya kehilangan banyak hal
-
Hubungan baik dengan keluarga si “Mantan” yang sudah terjalin selama ini,, kadang malah yang amat saya sesali ketika sebuah kisah berakhir bukan hubungan Asmara nya tapi lebih ke hubungan silaturahmi ..:(
-
Semua hal baik yang ada akan menjadi sia-sia dan bahkan nambah Musuh (*jika si Mantan gak rela saya pergi dalam hidup Dia..dan ngotot supaya kita tetap temenan
Jika selama ini dari semua kisah yang saya jalani,, ketika kisah itu berakhir saya selalu memilih untuk menutup diri dan tidak memberikan kesempatan untuk merubah rasa yang ada menjadi sahabat.. maka hari ini saya berjanji,
Jika suatu hari nanti,,kisah saya berakhir dengan Biru,,saya berharap kita gak akan pernah jadi Musuh Abadi,, Semoga kita bisa menetralisir hubungan ini menjadi hubungan antar sahabat…
dan kemudian bagaimana dengan para sahabat,,
ketika putus lebih milih Menjauh..atau bisa jadi sahabat,,,???
PS : Salut sama si Bungsu yang selalu bisa bersahabat dengan para Mantannya.. beda ama Mpoknya.