Cerita Rey

Boleh dikata saya ini memang pacar yang nggak pernah ngerti perasaan pasangan sendiri. Rony yang sudah sejak setengah bulan lalu mengisi kekosongan saya ternyata masih belum bisa membuat tabiat buruk saya sebagai gadis tomboy berubah. Saya yang punya teman mayoritas laki-laki dari pada perempuan ternyata membuat Budi cemburu. Bagaimana tidak, waktu luang yang saya habiskan justru lebih banyak bersama mereka, sedangkan Budi yang selalu setia saat saya perlukan hanya bisa geleng-geleng kepala.
Anto dan Okki adalah sahabat saya yang selalu ingin menemani saya dimanapun berada, tentunya tidak saat saya bersama Budi. Kepribadian mereka yang sama dengan saya membuat kami selalu kompak dalam berbagai hal, dan lagi-lagi itu membuat Budi semakin cemburu.
“ Saya nggak suka kamu sering-sering bersama mereka.” Ungkap Budi jujur membuat saya sangat terkejut.
Budi memang punya hak untuk melarang saya untuk tidak selalu menemani Anto maupun Okki, tapi kejujuran Budi membuat saya sedikit syock Saya sudah terlanjur menyayangi mereka, walaupun itu bukan berarti saya menyukai keduanya.
“ Saya nggak bisa, mereka itu sahabat saya. Konsekuensinya kan kamu sudah tahu, persahabatan saya dengan mereka itu sangat penting bagi saya.” Balas saya sengit.
Tampaknya Budi juga terkejut mendengar apa yang barusan saya katakan, ia memegang tangan saya erat. Tatapannya sendu seolah berkata aku mohon Rey.
“ Yang saya tahu kamu lebih memperhatikan mereka daripada saya. Bukannya saya egois, tapi perlakuan kamu itu tidak adil.” Ujarnya memelas.
Apakah saya memang sejahat itu, sehingga Budi memohon dengan teramat sangat agar saya bisa berlaku adil? Saya tak tahu lagi harus berkata apa, yang jelas ini terlalu mendadak buat saya.
Budi melepaskan tangan saya kemudian menjauh pergi dengan tertunduk lesu.
Ia berbalik, kemudian berkata sambil tersenyum kecut.
“ Saya sudah tahu jawaban kamu Rey.”
Kali ini penuturan Budi membuat saya trenyuh, perih hati saya mendengarnya. Saya sangat menyukai Budi, tapi tidak bisa membuatnya bahagia. Padahal ia begitu mencintai saya, ia pengertian, dan terlalu baik buat saya.
***
“ Kok kamu lesu gitu, ada masalah ya?” tanya Anto membuyarkan lamunan saya.
Saya menggeleng lemah, mereka tidak boleh tahu masalah saya. Karena ini berhubungan dengan mereka.
Okki menghampiri saya kemudian menyerahkan dua kaleng minuman kepada saya dan Anto.” Akhir-akhir ini kamu jarang ketumu Budi, lagi marahan ya?” tanya Runa penasaran.
Saya menggeleng untuk yang kedua kalinya.
“ Nggak ada masalah apa-apa. Saya Cuma lagi nggak enak badan.” Ujar saya berbohong.
“ Gitu, tapi Budi kenapa nggak pernah nyamperin kamu lagi?” Anto menatap saya lekat-lekat seolah ingin menemukan sendiri jawaban dari mata saya.
“ Dia lagi sibuk.” Jawab saya singkat. Saya berdiri meninggalkan mereka yang masih penasaran ingin mendengar alasan saya. Saya menuju perpustakaan untuk menenangkan diri, duduk menyendiri di pojok ruangan lalu membaca buku. Rasanya tidak ada yang masuk di otak saya, bayangan Rony selalu berputar di otak ini, sambil berkata “ Saya nggak suka kamu sering-sering bersama mereka.”
