Start my Doctoral Journey (Jalan Panjang Kembali )

Memulai untuk sekolah kembali menjadi keputusan terbesar saya tahun ini, perbincangan dan diskusi tak putus dengan suami sudah saya mulai sekitar 3 tahun lalu sejak suami baru saja menyelesaikan S3 nya, bagi saya jalan pertama yang harus saya tempuh tentu saja mendapat restu suami, suami saya sangat faham mengapa sekolah S3 bagi seorang dosen patut menjadi salah satu prioritas, sebagai sesama Dosen tak sulit meyakinkan beliau dengan tentu saja ada seabreg *ASAL* yang harus saya penuhi sebagai seorang isteri dan juga ibu. Suami saya menekankan untuk selalu menata niat apakah saya harus menempuhnya sekarang ataukah nanti, dengan sekolah lagi tidak lantas meninggalkan peran saya sebagai isteri dan ibu, mengingat anak-anak juga akan masuk sekolah dasar dalam waktu dekat ini, yang kedua tentu saja adalah pembiayaan, suami saya tak masalah untuk mandiri, akan tetapi berat rasanya untuk sekolah S3 tanpa ada penyokong dana ataupun beasiswa. S3 banyak sekali dana unpredictable menurut yang sudah melaluinya, maka bismillah saya memutuskan untuk mulai mencari beasiswa terlebih dahulu.

Awal tahun 2024 adalah awal perjuangan yang saya pikir akan mulus seperti rencana, setelah mempersiapkan proposal disertasi dan syarat bahasa inggris dan TPA yang saya pikir pasti akan menjadi syarat utama, mulailah mencari kampus yang membuka penerimaan mahasiswa baru sebelum beasiswa BPI dimulai, dengan begitu jika lulus saya akan bisa menggunakan LOA tersebut untuk mendaftar beasiswa BPI. BPI pada tahun 2024 dimulai pada awal Mei dan ditutup pada pertengahan Juni, maka pilihan kampus dengan Jurusan kesehatan yang membuka pendaftaran sebelum rentang itu adalah UGM dan UNS, UNS menjadi pilihan kedua jika hanya saya tak lulus UGM,

UGM

Februari 2024 ada semacam workshop pembuatan pra proposal disertasi yang qadarullah saya lewat mengikutinya, hanya beberapa hari dibuka sudah penuh menurut info kontak personnya, hmm pikir saya banyak banget pasti peminatnya. Karena tujuan saya untuk bisa lulus skema by research maka perlu untuk mencari calon promotor yang sesuai bidang ilmu saya, teringat Dr. Detty dosen obsgyn yang baik hati ketika D3 dulu. Alhamdulillah beliau bersedia menjadi calon promotor saya, kesediaan beliau bisa menjadi bahan dalam proyeksi keinginan dalam pendaftaram S3 UGM. Ada 130 calon mahasiswa akan interview pada tanggal 29-30 Mei 2024, dan semakin ciutlah saya ternyata hanya 8 orang yang megambil DBR (Doctor by Research), maka tibalah saat nya tes wawancara dalam UM UGM yang berlangsung pada tanggal 30 Mei 2024, saya di interview oleh Professor Gizi Klinis yang mumpuni, pertanyaan beliau bermacam2 mulai dari menanyakan urgensi saya untuk S3, pembiayaan, serta tentu saja cara membagi peran sebagai isteri dan ibu jika diterima kuliah nanti. 15 menit serasa 2 jam, antara optimis dan sedikit kekhawatiran pasti. Awal Juni 2024 menjadi kelam ketika tiba pengumuman yang menyatakan saya “TIDAK LOLOS” ya Allah padahal penutupan pendaftaran BPI sebentar lagi. Cuss langsung ubek2 info SPMB UNS.

