Menu
Topics
Archives
Meta
Dipublikasi di Uncategorized
Tinggalkan komentar
9k Kuat
Muph semua’a, q 9k kuat kalo harus menyelesaikan Cerpen Belum Selesai. Q 9k kuat mengenang Awwal ketemu ma adith, n qt pacaran, tyus adith harus meninggal karena sebuah kecelakaan.
Kalo mau tau selanjutnya add ym q aja di dwie_cinta_afrie@yahoo.com or hub Q di 02136376616 atau 02132036186
Thanks semua
Dipublikasi di Uncategorized
1 Komentar
Buat Mantan” qw
Qw sempat senang karena kalian pernah mengisi ruang di hatiku, walau pun sesaat dan menyakitkan. Q bahagia karena qw pernah memiliki kenangan bersama kalian semua.
Kini, qw sudah cukup senang dan bahagia atas kehadiran cwo qw yang sekarang, maafkan qw bilang qw harus pergi jauh dari kalian semua, karena kenangan kalian sangat menyakitkan untuk di ingat. Satu hal yang qw minta, Maafkan semua kesalahan qw baik yg di sengaja ataupun tidak.
Dipublikasi di Uncategorized
5 Komentar
Ahmad Aminudin Ludfi
Aii, ta thayank aii
Ta cnen9 bhanet sa jd cwe aii, ta baha9ia aii.
Ta mau aii selalu ada di hati ta, di samping ta ya aii?
Aii itu baek bhanet ma ta, aii perhatian, py yang ta kesel kunava c aii mestickula malem kn qt ga sa xmxn lama” aii. Py ta n9alah y9 penting aii lulus, na aii sa nyusul ta ke jakarta, ta anen bhanet ma aii, ta mau jalan” ma aii. Aii cepet” ke jakarta yua? Yar qt sa ktmu mulu. Key Aii Thayank qw
Ta Luph Aii 4ever
MmmmUuuuAaaaCcccHhhh
Dipublikasi di Uncategorized
Tinggalkan komentar
Cerpen beLum Selesai
Nama ku Dwi, ku orang yang jail, baek, enak di ajak ngobrol, tapi ku orang yang gampang marah jika diriku di hina. Ku masih duduk di bangku SMP di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan. Ku mempunyai 4 orang sahabat, yaitu Ria, Umi, Fatimah dan Anang. Ria adalah seorang cewek yang gampang di godai, secara fisik Ria itu cantik, berambut panjang, baik, tapi dia sangat minim pengalaman berpacaran. Umi adalah seorang cewek yang serius, gak bisa di ajak bercanda, n orang’a kesinggungan, maka’a Anang jarang bahkan ga pernah godain Umi. Fatimah sama kaya Umi, orang’a gampang banget kesinggung tapi Fatimah asyik di ajak ngobrol, nyambung, dan bisa lah di ajak bercanda walaupun jarang. Nah kalau Anang, anak yang super jail, lucu, asyik, itulah yang kami suka dari Anang.
Di Kelas
Pukul 06.45, ku baru sampai di sekolah. Ketika ku masuk ke dalam kelas, ku mendapati teman-temanku sedang membicarakan seorang murid yang baru di sekolah kami dan duduk di salah satu kelas yang ada di sekolah kami. Aku pun langsung menuju tempat duduk ku, tak lama ku duduk, Anang menghampiriku dan langsung duduk di bangku sebelahku.
“Koq baru nyampe, wie……?” Tanya Anang
“Lah kan emang biasanya ku datang jam segini kalo ga ada jadwal piket” Jawabku
“Oh ya wie, loe udah liat anak baru yang lagi booming, belum…..?!” Ucap Anang sambil melihat ke wajahku.
“Belum, mang apa pentingnya buat ku?!” Tanya Ku pada Anang
“Ya, coba aja kamu liat. Dia duduk di kelas 2-5, namanya Adith, orangnya ganteng wie, py lebih ganteng gw dari pada Adith” Ucap Anang dengan PD-nya.