Sudah seminggu berlalu sejak pertemuan terakhir itu, dan Budi sudah tidak pernah lagi terlihat oleh saya, ia seolah menjauhkan diri. Setiap kali saya datang ke kelasnya ia tak pernah ada. Walaupun setiap kali pelajaran dimulai ia tak pernah absen, tapi saat istirahat tiba ia seolah menghilang, kemudian muncul lagi saat bel masuk berbunyi.
“ Hai Rey. Tumben kamu datang ke sini, bukannya kamu itu anti banget baca buku di perpustakaan?” tanya seseorang mengagetkan lamunan saya. Saya berbalik, Denis sahabat saya yang paling ceriwis itu memang selalu ada di mana-mana, di kantin, koperasi, atau di perpustakaan sekalipun dia selalu menjadi tempat faforitnya untuk mengumbar gosip.
“ Nggak ada Undang-Undang yang larang saya untuk ke sini kan?” tanya saya balik.
Denis tersenyum, kemudian mengangguk pelan.
“ Emang nggak ada, Cuma aneh aja sih. Ngomong-ngomong, bodyguard mu pada kemana sih, kok nggak kelihatan?” Denis clingak-clinguk ingin menemukan sosok Anto dan Okki yang biasanya selalu bersama saya. “ Kayaknya nggak seru aja kalau mereka berdua itu nggak ada.” Lanjutnya.
“ Mereka di kelas, saya sengaja nggak sama-sama mereka, pengen refreshing aja.” Jawab saya tanpa mengalihkan pandangan dari novel di hadapan saya.
“ Jadi kamu merasa nggak nyaman setiap kali bersama mereka? Sampai-sampai pengen refresing segala.”
“ Bukan begitu, saya Cuma nggak pengen mereka tahu masalah saya, makanya saya menjauh.” Entah kenapa saya ingin menceritakan semua masalah saya pada Denis, saya bingung, rasanya tidak tenang jika Denis tidak tahu masalah saya. Karena selama ini, hanya Denis sajalah tempat saya menumpahkan keluh kesah saya, dan dia selalu bisa menyelesaikan persoalan yang saya hadapi.
Saya menatap wajah Monika erat, kemudian mendesah keras.
“ Akibat kedekatan saya dengan mereka, hubungan saya dengan Budi berantakan. Padahal selama ini nggak pernah ada masalah, dia selalu paham dengan keadaan saya yang nggak bisa lepas dengan Anto dan Okki. Tapi belakangan ini dia jadi cemburuan. Saya nggak tahu apakah itu salah saya atau dia yang memang kelewatan karena ingin mengekang saya?”
Denis diam, seperti sedang berpikir.
“ kamu sayang banget sama Budi?” tanya Denis setelah berpikir sejaenak.
Saya mengangguk pelan tapi pasti.
“ Lalu kenapa kamu nggak pernah mau mengerti perasaannya? Dia nggak pernah marah dengan persahabatan kalian, bahkan dia mendukung. Masalahnya kamu justru memanfaatkan kepercayaan Budi hingga kamu lupa bahwa kesabaran Budi juga ada batasnya kan?”
Denis benar, saya memang sudah kelewatan karena sudah membuat Budi sakit hati. Saya paham itu, tapi nggak mudah bagi saya menjelaskan semuanya pada Anto dan Okki. Mereka pasti tidak setuju.
“ Sekarang terserah kamu saja, mana yang menurut kamu baik.” Lanjut Denis. Ia berdiri kemudian meninggalkan saya menjauh.