UNS

Seingat saya penerbitan LOA UNS pada H-3 penutupan BPI, masih ada waktu pikir saya lama. Tak mudah menemukan calon promotor yang tepat, saya tak punya kenalan satupun di UNS. Tuhu teman sekantor saya memberikan kontak Prof. Bhisma Murti, kaprodi S2 IKM UNS yang dulunya adalah pembimbing Tesis Tuhu, dengan gercep saya mengontak beliau untuk meminta surat persetujuan sebagai calon promotor dan beliau bersedia, Alhamdulillah. Saat interview saya yakin lolos akan tetapi saat pengumuman tiba sepertinya Allah ingin melihat kesungguhan saya ketika hasilnya tak sesuai yang saya harapkan, tinta merah ini kembali saya dapatkan. Air mata saya menetes ini adalah kesempatan terakhir saya untuk bisa mendaftar BPI, harapan saya rasanya pupus sudah. Entahlah padahal di akhir2 pendaftaran BPI ternyata di perpanjang akhir Juli 2024 pasca diretasnya Pusat Data Nasional (PDN).

UNPAD

Mba Nurul dosen dari Bengkulu kenalan saya pasca pendaftaran UGM yang juga tidak lolos memberitahukan bahwa UNPAD membuka pendaftaran sesi 3 (terakhir) akhir Juli 2024. Setelah tak lolos UGM ternyata mba Nurul tes di UNPAD pada sesi 2 dan berkesempatan mengikuti BPI memotivasi saya untuk ikut saja karena di UNPAD menggunakan sistem Doctoral by riset. Masa iya saya kembali lagi ke kampus yang memberikan saya gelar magister, pikir saya saat itu. Di sisa-sisa semangat, saya menghungungi Prof Dida yang merupakan penguji tesis saya untuk menanyakan kesediaan beliau menjadi calon promotor saya. Dan lagi beliau bersedia Alhamdulillah. Dan kali ini suami saya juga meberikan semangat nya untuk mendaftar lagi di UNPAD, siapa tau rejeki begitu kata beliau, saya pun meng iyakan.

Saya berdoa untuk diberikan yang terbaik dari Allah, saya yakin saya tak lolos UGM dan UNS merupakan jawaban doa saya, mungkin belum terbaik. Inilah ternyata jawaban Allah.

Alhamdulillah saya LULUS, akan tetapi kegalauan tak berhenti di situ, saya belum ada beasiswa untuk langsung mulai perkuliahan semester itu, Suami menyarankan untuk biaya mandiri, saya menolak, saya belum mendaftar beasiswa, apakah saya akan kalah berperang sebelum benar2 bertarung? dengan berat hati, saya mengajukan DEFER (penundaan waktu kuliah) ke Dirdik UNPAD.

Daaan efek pergantian rezim tahun lalu pun mulai terasa dampaknya karena BPI batch 2 tak kunjung ada hilal pendaftarannya, makin galau lah diri ini.

Umroh akhir ramadhan pun menjadi pelampiasan, berdoa sekencangnya pada Allah untuk diberikan yang terbaik, terbaik tak hanya untuk saya, lebih lebih kepada keberkahan ilmu, diri sendiri dan juga anak2. Dan Allah memberikan jawabannya untuk pembukaan Beasiswa PDDI (Program Doktor untuk Dosen Indonesia), semoga Allah Ridho, Aamiin YRA.

Dosen Sarjana Kebidanan UNW Mataram Beri Pelatihan Cegah Stunting kepada Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Sesela

Program Studi Sarjana dan Profesi Bidan, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK UNW) Universitas Nahdlatul Wathan Mataram melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pelatihan kepada kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Sesela. Kegiatan ini dilaksanakan di aula Kantor Desa Midang, Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat, dalam rentang waktu 31 Juli sampai 31 Agustus 2023.

Kegiatan yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dengan skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tahun 2023. Kegiatan ini diselenggarakan mengingat intregrasi pelaksanaan pencegahan dan penanggulangan stunting dengan kader posyandu sebagai fasilitator perlu dilakukan karena kader Posyandu adalah pihak yang sangat berperan dalam melakukan deteksi dini stunting yang terjadi di tingkat desa karena posisinya yang lebih dekat dengan masyarakat.

Tim yang diketuai oleh Nurul Auliya Kamila, SST., M. Keb mengusung topik pengabdian “Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Stunting Berbasis Kearifan Lokal di Wilayah Kerja Puskesmas Sesela Kabupaten Lombok Barat”. Kegiatan dalam Pengabdian ini akan dilaksanakan berupa penyuluhan dan pelatihan kepada 25 orang kader dalam pencegahan dan penanggulangan stunting dalam periode kehamilan sampai balita berupa pelatihan senam hamil, deteksi dini tumbuh kembang bayi  melalui pelatihan Denver Development Screening Test (DDST), KPSP (Kuisioner Pra Screening Perkembangan), pengukuran Antropometri secara presisi, pengisian KMS dan interpretasinya serta pelatihan pengolahan bahan pangan lokal sebagai variasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita.