“Lu mau ngeliat Adith ga wie? Klo mau ayo gw anterin. Cepetan, tar keburu bel masuk bunyi!!!
Sebener’a ku males banget menemui’a, py demi sahabat apa salah’a sie?! Ku dan Anang pun mulai berjalan menuju kelas 2-5, kelas yang terkenal kebersihannya. Tak berapa lama Ku dan Anang pun sampai di depan kelas 2-5, betapa kagetnya aku ketika melihat cowok itu. Ku pernah bertemu dengannya (Adith), ketika Ku lagi beli buku di Mall Cilandak. Saat Ku sedang mengingat-ngingat memory bertemunya Ku dengan Adith, tiba-tiba bel masuk pun berbunyi, dan tanganku di tarik oleh Anang. Di dalam kelas ku tidak konsen dalam pelajaran, otakku berusaha mengingat-ingat waktu Ku bertemu Adith.
“Tok…tok…tok…” suara pintu berbunyi.
“Masuk aja” Teriak anak-anak.
“Muph, mau ngambil absent” terdengar suara laki-laki di depan pintu.
“Masuk aja, absennya ambil sendiri ma sekretarisnya tuh” Celetuk Hery
Suasana menjadi histeris ketika yang masuk dan mengambil absennya adalah Adith si anak baru yang lagi booming di bicarakan.
“Di mana ya, sekretaris’a?” Tanya Adith
“Tuh di belakang yang duduk sendirian” Sahut Hery
“Muph, boleh minta absennya?” Ucap Adith
Karena asyiknya Ku melamun, sampai-sampai Ku tak mendengar ada orang yang memanggilku. Ku tersadar ketika ada salah satu temanku yang melemparku pakai hapusan.
“Woy wie, kasih tuh absennya. Jangan lu ketekin terus” Ucap Kiki sambil diiringi ketawa anak-anak.
“Hah? Absen?” Ucap dwie karena kagetnya
Sontak tanganku mencari-cari absent yang di maksud, setelah menemukan’a dan ketika ku ingin menyerahkan absent itu kepada orang yang meminta, dan lebih kaget’a lagi ketika ku melihat yang meminta adalah Adith, dan Adith pun sampai bengong melihat wajaku.
“Kamu?” Ucap Adith sambil menunjuk tangan ke arahku.
Anak seisi kelas bertanya-tanya setelah tau bahwa Adith mengenali wajahku. Ku pun segera mencairkan suasana.
“Udah sana anterin dulu absennya nanti di omelin Guru Piket loh” Ujarku
“Ok! Thanks ya” Jawab Adith sambil berjalan keluar kelas
Tak berapa lama Adith keluar, teman-temanku pada mengerubutiku. Dan mereka bertanya : Dari kapan Ku mengenal Adith? Kenal Adith dimana? Koq bisa kenal Adith, gimana cara’a? dan berderet-deret pertanyaan yang diajukan kepadaku tentang Adith. Ku hanya bisa menjawab “Rahasia donk, mau tau aja urusan orang”, palaku langsung di jitak oleh teman-temanku. Sedangkan sahabatku malah tertawa-tawa melihat palaku habis-habisan dijitakin anak-anak sekelas.
Setelah menunggu hampir 3 jam, suara bel pun berbunyi yang menandakan bahwa jam pelajaran telah selesai, dan waktunya anak-anak pulang. Ku dan sahabat-sahabatku pulang belakangan, karena ku malas kalau harus berkerumunan sama anak kelas 1, 2, dan 3. Bayangin aja berapa penuhnya jika kelas 1, 2, dan 3 itu ada 8 kelas masing-masing dan 1 kelasnya itu ada 40 siswa, beratus-ratus anak yang ingin memakai tangga. Setelah yakin kalau sebagian anak udah pulang, aku dan sahabat-sahabatku baru keluar kelas dan ke kantin untuk membeli es teh susu kesukaan kami. Saking enaknya, ku menikmati es teh susu dan siomay ku tak sadar kalau Adith menghampiriku.