Sepertinya ada yang eneh dengan Anto dan Okki hari ini, tak seperti biasanya mereka tak banyak bicara. Jangan kan bercanda atau sekedar melakukan lelucan, mengobrol ringan saja tampaknya mereka enggan, dan itu membuat saya semakin penasaran. Wajah lesu mereka menandakan mereka juga mempunyai masalah, tapi mereka tak mau jujur dengan saya.
Malam harinya juga tidak datang, padahal mereka tidak pernah telat. Kami selalu kumpul di kafetaria, tempat faforit kami saat malam hari. Setelah menunggu sekitar satu jam, akhirnya saya memutuskan untuk pulang. Namun saat di depan pintu saya menemukan sosok Budi yang sedang menuju ke arah saya sambil tersenyum manis.
“ Sudah mau pulang?” tegur Budi pada saya yang masih tak percaya dengan apa yang saya lihat. “ Ada yang mau saya bicarakan, kamu nggak lagi sibuk kan?” sambungnya. Saya menggeleng, ia kemudian meuntun saya masuk dan duduk di kursi.
“ Jika saya masih punya kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita, izinkan saya untuk mengucap maaf.” Tuturnya memulai pembicaraan.
Ia memegang kedua tangan saya, kemudian meletakkan sebuah kotak kecil di telapak tangan saya.
“ Dan cincin ini sabagai saksi dari ucapan saya.” Ia membuka kotak kecil yang berisi sebuah Cincin berhiaskan permata kecil warna pitih. Cincin itu sangat indah, dan saat ia memasukkannya di jari manis saya rasanya seakan membuat hati saya berbunga-bunga.
Saya begitu terharu hingga tak terasa butiran air mata mulai membasahi kedua pipi saya.
“ Saya lah yang seharusnya minta maaf, karena tidak bisa membuat kamu bahagia. Saya nggak pernah mau tahu tentang perasaan kamu yang terluka saat saya lebih mementingkan sahabat dari pada kamu.” Roni memeluk saya erat, seolah tak ingin melepaskan saya lagi.
“ Kami berdua yang salah dan seharusnya kamilah yang minta maaf.” Seseorang berkata dengan sangat menyesal dari samping kami.
Mendengar itu rangkulan Budi melepas rangkulannya. Anto, Okki, dan Denis berdiri di hadapan kami. Tampaknya mereka mendengar pembicaraan kami, atau mungkin mereka yang justru merencanakan pertemuan kami ini.
“ Sedang apa kalian di sini?” tanya saya antara kaget dan tak percaya.
Denis hanya tersenyum kemudian duduk bersama kami. “ Anggap saja ini surprize buat kamu.” Jawab Denis santai.
“ Budi, kamu kayak nggak kenal kami aja. Denger ya, kami itu kalau nggak ditegur makin jadi-jadi. Makanya kalau kamu diam-diam aja kami nggak pernah tahu kalau ternyata selama ini kamu nggak suka kedekatan kami.” Tegur Okki pada Budi.
“ Benar. Lagian apa susahnya sih ngomong gitu? Takut kami marah, terus mukulin kamu?” sambung Denis.
“ Saya nggak pernak melarang hubungan kalian, hanya kalian terlau dekat. Melebihi kedekatan saya dengan Rey.” Jawab Budi jujur.
“ Kalian berdua juga sama-sama salah, kayak nggak pernah pacaran aja. Bagaimana kalau seandainya kamu jadi Budi, apa kamu bisa sabar?” Monika menengahi.
Saya hanya bisa tersenyum, ternyata letak permasalahan bukan hanya pada saya dan Budi, tetapi puncaknya justru tertuju pada Anto dan Okki. Kami sama-sama salah karena tidak pernah mengerti dan memahami perasaan masing-masing. Padahal kami saling menyayangi, tapi tak pernah mau tahu tentang apa yang ada di hati.
Saya tahu ini semua siasat Denis agar kami bisa bersatu kembali. Ternyata Denis memang orang yang tepat untuk di jadikan seorang sahabat, karena hanya dialah yang mengerti perasaan kami.
Budi, cowok ganteng yang pendiam. Tapi keberaniannya mengungkapkan isi hatinya di depan banyak orang membuat saya terharu dan sangat mengaguminya. Hingga akhirnya ia benar-benar membuat saya jatuh cinta. Walau pribadi kami jauh berbeda tapi dia cowok baik yang rela bersabar, demi mempertahankan cinta kami.
Anto dan Okki adalah sahabat saya sejak duduk di bangku SMP, entah mereka serius atau tidak, yang jelas dulu mereka pernah bersaing untuk mendapatkan cinta saya. Walaupun akhirnya hanya bisa bersabar karena cintanya saya tolak. Bagi saya persahabatan kami lebih berharga dari pada harus bertengkar demi memperoleh satu hati yang pada akhirnya membuat orang yang satunya sakit hati.
Sedangkan Denis, sahabat lama saya. Tinggal berdampingan dengan rumah saya. Tak pernah terpisahkan, karena hanya dialah satu-satunya pembangkit semangat saya agar terus maju. Selain itu ia juga gadis yang cantik, tak heran jika banyak yang menawarkannya untuk menjadi pendamping Denis, sebagai seorang kekasih tentunya. Denis memang patut di acungi jempol, kesetiaannya terhadap kekasihnya yang kini berada jauh di Jakarta ternyata tak membuatnya melirik pria lain.
Betapa bahagianya memiliki mereka, kasih sayang kami tak ternilai harganya. Tak dapat dibayar dengan apapun juga, dan semoga semuanya kekal abadi selamanya.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kepergianmu

