Minggu pagi 26 Juni 2011 selapas subuh, sinar sang fajar masih malu-malu menyapa bumi Bintara ketika seribumi di bekap embun, angin semilir terasa sejuk di badan. Sepeda pancal (bukan motor) di garasi rasanya sudah tak kuasa menungguku, haiyaah… arep nang ndi toh (mau kemana).
Kaos Jersey (kaos olah raga yang dapat menyerap keringat dan adem), short (celena pendek untuk bersepeda) + arm cooler (mirip yang di pakai muslimah untuk menutupi lengan tangan) sudah melekat di badan. Minuman, roti, handuk kecil sudah siap di ransel, saatnya cek sepeda pancal: saddle seat (jok sepeda) ditinggikan sesuai kaki yang semampai, rantai + gear di semprot dulu pake minyak pelumas, isi air putih di bottle buat syarat biker, tak lupa warming up sambil ngemil. 1,2,3 … Go West. Baca lebih lanjut