“Hai, pa kabar?” Tanya Adith
“Apa? Kabar bae koq” Jawabku terbata-bata
“Oh ya, namaku Adith. Nama kamu siapa?” Tanya dia sambil memberikan tangannya padaku.
“Namaku Dwie” Jawabku singkat
“Btw thank’s yua, c0z waktu itu kamu udah memberikan kamus’a padaku” Ujarnya
“Sama-sama, nyantai aja kali. Oh ya, sampai lupa. Kenalin nych mereka sahabat” ku, nama’a Ria, Umi, Fatimah, dan yang paling cantik sendiri adalah Anang” ucapku sambil di iringi tawa sahabat” ku.
15 menit kemudian ku dan sahabat” ku pulang, ku pun berpamitan pada Adith.
“Ku bakil duluan yua, dit.” Kataku sambil berdiri
“Ku anterin yua? Please mau, yua?” Pintanya penuh harap.
Ku pun memandangi sahabat” ku dan meminta jawaban dari mereka, sahabatku pun menganggukan kepalanya, yang mengisyaratkan kalo mereka mengijinkan ku pulang dengan Adith.
“Ok! Ku mau pulang sama kamu.” Jawabku
“Thank’s yua semuanya” Ucap terima kasih dy ke teman” ku.
“Ya udh sana, py langsung anterin pulang. Awas klo di ajak jalan dulu” Ancam Anang
“Beres b0z, kita duluan yua?” Ucap Adith pada sahabat” ku.
Selama di perjalanan Ku diam seribu bahasa, Adith pun konsen ke Jalanan, Adith paling ga suka kalo di ajak ngobrol saat mengendarai motor. 20 menit kemudian ku pun sampai di rumah, dan mengajaknya masuk dulu ke rumah ku. Py dy menolak dan dy langung pamit untuk pulang. Setelah Adith sudah jauh meninggalkan rumahku, Ku pun langsung masuk ke dalam dan mengganti bajuku, lalu makan dan istirahat sebentar sambil mengingat-ingat pertemuanku dengan Adith.
Pertemuanku dengan Adith berawal Seminggu yang lalu. Ketika Ku sedang jalan” ke Mall Cilandak bersama kakak dan sepupu ku. Seperti biasanya, sesampainya di dalam Mall Ku pun langsung menuju Toko Buku, Aku berpisah dengan kakak dan sepupuku dan berjanji ketemu 2 jam lagi di KFC. Setelah berpisah Ku pun langsung menuju ke Tobuk Kharisma, dan mencari-cari Buku Matematika Terbaru, mataku mulai mencari buku apa yang ingin ku beli. Ketika Ku ingin mengambil buku itu, tiba-tiba ada seorang cowok yang ingin mengambil buku itu juga, Ku pun berebutan buku dengan cowok itu, hingga akhirnya kami pun memutuskan untuk bertanya pada karyawan Tobuk tersebut, apakah buku yang ingin kami beli masih ada stok lagi. Dan sialnya buku itu tinggal satu” na, setelah ku melihat wajah cwo itu yang memelas, Ku pun tak tega melihatnya dan memberikan buku itu kepada dy (cwo itu). Cwo itu pun langsung mengucapkan terima kasih dan langsung pergi meninggalkanku.
Dari pada Ku pulang dengan tangan kosong, Akhirnya Ku pun memutuskan untuk membeli n0vel, yua untuk menambah koleksi n0velku aja. Setelah Ku menemukan n0vel apa yang ingin Ku beli, Ku pun menuju kasir dan membayar sejumlah harga yang tertulis pada buku tersebut. Lalu Ku mengambil handphone di kantong celana, dan memencet numb kk qw.
“Halo, ka di mana?!” Tanya ku
“Di Valus nych, kenapa?” Ujar kakak sambil bertanya pada Ku.
“Yua udh, wie ke Valus dweh! Tunggu, awas jangan kabur loch” Ucapku
“Yua, ade ku sayang” Jawabnya mengakhiri percakapan.