Air matamu mengiris hatiku halus
kuusapkan telapak tanganku ke wajahmu yang pucat
terlihat ketakutan kehilangan akan nafasmu
nafasmu yang mengalir dalam nafasku

Kubelai rambutmu dengan kelembutan angin malam
terasa getaran menyatu diujung jari-jari
tak kuasa menahan gejolak kasih
limpahan nuansa kejora malam yang tak bertepi

Tak akan kutinggalkan hatimu yang manangis pilu
telah terpatri janji pada kedalaman nurani
akan ikut menyatu kegalauan kasih dalam derita
meski kekuatan malam hendak meragas

Maafin mba ya de, mba lom bisa jadi kakak yang bae wat ade. Maafin juga karena mba lom bisa menuhin permintaan ade.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Qw benci cowok

Kenapa ya qw selalu di sakitin cowok, dari semua orang yang sayang sama qw Cuma ada satu orang yang ‘ga mengkhianati sayang qw. Dia adalah Adit, pacar pertama qw tetapi dia telah pergi 2 tahun yang lalu, dia membawa cinta untuk qw hingga ujung waktunya. Kenapa setelah Adit pergi, semua cowok yang hadir dalam hidup qw selalu mengkhianati kepercayaan yang qw berikan padanya. Apa adit ‘ga rela kalau qw membagi hati qw untuk orang lain………? Tapi kalau qw terus berlarut-larut dalam kesedihan, itu bukan yang terbaik dalam hidup qw, setahun setelah kepergian adit, qw baru mulai membuka hati qw untuk cowok-cowok lain. Setelah Adit, qw sudah pacaran 4x sampai saat ini, dari mantan-mantan qw hanya ada satu orang yang bisa bikin qw nangis, bikin qw ‘ga mau makan, bikin qw berantem ma ortu qw, dan bikin semua kejutan qw untuknya hanya sia-sia. Mantan qw itu bernama Oki Supanca, dia anak bekasi, entah kenapa aku sayang sama dia, dan dari semua mantan-mantan qw selain Adit yang bisa mengambil Hatiku hanyalah Oki, keluarga qw sebenarnya ‘ga setuju dengan hubungan qw dengan Oki, tapi qw coba membela oki di depan seluruh keluarga besar qw.

Tapi sekarang setelah qw tau kalau dia memilih wanita lain daripada qw, qw sudah mulai membencinya, kata teman-teman qw mereka paling takut jika qw mengucapkan kata “BENCI” karena kalau qw sudah membenci seseorang maka qw ‘ga akan memaafkan kesalahannya. Qw masih bisa menerima kalau oki mutusin qw lantaran oki sudah ‘ga sayang lagi sama qw, tapi qw ‘ga bisa terima kalau oki mutusin qw lantaran dia memilih cewek lain. Buat apa dia meminta waktu sebulan supaya oki belajar untuk sayang sama qw, kalau nyatanya oki lebih memilih wanita lain ketimbang qw. Di hati qw hanya tersisa kebencian, kebencian yang begitu besar untuk oki. Memang sebagian hatiku telah direnggut oleh oki, tapi qw juga ‘ga mau berlama-lama bersedih. Karena bagi qw bersedih untuk cowok itu ‘ga ada gunanya.