Dalam laporannya, Nurul Auliya Kamila selaku Ketua Tim menyampai kan bahwa kegiatan yang diselenggarakan olehnya merupakan salah satu bagian dari tugas tri dharma perguruan tinggi.

BACA SELENGKAPNYAAHHH

Penerima Hibah PKM Kemdikbudristek Tahun Anggaran 2023

Alhamdulillah, tahun ini berkesempatan untuk dapat lolos Hibah PKM (Program Kemitraan Masyarakat), Hibah yang menurut saya sulit sekali ditaklukkan, bagaimana tidak 3 tahun terakhir saya bejibaku untuk selalu ikut hibah dari diktiristek termasuk PKM dan selalu gagal, terakhir tahun 2020 Hibah PDP (Penelitian Dosen Pemula) berhasil saya dapatkan, tahun ini sy mencoba mencari tahu apa ada yang salah dengan pola pikir saya terhadap skema satu ini.

Usaha itu benar2 saya terapkan tahun ini, pertama tentu saja serius ya kan, menyusun proposal hibah apapun itu sangat2 menguras otak dan waktu menurut saya, jadi kalau gak serius ya mending jangan ikut dah sekalian, ya namanya juga mau minta dana kegiatan jadi setidaknya ikut maunya penyandang dana lah, bersaing dengan ribuan dosen seluruh Indonesia, contohnya untuk skema PKM ini yang masuk ada total 6862 proposal, dan yang lolos hanya 897 yang artinya jika ingin lolos kita harus mampu menyingkirkan 7 proposal lain, wiihh…

kedua selalu dan selalu penuhi administrasinya, hoho yang masuk disini banyak sekali salah satunya template, dari tahun ketahun ada saja yang diupgrade diktiristek untuk template skema yang sama, jadi jangan sekali kali gunakan template lama, harus download langsung ya. Lagi jangan melenceng dari template, jangan ubah apapun tambah maupun mengurangi template, patuhi berapa maksimal kata kata yang diperintahkan, kurang boleh asal jangan melebihi yang di anjurkan. Syarat administrasi adalah gerbang pertama, jika tak lolos administrasi maka tak bisa lanjut penilaian tahap substansi sebagus apapun proposal kita.

ketiga tentu saja substansi, nah ini yang menurut saya chalenging banget, paling buat sakit kepala, hehe. Mulai dari Pendahuluan, Permasalahan dan solusi, Metode, Tahapan PKM, sampai Evaluasi Pelaksanaan dan Keberlanjutan Program. Semua harus dibuat sebagus, semewakili mungkin kondisi lapangan, disinilah saya banyak berburu trik2 yang akhirnya mengubah cara pandang saya terhadap skema ini, panjang bangetlah pokoknya…

Akhirnya hari ini 5 Juni 2023, hari pengumuman akhirnya tiba, sedari pagi cemas terus tapi ga mau kepo akun2 medsos nya diktiristek hehe, daann taraaa… tepat azan magrib berkumandang memberanikan buka grup Universitas dan Alhamdulillah Allahuakbar, gak bisa berkata2, LOLOS juga

Semoga lancar dan berkah ya Allah, Bismillah

Sertifikasi Kompetensi dan Magang Internasional PTV 5-22 November 2022 (University of Rhode Island, USA)

Alhamdulillah November kemarin saya berhasil terpilih bersama 194 peserta lain dalam Program Beasiswa Sertifikasi Kompetensi dan Magang Bersertifikat yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek). Saya berhasil lolos untuk Program Health Science- Qualitative and Quantitative Approaches for the Authentication of Traditional Herbal Medicines. Program ini telah berlangsung selama 2 Minggu dimulai pada tanggal 7 -18 November 2022 di College of Pharmacy, University of Rhode Island, USA

Baca selengkapnyaahhh….