Tak berapa lama ku sampai di Valus, kami pun berencana untuk makan di KFC. Yua tempat kesukaan aku dan kakak kalo mau makan, kita lebih suka makan di KFC dari pada MC Donald. Kami pun mencari tempat duduk yang di pojok dan untuk 4 orang, setelah kami menemukan tempat duduk’a, lagi” aku juga yang disuruh memesan makanannya 4 Paket Panas. Ku pun berjalan menuju Kasir, untuk memesan 4 Paket Panas dan 2 Kentang. Ketika ku sedang mengantri, ku di serobot sama seorang cwo, dan setelah ku liat eh ternyata tuh cwo sama yang nyerobot buku yang mau ku beli. Akhir’a ku ngalah sama dy, dan membiarkan dy memesan makanan’a duluan. Ku pun memesan makananan ku, dan membawanya ke tempat duduk ku. Setelah makan kami pun memutuskan untuk pulang, supaya ga kesorean dan ga di omelin sama bonyok
Dipublikasi di Uncategorized
3 Komentar
To Aa (Marfianta Nugraha)
Bagi siapa pun yang merasa memiliki nama tersebut qw ingin mengatakan bahwa qw sayank and cinta banget ma dy. Mav-in dD cz dD da bikin Aa susah, sedih, dD cuma bisa bawa masalah dalam hidup Aa, jujur ja dD ngerasa kesepian di humz, ga da tempat buat dD curhat, ga da yang sayank ma dD, ga da yg perhatian ma dD, semua orang di humz pada egois, pada mentingin diri-sendiri.
dD seneng karena dD punya pacar yang sayang banget ma dD, py kadang Aa egois, ga bisa ngertiin dD, Aa ga tau apa yang dD mau.
Dipublikasi di Uncategorized
Tinggalkan komentar
RockYou Rocks.
My favourite guitarists:
[rockyou id=122466662&w=426&h=320]
Dipublikasi di Uncategorized
Tinggalkan komentar
Temen baru nie
Duch senengnya qw bisa kenalan ma Denis, Denis adalah adiknya mba Rey. Usia denis sama dengan qw, sama-sama masih duduk di kelas 3 SMK, tapi kita beda sekolah. Denis skul di SMK 1 Tangerang sedangkan qw di SMK YPR. Banyak yang ga tau sekolah qw, maklum sekolah swasta di deket-deket kampong (hehehe, peace pak,,, peace…) tapi, qw juga bangga koq skul di sana, selain qw mendapat ilmu yang bermanfaat untuk qw, qw juga mempunyai teman-teman yang baiiiiiiiiiiiiiik banget.
Oh ya, kalian jangan pada ngaco yha, denis itu seorang perempuan loch. Bukan seorang laki-laki seperti di film Cinta Suci (hehehehe, afwan Denis), jadi sebelum kalian mengira kalo Denis itu cowok lebih baik qw kasih tau kalian dulu, dari pada kalian mengira-ngira yang ‘ga jelas juntrungannya dan malah menambah dosa, lebih baik kan qw kasih tau dari awal. Qw seneng bisa mempunyai temen-temen yang lain daerah dengan qw selain itu qw juga bisa bertukar pikiran dengannya. Thank’s yha Denis, loe udah ngembaliin inspirasi gw lagi, jujur aja yach hampir sebulan ini gw ‘ga ada inspirasi buat nulis, nulis catetan aja ga mau apalagi bikin cerpen yha…………?
Dipublikasi di Uncategorized
4 Komentar
Senengnya Ketemu Mbak Jaya
Hari terindah yang ‘ga mungkin bisa dwie lupain coz hari itu adalah hari pertama kali dwie ketemu sama mba Jaya. Mba Jaya adalah temen chat dwie di YM, dwie seneng banget bisa ketemu mba Jaya coz dwie juga dikenalin sama temen-temen mba jaya yang sama baiknya dengan mba Jaya. Jadi, dwie ‘ga merasa kesepian lagi dech, ‘ga bingung-bingung kalo mau curhat sama siapa…?. Walaupun di rumah ‘ga da yang mau dengerin dwie curhat tapi masih ada anak-anak BL yang mau dengerin dwie curhat.
Thank’s banget yha mba Jaya, sekarang dwie udah punya banyak temen seperti mba Indah (mba Indung, hehehe), mba Dwi Agustina, mba Atin, mba Nana, mba Wahyu, mba Okki, mba Susi, mba Viena, mba Rey, mba Dhita, mba Pipit, Tantri, Yuli, Yani, etc aja kali yach. Afwan ga hapal semuanya nie.
Pesen-pesen dwie buat:
Ø mba Jaya : Jangan sampe lupa makan, Jangan sampe telat shalat subuhnya, kalo malam jangan sampai kebanyakan ngemil mulu.
Ø mba Indung : Kapan nie mau ngajarin dwie pakai kerudung yang pakai peniti
Ø mba Rey : Siap bos, ada lagi ‘ga yang di pesen………?
Ø mba Okki : Resep kuenya tar dulu yha, masih dalam penulisan.
Ø mba Viena : Makasih yha mba atas semua saran-sarannya. Dwie akan selalu ingat kata-kata mba
Ø mba Dwi : Selalu semangat yha dalam menjalani semua aktivitas kampusnya, jangan lupa bagi-bagi ilmu ke dwie juga yach (huh, dwie manggil dwie) hehehe J
Ø Tantri : Jangan pegang leher aku lagi ya ukhti. coz trauma kalau lehernya di pegang
Ø Yuli : Thank’s yha tas bajunya, nanti klo wie kesana wie balikin dech.
Buat yang belum disebutin maaf yha coz bingung mau nulis apa. Thank’s mba Jaya udah mau jadi kakak dwie.
Dipublikasi di Uncategorized
1 Komentar
Dwie, MY SiSTeR ???
Namaku Dwie. Ya, itulah nama yang tertera pada cincin yang aku pakai saat aku ditemukan di depan panti asuhan “Kasih Ibu”. Ibu Maya yang menemukan aku berada di depan pintu panti. Ketika aku bayi, hanyalah cincin itu yang menemaniku. Sebenarnya yang tertera di cincin itu ada dua nama yaitu Rio dan Dwie. Mungkin kedua nama itu adalah nama orang tuaku. Karena itulah, ibu Maya memberi namaku Dwie.
Usiaku sudah 18 tahun. Di panti, akulah anak asuh yang tertua. Pekerjaanku membantu mengasuh anak-anak panti yang usianya jauh lebih muda daripadaku mungkin sekitar 2-8 tahun. Ibu Maya cukup tua, beliau tidak punya anak. Jadi, akulah yang membantu beliau mengasuh adik-adik panti. Ibu Maya sudah kuanggap ibuku sendiri, Ibu Maya pun juga menganggap demikian.
Tiba pada suatu hari, aku ingin mencari orang tua kandungku. Ibu Maya berat hati untuk melepas kepergianku. Paling tidak, aku hanya ingin tau siapa orang tuaku yang sebenarnya. Meskipun dengan berat hati, Ibu Maya akhirnya melepasku untuk pergi. Keesokan harinya aku pergi bertualang menuju kota kecil bernama Karang Anyar. Di sana begitu ramai, orang-orangnya ramah. Karena di sana aku tak kenal siapa-siapa, untuk itulah aku berusaha mencari tempat tinggal dan pekerjaan.
Akhirnya aku menemukan tempat tinggal yang cocok untukku. Hanya ada satu kamar, satu kamar kecil, dapur dan ruang tamu. Sewa rumahnya mungkin agak mahal, tapi tidak masalah yang penting aku punya tempat untuk berteduh. Aku pun juga dapat pekerjaan menjadi pelayan di sebuah cafe. Gajinya lumayan besar. Itu pun cukup untuk membayar sewa rumah, makan selama sebulan, dan membeli kebutuhan yang lain.
Bila aku bekerja lembur, bosku akan memberi tips yang lumayan besar untukku. Hal itu karena, cafe milik bos tak pernah sepi akan pengunjung. Cafe itu penuh dikunjungi anak-anak muda di Karang Anyar. Apa boleh buat, Hari ini aku kerja lembur. Mutia, rekanku kerja sakit. Jadi, akulah yang menggantikannya lembur dan membersihkan kafe setelah tutup. Ko, teman-teman memanggilnya. Dia juga bekerja di kafe, tapi dia di bagian bar tender. Wajahnya sangat tampan. Gadis-gadis yang memesan minum padanya tak pernah beranjak dari hadapannya. Ya, kuakui Rio memang patut digandrungi para gadis-gadis.
Malam itu, setelah kafe tutup. Tinggal aku dan Rio. Setelah selesai membersihkan kafe, aku pergi pulang. Saat itulah, Ro menyapaku. Kami memang tak pernah akrab. Jadwal kami bekerja berbeda, aku siang hari sedangkan Rio pada malam hari. Malam itu, kami berbincang-bincang. Senang rasanya bisa berkenalan dengan Rio. Orangnya ramah, humoris dan hmm… menyenangkan. Rio tau cara menyenangkan gadis saat di dekatnya. Aku sudah hampir sampai rumah. Rio mengantarku sampai depan gang. Sungguh malam yang indah, pulang kerja pulangnya ditemani seorang bar tender yang keren.
Dua hari yang melelahkan, aku kerja lembur terus untuk menggantikan Mutia. Bos memberikan cuti padaku selama tiga hari plus tips selama aku lembur. Inilah saatnya aku pergi berbelanja untuk membeli perabotan rumah. Maklum, semenjak aku kerja. Di rumah tak ada apa-apa. Hanya sebuah kasur dan bantal saja. Akhirnya, aku pergi ke toko untuk membeli peralatan yang aku butuhkan dengan gaji yang aku peroleh selama ini. Saat memilih-milih barang, aku tak sengaja bertemu dengan Rio. Entahlah apa yang dilakukannya. Kemudian aku menyapanya.
“Hai, Yo ! Lgi ngapain ?”
“Hai juga, Dwie ! Nih lagi cari barang-barang antik. Kamu sendiri lagi ngapain ?”
“hmm… aku lagi cari perabotan rumah tangga. Ya maklum, sejak tinggal di sini di rumah hanya ada kasur dan bantal saja. Udah dapat apa yang kamu cari ?”
“Sudah sih, tapi harganya terlalu mahal untuk barang seperti itu. Kamu mau aku temenin pilih-pilih barang ?”
“Hmm… kalau kamu memaksa… bolehlah …”
Siang itu, aku dan Rio pergi berbelanja. Dia memberi saran padaku sebelum membeli perabotan. Fiuuhh.. hari yang panas, Rio mengantarku sampai rumah. Dia membantuku menata perabotan-perabotan yang telah aku beli tadi. Cukup melelahkan. Sebagai imbalan, aku memasak sedikit kudapan dan puding. Saat menikmati hidanganku, Rio terlihat aneh. Dia seperti mengenal masakan yang telah kuhidangkan. Rio bilang, masakanku seperti masakan ibunya. Rasanya seperti ada kehangatan dan dibuat dengan penuh cinta. Rio mengada-ada saja.
Setelah menghabiskan hidanganku, Rio pamit pulang. Dia bilang bahwa Sabtu nanti mau mengajakku pergi mengelilingi kota. Aku iyakan saja ajakannya. Soalnya, semenjak di sini aku tak pernah kemana-mana. Akhirnya Sabtu yang dinanti telah tiba. Rio datang dengan busana rapi. Dia terlihat sangat tampan malam itu. Jantungku jadi berdetak sangat cepat. Malam itu, Rio mengajakku berkeliling tempat-tempat indah di Karang Anyar. Aku jadi sangat terhibur dengan kehadiran Rio. Aku merasa sangat dekat dengan Rio. Entahlah, ada semacam rasa aneh, rasanya aku pernah mengenal Rio sebelumnya.
Kami berbincang-bincang sangat akrab. Rio bertanya tentang keluargaku. Aku menjawab bahwa aku tidak tau orang tuaku sendiri, aku mengatakan yang sebenarnya bahwa sejak bayi orang tuaku menitipkanku di panti asuhan. Kebetulan Rio bercerita bahwa dia punya adik perempuan yang telah sekian lama hilang karena diculik. Kata Rio, penculik itu mengirim adiknya untuk dijual ke luar negeri. Sampai kini pun, keluarga Rio berharap bisa menemukan adiknya. Meskipun harapan itu sangat tipis, tapi Rio percaya bahwa adiknya masih hidup. Mungkin usianya hampir sama denganku. Hingga akhirnya, Rio merayuku untuk jadi adik angkatnya dan aku hanya tersenyum manis untuk menjawabnya.
Sabtu malam, malam yang indah dan panjang untuk kami habiskan berdua. Tengah malam, aku baru diantar pulang oleh Rio. Rio memberikan kecupan hangat di keningku sebagai tanda terima kasih karena mau menemaninya. Sungguh manis, Rio memberikan hadiah sabtu malam yang spesial untukku. Hal itu membuatku tidak bisa tidur semalaman, hingga keesokan harinya aku sakit karena kurang darah dan flu. Rio sampai bela-belain menjengukku sepulang kerja, membawakan makanan dan obat-obatan. Sampai larut malam, Rio menjagaku. Hingga akhirnya ia terpaksa menginap di rumahku sampai aku sembuh.
Pada saat aku terlelap, Rio memegang tanganku. Saat itulah, ia melihat cincin yang bertuliskan nama RIO & DWIE. Rio sempat terkejut. Cincin itu, sama dengan cincin pemberian orang tuanya. Cincin yang dimiliki Rio tidak dipakai dijari melainkan ia kalungkan, sehingga cincin itu tak tampak oleh bajunya. Rio masih bertanya-tanya dalam hatinya, ada hubungan apa antara aku dan Rio dengan cincin yang kami miliki.
Saat aku terbangun dari tidurku, Rio menanyakan keberadaan cincin tersebut. Ya aku jawab bahwa cincin itu adalah peninggalan orang tuaku saat menititipkanku ke panti. Ibu panti tak tau harus memanggilku apa, akhirnya ibu panti memilih salah satu nama yang tertera pada cincin itu. Satu pertanyaan Rio sudah terjawab. Lalu, Rio menanyakan padaku bahwa apakah aku tau nama panjangnya. Aku menggeleng tanda bahwa aku tak tau. Rio bilang, nama panjangnya adalah JONATHAN dan nama itu sama persis dengan nama yang tertera pada cincin kami berdua. Hingga kami menyimpulkan bahwa antara kami memang ada sebuah ikatan yang lebih dengan cincin itu.
Usut punya usut, kami mencari info mengenai cincin itu. Rio juga bertanya tentang cincin itu kepada orang tuanya. Cincin itu memang dibuat ada dua. Satu dipakai oleh Rio dan satunya lagi dipakai untuk adik perempuan Rio yang bernama Dwie. Setelah tau hal tersebut, Rio bergegas pergi ke rumahku dan memelukku sangat erat. Aku masih terheran-heran dengan sikap Rio itu. Kemudian Rio menjelaskan fakta yang sebenarnya mengenai hubungan kami dengan cincin yang kami pakai. Ternyata aku dan Rio adalah saudara, akhirnya aku dipertemukan oleh orang tua Rio yang juga menjadi orang tuaku. Mereka semua memelukku erat sekali, seolah tak bertemu berabad-abad yang lalu. Berakhirlah sudah pencarianku, kini aku menemukan keluargaku. Aku dan Rio semakin hari semakin akrab, kami akan menghabiskan waktu bercanda tawa sebagai saudara yang telah lama hilang. . .
Dipublikasi di Uncategorized
2 Komentar