Ada juga seorang cowok yang sudah qw anggap sebagai kakak qw sendiri, dia malah membuat persahabatan qw hancur, semua itu gara-gara qw bilang sama teman-teman qw kalau hari sabtu qw ‘ga bisa masuk sekolah lantaran qw mau jalan ma kakak qw. Tapi, ternyata setelah qw ketemu dengan kakak qw dia malah menyuruh qw untuk sekolah dan menurunkan qw di tengah jalan begitu saja. Qw lebih memilih kalau kita ‘ga jadi ketemu daripada ketemu tapi hanya sebentar. Karena dia berjanji jika dia ga datang menemui qw maka dia akan membelikan qw HP, tapi kalau dia datang dia berjanji akan membuat qw lupa sama oki. Ternyata, qw tidak mendapatkan kedua-duanya. Tapi biar saja nanti janji dia, dia bayar di akhirat nanti, sampai kapanpun qw masih tetap menganggapnya sebagai kakak qw.

Buat Rio, makasih banyak km da hadir dalam hidup qw. Tapi, qw mohon jangan km gantungin qw donk. Qw bener-bener sayang sama km

Dipublikasi di Uncategorized | 22 Komentar

Cerita Menyedihkan

Aku kenal dengan oki sejak pertengahan November 2007, waktu itu aku kenalnya di chat mIRC, dulu ketika aku mulai-mulai chat dengan oki, aku pikir oki anak yang baik, alim, pokoknya perfect banget dech di mata aku. Akhirnya pada akhir bulan November aku menyatakan rasa kagum, dan sayang aku sama oki, aku pun tidak tahu kenapa aku bisa sayang sama oki, sampai sekarang pun aku tidak tahu apa jawabannya…? Akhirnya tanggal 4 Desember 2007, aku mendatangi rumahnya tanpa konfirmasi dulu dengan oki. Aku sampai dirumahnya siang hari jam ½ 2, aku baru bertemu dengannya sekitar pukul ½ 4 setelah oki pulang sekolah. Karena aku harus bertanya lansung sama oki tentang masalah hubungan aku sama dia, akhirnya hari selasa, 4 Desember 2007 adalah hari resmi jadian aku sama oki. Dua minggu setelah tanggal 4, akhirnya aku memutuskan untuk bertemu dengannya. 20 Desember 2007, tepat dimana semua orang muslim merayakan ibadah Idul Adha. Tapi sayang, jauh-jauh aku kesana aku hanya bisa bertemu dengannya ga lebih dari 1 jam, tapi it’s OK lah. Aku masih bisa ngertiin dia, 2 Minggu kami ‘ga ketemu, kami hanya bertemu di telpon pada 4 Januari 2008 untuk menanyakan jadi atau ‘ga nya dia ke rumah aku.

 

6 Januari 2008, aku dengan Alya (temenku) menjemput Oki di rumahnya dibilangan Bekasi, aku senang dia bisa nepatin janjinya untuk main kerumahku. Aku sampai dirumah sekitar pukul 6 sore, memang sie aku lebih sering ninggalin oki, karena kesalahan itulah akhirnya oki dekat dengan Alya, ada yang belum oki certain ke aku tapi dia menceritakannya pada Alya. Aku tuh udah mulai jealous, oki bisa terbuka sama Alya, akhirnya aku di minta ke warung sama keponakanku. Setelah aku dari warung, Oki dengan Alya mereka langsung diam 1000 bahasa. Sontak kan aku kaget dan bertanya:

 

“Ya, ada apaan sie….? Koq jadi diem” tanyaku ke Alya

“Ga ada apa-apa koq wie” Jawab Alya

 

Tiba-tiba tercipta kebisuan di antara kami bertiga

 

“Beibz, aku pulang aja ya……..?” Ujar Oki

“Ya udah kalo mau pulang” Ucapku seraya keluar pintu rumah

 

Oki dan Alya pun mengikuti ke luar rumah sampai tiba-tiba Oki bertanya :

“Beibz, aku mau Tanya Apa kamu pernah bohong sama aku……?” Tanya Oki

“Ga, aku ga pernah bohong sama kamu” Jawabku

“Masalah kamu di duain sama mantan kamu…….?” Tanya Oki

“Udahlah ga usah bahas mantan ku lagi” Pintaku

“Beibz, aku mau jujur sama kamu, setelah aku ngejalanin hubungan selama 1 bulan sama kamu, aku tuh belom bisa saying sama kamu” Ujarnya

 

Aku kaget mendengarnya, tiba-tiba air mataku jatuh. Hati ini rasanya sakit banget, kenapa aku bisa jujur sama orang, tapi harus di bales dengan kebohongan. Akhirnya Alya ngasih jalan keluar, dia minta sama Oki untuk belajar sayang sama aku sebulan lagi. Aku ga ngasih jawaban apapun sama Oki, Oki pulang dari rumahku jam 12 malem, akhirnya tanggal 7 Januari 2008, aku memutuskan untuk menemuinya dirumahnya.

