Ini hanya sebuah curhatan.
Tanggal 30 agustus, saya di WA istri, ngasih info kalo nanti balik agar lewat jalan lain karena ada kerabat tetangga meninggal dan jalan sementara terpaksa ditutup.
Hari ini 3 september, 5 hari dari saat itu, jalan depan rumah tetangga itu masih terpasang tenda. Sebagian pengguna jalan akhirnya memilih memutar mencari jalan lain. Meskipun sebetulnya meski ada tenda jalanan tetap dapat dilewati kendaraan baik motor ataupun mobil.
Jujur ini agak diluar kebiaasaan, dimana sangat jarang ada yang masih tetap terpasang tenda sampai lebih dari 3 hari karena kerabat meninggal. Secara pribadi asalkan akses jalan tidak sampai ditutup dan tetap bisa dilewati kendaraan sih silahkan, tapi jujur saya sih jadi tidak respect sama sekali. Meskipun ada pemberitahuan dari RT akan ada acara tahlilan setiap malam sampai malam ke-7. Artinya selama 7 hari di jam-jam tertentu jalan akan ditutup untuk kepentingan tahlilan.
Jika memang mau tahlilan sampai seribu hari sekalipun, sebetulnya ga masalah, tapi gaperlu pasang tenda. Karena dengan ada tenda biru dipasang di depan rumah dan ada bangku-bangku di sana, dari jauh siapapun yang akan melintas dipastikan akan berbalik arah. Itu menurut saya berlebihan.
Tapi karena saya yang lewat sendirian, sedangkan yang menutup jalan itu ada bamyak, maka yang terbaik ya muter.