Perahu Lelaki
Akan ada yang pergi dari wajahmu Menuju perahu Lalu menuntaskan dayung Pada lengkung tubuh rembulan . Akan ada yang berpaling dari rindu Ke arah sungai Melupakan hulu Bibir yang sepi … Baca lebih lanjut
Rumah di Persimpangan
.. Masihkah rindu mendiami waktu Ataukah kenangan luruh tersingkir Jatuh seperti daun-daun takdir . Apakah rindu tak memahamimu Ataukah kau tak menerjemahkan resahku Matahari hampir terbenam Menziarahi pelupuk mataku yang … Baca lebih lanjut
Perempuan di Lorong Gerimis
Hari kembali gerimis. Rintik yang terdengar ritmis. Dari lorong itu, aku mengintip hujan. Derai yang menyentuh bunga dan pucuk-pucuk daun. Derai dan aroma basah di bawah langit mendung yang sama. … Baca lebih lanjut
Seperti Teman, Seperti Bukan
Bukankah sangat menyenangkan bila aku bisa memaafkanmu dan kita bisa kembali bertegur sapa. Bukankah sangat melegakan bila aku mendapat sebuah kepastian bahwa tak akan ada yang menyakiti perasaanku lagi. Apa … Baca lebih lanjut
Saya Adalah Air
Senang rasanya bisa melanjutkan cerita depresi kemarin menjadi sebuah kisah yang melegakan. Ketika seseorang itu datang dari jauh untuk meminta maaf dan menuruti keinginan saya. Ketika seseorang itu mau memahami … Baca lebih lanjut
Break the Mask – I Quit
Akan ada hal-hal yang harus kau lepas disaat kau benar-benar menginginkannya. Akan ada saatnya kau berjuang, dan ada saatnya pula kau telah melampaui batas dimana mestinya kau harus mulai berpikir … Baca lebih lanjut
Another Sinting Story about Poligami
Ah! Bodohnya aku buru-buru menikah. Bodohnya aku pula baru menikah sudah punya anak. Lebih bodoh lagi, lima tahun menikah sudah punya empat anak. Ya, permasalahannya adalah pada angka empat. Pada … Baca lebih lanjut
My Imagine Husband
Haiii teman-teman bloggers. . . . Ngomongin masalah imajinasi emang nggak ada habisnya. Apalagi orang yang suka ngayal kayak saia. Hehehe. . . . Eh, by the way, sepertinya ini … Baca lebih lanjut
Kesedihan yang Mencintai Kebahagiaan
Aku kesedihan dan kau kebahagiaan. Betapa aku mencintaimu. Kau senantiasa menemaniku. Membasuh luka-luka yang kutulis. Maka perlahan aku pun tertawa. Saat hadirmu meruntuhkan sepi dalam hariku, mimpiku. Saat gurauanmu mematahkan … Baca lebih lanjut