“Aku nanya sama Oki, Gimana nie ki, hubungan kita………?” Tanyaku

“Ya, aku kan minta jawaban sama kamu” Ujarnya

“Kalo untuk saat ini jujur beibz, aku belum bisa sayang sama kamu” Ujarnya

“Kasih waktu aku seminggu lagi untuk memikirkan semua ini. Kalo udah nanti aku ngabarin kamu, apapun jawaban dari aku.” Ujarnya

“Lagi pula pengorbanan kamu juga ga seberapa” Ucapnya lagi

 

Aku kaget mendengarnya, ternyata dia menilai seseorang dengan pengorbanannya, Bukan melihat dari hatinya. Kalo ngomongin pengorbanan, pengorbanan aku lah yang paling besar, bayangin aja aku udah nyari-nyari studio J-Rocks untuk meminta tolong agar mau menemui Oki, dan aku juga udah memesan bangku di salah satu Restoran untuk aku dinner dengannya. Tapi apa? Pengorbanan aku ga ada gunanya di mata Oki, aku sengaja ga bilang sama Oki mengenai rencana ini, aku hanya memberitahu kalo aku punya kejutan untuknya. Karena aku ga mau kebaikanku, aku umbar-umbar di depan orang banyak. Aku ga mau menyombongkan diri, jujur aja baru 2 cowok yang bisa mengambil hatiku yaitu Afri dan Oki. Hanya 2 orang itu yang mampu dan bisa hadir dalam mimpiku.

 

Buat Oki kalau kamu sudah baca ini, tolong kamu kasih kejelasan status buat aku. Mungkin aku memang cewek bego dan goblok karena aku bisa langsung cinta sama kamu, cowok yang belum aku kenal sepenuhnya. Pesen aku jaga Cherry baik-baik, dan kasihlah dia perhatian dengan sepenuh hati kamu.   

Dipublikasi di Uncategorized | 45 Komentar

Tambatan Cinta

Kutaruhkan sebuah nama di hati

Bingkisan rindu untuk kasih

Kupersembahkan untuk cinta

Tak pernah kandas……….

Banyak cinta menyapa

Kadang angin tak merasuk hatiku

Hanya sekedar buaian kata-kata

Ku tak peduli……

Kini ada untuk tujuan pasti

Puing-puing keruntuhan batin

Menegakkanku karena cinta

Menertawakanku dalam

kehidupan

Tiada menyangka……..?

Semua yang kucintai……..

Akan bahagia dalam pelukanku

Meski aku harus menangis

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Mengapa…………..?

Mengapa aromamu terhiup di nafasku……………?

Mengapa tak satupun memikat diriku kecuali dirimu………?

Mengapa aku tak bisa mengganti dirimu dengan dirinya…………..?

Mengapa wangi yang kau titipkan masih melekat di jiwaku………?

Mengapa pikiranku selalu kembali padamu………..?

Mengapa dadaku berdebar ketika kau menatapku…………?

Mengapa kau tak membriku isyarat harus terus atau menyerah……..?

Mengapa hembusan angin menuntun kearahmu……….?

Mengapa kemanapun kuterbang selalu kembali padamu………?

Jangan biarkan aku dalam ketidakpastian

Mengapa semua merasa menyakitkan……….?

