26 April 2016
My Office,,
Selamat Siang pemirsah,, akhirnyaa kembali ke kantor,,dan mari kita bercerita (smile) Alhamdulillah acara Lamaran dan Tunangannya berjalan dengan lancar tanggal 24 April kemarin ,,
Dalam adat minang acara tunangan disebut “Malatak Tando” mengikat kedua pasangan sebelum pernikahan,, prosesi lamaran nya hampir sama dengan acara lamaran di adat lain,,nah yang bikin beda adalah ,,
a) Makan Dulu Baru Diskusi
Kalau di acara-acara yang saya temui, biasanya kita acara dulu baru makan,tujuannya supaya peserta fokus ke acara,, dan gak kabur abis makan ,,tapi beda dengan adat Minang, di adat kami,,
“Sebelum mulai diskusi, kita akan makan dulu , karena keputusan yang diambil setelah makan cenderung lebih positive, ketimbang keputusan yang diambil sebelum makan (*gimana mau mikir orang laper ,, jadi bawaanya emosi duluan)”
Nah saat makan pun tidak disajikan secara prasmanan,tapi makan lesehan dengan lauk pauk yang dihamparkan,,makanan khasnya adalah Rendang, Gulai Kambing,Gulai Nangka,Keripik Balado ,dan Gulai Putih
- Makanan yang dihamparkan
- Tambuah Ciek
- Mari Makan
b) Cincin Yang Diedarkan
Setelah acara makan selesai, maka acara pun akan dibuka , dan pihak calon mempelai laki-laki akan menyampaikan maksud dan tujuannya,,Ibu dari calon mempelai laki-laki akan mengeluarkan cincin pengikat, kemudian cincin ini akan diedarkan ke semua undangan yang hadir,
Tujuan dari hal ini adalah,agar semua undangan merasa dilibatkan dalam acara ini , jadi bukan hanya sebagai penonton,,karena cincin ini akan di perlihatkan ke semua undangan, maka berat dan bentuk cincin adalah hal yang perlu dipertimbangkan, karena cincin itu dianggap sebagai representasi dari pihak mempelai laki-laki
- Prosesi penyerahan cincin oleh para Ibu
- Cincin di edarkan kepada pada undangan
c) Calon Pengantin Pria Tidak Dihadirkan
Dalam adat minang saat acara malatak tando , calon pengantin pria tidak di hadirkan,hal ini dikarenakan kedua pasangan belum muhrim,,dan cincin yang diberikan hanya satu cincin, khusus untuk perempuan saja,
Untuk bagian yang ketiga ini, keluarga saya gak mengikuti adat,, jadi saat acara tunangan ,pihak laki-laki di hadirkan, dan cincinnya ada dua untuk laki-laki dan perempuan
d) Kompromi Mengenai Adat
Kompromi mengenai proses adat yang akan dipakai saat acara juga termasuk salah satu bagian yang dibahas di acara ini, karena walaupun sama-sama orang minang,tapi setiap daerah punya adat dan ketentuan masing-masing
Lain lubuak lain ikannyo
Lain padang lain bilalangnyo
Lain nagari lain adatnyo
Saya dan Si Abang, walaupun sama-sama orang minang,tapi dari dua daerah yang berbeda, dan kompromi adat dibutuhkan dalam acara kami,salah satu kompromi adat yang disepakati dalam acara kemarin adalah
+ Pihak Perempuan akan Menjemput Pihak Laki-Laki Saat Akad Nikah dan Resepsi+
Di Adat Perempuan,Jika akad nikah dan resepsi akan dilakukan di hari yang berbeda, maka laki-laki hanya akan di jemput pada saat resepsi, nama prosesinya “manjapuik marakpulai”
Di Adat Laki-Laki, Jika akad nikah dan resepsi dilakukan di hari yang berbeda, prosesi penjemputan akan dilakukan dua kali , saat akad nikah dengan prosesi “manjapuik marakpulai”, dan saat resepsi dengan prosesi “manjapuik pulang”
Kedua belah pihak akan mengeluarkan argumen masing-masing mengenai adat ini , dan panjang proses perdebatannya,, titik tengah yang diambil untuk acara saya adalah , pihak perempuan yang mengalah
Ada banyak hal yang diperdebatkan saat diskusi di acara malatak tando ,karena perbedaan adat antara saya dan si Abang,mulai dari jenis seserahan, siapa yang menjemput, dan hal -hal lain yang kadang gak masuk di logika saya, alhamdulillah nya semua ada titik temu,,
Alhamdulillah ,acara kemarin lancar, rasanya gimana cyin,, rasanya deg-degan,, gemetaran , campur aduk jadi satu,, saya terbiasa menghadapi banyak orang,,tapi kemarin itu gemeterannya ngalah-ngalahin presentasi yang biasa saya bawakan,,beneran dah,,moment yang paling bikin gemetaran itu ,saat acara akan dimulai dan saya dipanggil dari kamar untuk mengikuti prosesi acara, bayangin aja, gimana gak grogi
Saat lo dipanggil keluar kamar – dan semua mata tertuju pada mu- semuanya ngeliatin dari atas sampai bawah – dan parno pun menyerang ,tiba tiba aja saya kepikiran gini,, “kalau gw tiba-tiba kentut trus bunyi gimana yaa”
- dan grogi pun melanda
- bingung mau ngapain nunduk salah tegak kepala salah
- hadehh acara ne lama amat dah dimulai
- mau gaya tapi malu,akhirnya nyengir lagi
Doakan saya terus ya teman-teman, insya ALLAH saya akan mengupdate cerita kami,karena keluarga kami ingin menjalankan semua prosesi adat minang ,adat minang tu unik, dan selalu punya makna, jadi sayang aja kalau gak dicatat dan diceritakan kembali,,









