Nazif, seorang anak yang berusia sekitar 1,5 Tahun, lucu dan menggemaskan. Hampir setiap waktu shalat berjamaah tiba, ia selalu menyambut kami dengan senyuman lucunya. Ya, karena memang rumahnya berada tepat di seberang pintu masuk utama Masjid Al Husna, sebuah masjid yang berada dekat dengan kantor dan kost tempat tinggal saya. Senyuman dan celotehan khasnya menjadi obat tersendiri bagi kami yang kadang disibukkan dengan urusan pekerjaan kantor. Berbagai tekanan dan masalah yang mungkin timbul dari pekerjaan di kantor tiba-tiba menguap dan hilang ketika melihat sosok mungil itu tersenyum dan memanggil kami.
Mungkin karena ia masih kecil, masih suci, masih belum ada dosa-dosa yang menempel padanya, berbeda dengan orang-orang dewasa yang mungkin sudah semakin jauh dengan Tuhannya. Tapi ternyata sangkaan saya tidak sepenuhnya tepat. Bukan karena lucunya Si Nazif tadi, tapi ada satu hal yang selalu ia berikan kepada kami, ikhlas, tanpa pamrih. Senyum. Seseorang yang suka tersenyum membuat perasaan orang disekitarnya nyaman dan senang. Mungkin itu pula yang membuat kita sangat senang dengan anak kecil. Continue Reading










Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.