Mengapa aku yang tidak tahu diri, tenggelam dalam mimpi disiang hari

 

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kisah Jadianku

Kemarin tepat tanggal 12 November 2007 aku jadian sama seorang cowok yang baik hati, seiring dengan kehidupanku dengan kekasihku yang baru, itu berarti berakhir pula kehidupanku dengan Angga. Kekasihku yang baru itu bernama Riqo, dia anak Bekasi, aku mengenalnya ketika aku chat di mIRC, entah kenapa aku bisa suka dan sayang sama dia. Mungkin karena aku sudah bosan dengan Angga, dan juga karena Angga sudah memiliki kekasih yang baru selain aku. Entah kenapa Angga berani selingkuh di belakangku…………? Akupun tak tahu dan juga aku tak ingin mengambil pusing. Aku berpikiran kalau cowok di dunia ini banyak ga hanya Angga, dan masih banyak pula yang sayang sama aku.

 

Sekarang aku ingin membuka lembaran baru dengan Riqo, sosok cowok yang baik, pengertian, sayang, dan dewasa. Memang aku dan Riqo belum pernah bertemu, tapi aku ingin memintanya untuk datang kerumahku hari Minggu besok, Karena selain di rumahku ada acara dan aku juga ingin memperkenalkannya dengan keluargaku. Riqo itu lulusan salah satu pesantren di Daerah Jombang, Jawa Timur. Sekarang aku hanya ingin memikirkan Pelajaran sekolah dan Riqo, Hidupku sekarang berubah semenjak kehadiran Riqo, Riqo merupakan Hidayah yang Allah SWT berikan kepadaku, karena semenjak kehadiran Riqo aku jarang sekali tidur malam, dan aku ‘ga pernah Absen dari yang namanya beribadah. Sekarang akupun sudah rajin untuk membaca Al-Qur’an, Oh iya, aku juga mulai rajin untuk melaksanakan Shalat Tahajud, Aku bersyukur karena aku telah mendapatkan Hidayah yang begitu besar dari Allah SWT.

 

Riqo hanya kaulah yang ada di hidupku, engkaulah belahan jiwa yang selama ini Ade cari, Ade janji sama Ayank kalau Ade ingin menjadi pacar yang baik, setia, perhatian, dan Ade ‘ga akan selingkuh seperti mantan Ayank. Oh iya satu lagi yang mesti Ayank tau, kalau Ade bukan tipe orang yang akan melakukan kesalahan untuk yang ke-2 kalinya. Ayank, Ade mau tanya sama Ayank. Ayank mau kan terima Ade apa adanya………..?. Ayank, Ade mau bilang Terima Kasih banyak karena Ayank bersedia mengisi kekosongan dalam hati Ade, Ade ‘ga akan sia-sia in Ayank, Ade akan berusaha menturuti apapun permintaan Ayank, tapi jika permintaannya masih dalam jalur yang diberkahi Allah SWT. Ayank, kenapa ya…………..? di dalam pikiranku selalu ada Ayank dan di hatiku selalu mencemaskanmu……………?. Mudah-mudahan hubungan kita bisa bertahan lama, dan jika Allah meRidhoi hubungan kita, Ade ingin bisa bersanding di pelaminan bersama Ayank.

 

Nb :

Buat Ayank, walaupun hubungan kita diisahkan oleh jarak yang jauh. Ade ingin kalau hubungan kita di hiasi dengan kejujuran, kepercayaan, dan saling mengerti satu sama lain, Ayank harus yakin kalau di hati Ade hanya ada Ayank seorang.

 

 

 

 

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

Thanks a lot

Kau jadikan hidupku lebih berarti

Saat kau hadir, kaulah penerang dalam gelapku

Menuntun langkahku

Terima kasih atas semua yang kau beri untukku

Aku tak tau apa yang terjadi

Bila kau tak ada disisiku

Kau lah penerang gelapku, menghiasi hariku

Karena kau aku bahagia dan tertawa

TERIMA KASIH atas segalanya

Dwie sayang kalian semua ‘kaka-kaka’ di MQ chat dan DUDUNGER     

 

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

TEMAN

Mungkin aq bukan teman yang baik yang di cari selama ini

Bukan teman yang bisa di andalkan

Mungkin juga yang tak punya banyak waktu

Tak bisa menemani dan mendampingimu selalu

 

Masih banyak kesalahan yang ku perbuat selama menjadi temanmu

Masih banyak kekuranganku selama ini…..

Walau qta jauh_ kamu akan selalu ada di hati

Kapan pun, dimana pun…..

 

Terima kasih teman

Kau mau menerima keterbatasan ini, dan

Terima kasih pula karena kau mengizinkanku menjadi temanmu

Maaf kalo selama ini selalu membuat kamu sakit hati

 

I LOVE U My Friend

 

Puisi ini ku buat khusus Mba Anggin yang ada di kaltim, walau kita jauh tapi kita akan selalu merasa dekat karena ‘dede’ sudah menaruh nama ‘kaka’ di hati dwie yang paling dalam. Kita harus yakin bahwa kita suatu saat akan bisa bertemu, entah kapan ‘dede’ ‘ga t au, ka. Moga-moga saja Allah menakdirkan kita untuk bisa bertemu.

 

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

SURAT DARI AYAH……..

Jakarta, 10 September 2005

Anakku dwie

Di Kamar Bobo

 

            Assalamu’alaikum Wr Wb

 

Hai anak ayah yang manis, pinter, baik, pa kabar nie…..? Mungkin pas ade terima surat dari ayah, ayah sudah ‘ga ada di dunia ini lagi. Ada satu hal yang mesti ade paham dan ade tau kalau ayah sudah memaafkan ade,  ade ‘ga perlu memikirkan pandangan kakak dan adik ade, ade ‘ga perlu merasa bersalah karena kepergian ayah, ayah pergi karena sudah merupakan takdir Allah, takdir itu tidak ada yang tau dan tidak bisa pula untuk di tolaknya.

 

Ayah sayang banget ma ade, ade harus bisa merubah sikap dan perilaku ade, ayah tau ade ngelakuin itu dalam keadaan tidak sadar, itu terjadi karena rayuan setan bukan kemauan ade, satu hal yang ayah pinta dari ade, jangan di ulangi lagi kejadian seperti itu, kalau ade ngulangin lagi berarti ade sudah bikin ayah sedih, ade ‘ga mau kan bikin ayah sedih di kuburan……..? Ayah tau ade pasti bisa nurutin permintaan ayah, karena ade ini kan anak yang pintar dan rajin shalat, jangan lupa nanti kirim do’a ya buat ayah, walaupun ayah sudah ‘ga ada lagi di dunia ini tapi ayah akan selalu ada di hati ade.

 

Oh iya, ayah denger dari angga katanya ade mau jadi Penulis, ya……….? Ayah akan dukung ade, apapun yang ade lakukan asal dalam perbuatan yang baik. Apa sih alasan ade ingin jadi Penulis…………? Kenapa ade ‘ga jadi guru Matematika…? Karena matematika kan pelajaran yang paling ade suka, ade sama kaya ayah makanya ayah jadi arsitek, ayah males kalau jadi guru karena ayah ‘ga PD ngomong di depan kelas, hehehe.

Ade maafin ayah ya, karena sudah memaksakan kehendak ayah, ade harus masuk SMK, padahal ayah tau banget kalau ade mau masuk SMU, ayah cuma mau ade setelah lulus bisa langsung kerja nanti kalau ade mau kuliah ade kan bisa kuliah malem. Ade mau kan maafin ayah, maafin ayah juga karena ayah membiarkan ade diangkat oleh keluarga angkat ade, maafin ayah karena ‘ga bisa jadi ayah yang baik buat ade.

 

Satu pesen ayah, ade jangan kabur-kaburan ya………? Ayah ‘ga suka ade kabur-kaburan, kalau ada masalah cerita ma angga atau pacar ade. Oh iya, ngomong-ngomong pacar, ade harus bisa membuang cinta ade sama adit, karena ayah tau seberapa besar cinta dan sayang ade sama adit, cobalah ade belajar membuka hati ade untuk orang lain, banyak di sekeliling ade yang sayang ma ade terutama angga, ayah setuju koq kalau ade sama angga. Ayah pikir cukup sekian surat dari ayah, ade jangan bandel ya, dengerin nasihat angga. Ayah akan selalu hadir dalam mimpi ade, kalau ade kangen ma ayah ade baca aja surat dari ayah dan perbanyak berdo’a dan membaca Al-Qur’an.

 

       Peluk cium dan sayang

 

 

 

Ayah

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar