Tabloid PULSA
Tampilkan postingan dengan label hardware. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hardware. Tampilkan semua postingan

SAR: Intensitas Radiasi Ponsel

Sabtu, 17 Juli 2010

Intensitas Radiasi PonselTahun 2001 semua produsen utama telah menyepakati sebuah proses pengukuran untuk menentukan beban radiasi dari ponsel yang disebut SAR (Specific Absorption Rate). Nilai ini menunjukkan intensitas radiasi dalam satuan Watt, yang dipancarkan sebuah ponsel ke dalam kepala pada power transmisi maksimal. Intensitas ini dibagi dengan berat tubuh manusia.


Oleh karena pengukuran realistis dalam kepala manusia tidak dapat dilakukan, digunakan sebuah kepala buatan yang disebut 'Phantom'. Di dalamnya terdapat sensor-sensor yang mencatat radiasi ponsel. Dalam interval waktu 6 menit, radiasi maksimal dikonversi menjadi nilai SAR. Semakin rendah nilai SAR, semakin lemah radiasi yang dipancarkan ponsel dalam kasus ekstrem. Jika nilai ini di bawah nilai batas yang ditentukan (2,0 W/kg untuk bagian tubuh termasuk kepala atau 0,08 W/kg untuk seluruh tubuh), model ponsel tersebut baru boleh dipasarkan.



Sertifikasi lingkungan 'Blue Angel' mensyaratkan nilai yang lebih ketat. Disini nilai SAR harus berada di bawah 0,6 W/kg. Setidaknya 30% model ponsel yang beredar di pasaran memenuhi persyaratan ini.

Ohya, baca juga artikel: Nissan X-trail Mobil SUV Tangguh dan Sporty Terbaik
:)

Menjaga stabilitas sistem saat melakukan burning

Kamis, 01 Juli 2010

Menjaga stabilitas sistem saat melakukan burningApabila Anda cukup beruntung, Anda memiliki sebuah CD-RW drive untuk membackup file data Anda dan menulis sendiri CD Audio dan MP3. Namun bila Anda benar-benar beruntung, drive CDRW tersebut dapat dijalankan pada mode UDMA. Saat ini masih terdapat beberapa CD-RW yang berkecepatan tinggi masih menggunakan mode PIO 4. Hal ini diterapkan untuk menjaga kompatibilitas dengan hardware lama dan memelihara hasil burning.


Masalah terjadi bila drive seperti ini bertemu dengan chipset VIA. Apabila Anda menginstall 4in1 Service pack dari VIA, ia akan secara default mengaktifkan mode DMA di seluruh drive, termasuk drive CD-RW yang hanya berjalan pada mode PIO. Memang saat membaca tidak terjadi masalah, namun masalah terjadi bila Anda menjalankan program lain atau multitasking saat melakukan burning dengan drive CD-RW tersebut. Seringkali PC akan mengalami blue screen saat menulis, dan ini bisa menggagalkan penulisan. Oleh karena itu, bukalah Device Manager dan pilih drive yang Anda miliki. Pastikan mode DMA tidak dicek, sehingga mode ini tidak diaktifkan saat Windows mengakses drive.

Masalah ini dapat terjadi pada beberapa drive CD-RW LiteON, seperti drive 16x10x40 dan 24x10x40-nya. Drive lain yang juga menggunakan mesin LiteOn juga terpengaruh, seperti drive Creative 12x10x40 dan 16x10x40. Setelah melakukan langkah-langkah di atas, kini Anda dapat melakukan burning tanpa blue screen yang mengganggu.

Ohya, baca juga artikel: Nissan X-trail Mobil SUV Tangguh dan Sporty Terbaik

Menikmati fasilitas TV output dengan optimal

Menikmati fasilitas TV output dengan optimalSekarang ini sudah banyak sekali VGA Card yang dilengkapi dengan TV output. Hampir setiap produsen mempunyai varian untuk tiap chipset grafik yang mendukung output ke televisi Anda. Bagi mereka yang ingin menikmati DVD atau game 3D di layar lebar, tentunya hal ini menjadi faktor tambahan dalam keputusan membeli. Berikut ini ada beberapa trik agar Anda dapat menikmati dengan penuh fasilitas TV output Anda.

Pertama pastikan graphic card Anda memang mendukung TV output dan driver yang terpasang telah mendukung pilihan output ke TV. Sekarang lihatlah ke sisi belakang komputer Anda dan perhatikan dengan seksama konektor yang terdapat di graphic card tersebut.Konektor TV output umumnya berupa konektor S Video, namun juga dapat pula berupa RCA composite. Untuk mendapatkan gambar yang optimal, coba Anda gunakan konektor S-Video langsung ke TV bila graphic card dan TV Anda memungkinkan.

Umumnya, graphic card akan mendeteksi atau mengenal secara otomatis system TV Anda. Akan tetapi, sebagai antisipasi, apabila timbul masalah, cobalah masuk ke properties untuk tv output dan set secara manual sistem TV yang didukung oleh TV dan graphic card. Bagi Anda yang mempunyai TV dengan fasilitas multi system, coba gunakan NTSC baik di graphic card maupun TV. NTSC menawarkan frame rate lebih tinggi (30 fps) meski resolusi video yang ditampilkan sedikit lebih rendah daripada PAL (640 x 480 vs 720 x 480).

Ohya, baca juga artikel: Nissan X-trail Mobil SUV Tangguh dan Sporty Terbaik

Lebih jauh dengan baterai ponsel Anda

Lebih jauh dengan baterai ponsel AndaSalah satu komponen ponsel yang penting adalah baterai. Cukup banyak baterai yang beredar di pasaran, mulai dari yang asli, sampai yang "aspal" - asli tapi palsu. Melalui menu Nokia NetMonitor IT Consultant akan menunjukkan beberapa tips untuk ponsel dan baterai Anda. Bagi Anda yang belum mengetahui tentang NetMonitor ini.


IT Consultant akan mengajak Anda bermain-main dengan menu NetMonitor nomor 23. Menu ini berisi informasi mengenai baterai ponsel Anda. Agar dapat memahami artikel ini dengan baik, Anda bisa melihat gambar yang disertakan. Angka paling atas yaitu 3530 (dalam mV) menunjukkan tegangan baterai saat transmitter sedang aktif, sedangkan di sebelahnya yaitu 3854 (dalam mV), menunjukkan tegangan baterai saat transmitter tidak aktif.

Angka 570 menunjukkan arus dari charger (dalam mA). Jadi Anda bisa memantau kondisi arus dari charger Anda pada bagian ini. Angka 3888 (dalam mV) menunjukkan tegangan baterai dalam mode standby.

Angka 0 di baris ketiga menunjukkan umur baterai. Semakin kecil (paling kecil adalah 0) berarti kondisi baterai Anda semakin baik. Jika Anda sering melakukan charging dengan tidak benar, biasanya angka ini akan semakin besar. Di tengah, angka 72 menunjukkan sisa baterai (dalam persentase). Di sebelahnya merupakan konsumsi daya yang digunakan ponsel. Anda bisa melihat beda konsumsi daya, antara saat standby, saat lampu dinyalakan ataupun saat mela kan panggilan. Baris terakhir (angka 25) menunjukkan temperatur baterai Li-Ion. Jika baterai yang digunakan selain Li-Ion, maka kolom ini akan bernilai 0. Kolom tengah (angka 28) merupakan jumlah arus yang telah di-charge (dalam mA), sedangkan kolom terakhir merupakan jumlah arus selanjutnya yang akan di-charge setelah jumlah arus pada kolom tengah tercapai.

Ohya, baca juga artikel: Nissan X-trail Mobil SUV Tangguh dan Sporty Terbaik

Peralihan Interface dari Paralel ke Serial

Serial ATA dan Serial SCSITeknologi interface serial pada tahun-tahun ke depan bakal menjadi primadona di PC. Hal ini ditandai dengan hadirnya teknologi serial bus USB dan Firewire untuk koneksi periferal eksternal, dan yang akan menyusul yaitu standar teknologi hard disk serial ATA dan serial SCSI.


Berawal dari gagasan untuk menggantikan teknologi paralel ATA yang telah cukup lama mengabdi’ sebagai standar interface hard disk di PC, maka direncanakan pada tahun 2002 ke depan, teknologi terbaru serial ATA telah siap untuk menggantikan paralel ATA. Standar serial SCSI menurut konsonsorsiumnya Serial Attached SCSI Working Group, yang terdiri dari IBM, LSI Logic, Maxtor dan Seagate, diperkirakan baru mulai diterapkan pada sekitar tahun 2004.

Dilihat dari kemajuan teknologinya, baik serial ATA maupun serial SCSI jelas ‘mengusung’ berbagai keunggulan dibandingkan pendahulunya. Disamping transfer data yang sudah pasti lebih cepat, kebutuhan dayanya juga lebih kecil. Dari segi konektivitas, perubahan yang nyata terlihat pada kabelnya yang semakin ramping dan toleransi panjang kabel maksimum yang lebih besar yaitu hamper sepanjang 1 meter.

Baik konsorsium ATA (Serial ATA Working Group) dan SCSI sama-sama berkeinginan untuk mendorong standar teknologi hard disk selangkah lebih maju dalam hal kecepatan dengan harapan dapat mengimbangi kemajuan kecepatan PC yang kini telah memasuki era Giga Hertz.

Standar serial ATA yang pertama kali hadir di pasaran akan disebut Ultra Serial ATA 1500 dengan besar bandwidth dua kali lebih besar dibandingkan standar paralel ATA saat ini yaitu Ultra ATA 100. Adapun peak transfer rate-nya mencapai 1,5 Gbps atau berkisar 150 MB data per detiknya. Bandingkan dengan paralel ATA 100 dengan peak transfer rate 100 MB per detik.

Ikut sertanya SCSI mengadaptasi teknologi serial dapat disebut mengikuti jejak saudaranya, ATA. Berbeda dengan paralel ATA yang relatif telah ‘mentok’ teknologinya, teknologi paralel SCSI yang digunakan pada hampir semua jenis hard disk SCSI yang ada sekarang sebenarnya masih terus dapat dikembangkan. Sebagai contoh standar interface Ultra640 SCSI pada tahun mendatang akan menggantikan standar Ultr a ATA320.

Ohya, baca juga artikel: Nissan X-trail Mobil SUV Tangguh dan Sporty Terbaik
:)

ATA vs SATA

Minggu, 31 Mei 2009

ATA dan SATA merupakan evolusi dari teknologi media penyimpanan (hardisk). ATA dipubikasikan sekitar 1980-an hingga sampai saati ini bahkan telah mendominasi system media penyimpana hardisk. Sedangkan SATA baru dipublikasikan sekitar Agustus 2001 yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan yang akan mengimbangi dengan perkembangan Processor yang demikan cepatnya.


Dari berbagai sisi, ternyata SATA jauh lebih unggul dibandingkan dengan pendahulunya, yaitu ATA. Berikut keunggulan SATA dibandingkan ATA :


1) Kecepatan lebih tinggi dan masih dapat lebih meningkat lagi
>>ATA,
memilki kecepatan hingga 133 Mbps.
>>SATA
SATA 1.0 memiliki kecepatan 150 Mbps sedangkan SATA 2.0 sampai 300 Mbps.

2) Sangat mudah dalam penggunaannya tanpa perlu melakukan pengaturan jumper.
>>ATA, memiliki system jumper yang berukuran sangat kecil dan mudah hilang untuk menentukan master/slave.
>>SATA, tidak ada system master/slave sehingga tidak menggunakan jumper. Sistem komunikasi yang digunakan adalah point to point.

3) Mudah dalam pengintegrasian dengan perangkat lain.
>>ATA, memiliki panjang kabel konektor yang hanya sampai 18 inci.
>>SATA, memiliki panjang kabel yang dapat dikembangkan hingga 1 meter.

4) Memperbaiki masalah aliran udara di dalam PC yang selam ini menjadi masalah penggunaan kabel ribbon.
>>ATA, kabel koneksinya berjenis kabel pita denga lebar 2 inci.
>>SATA, kabel koneksinya menggunakan kabel tipis berukuran ¼ inci.

5) System konektor yang berukuran lebih kecil.
>>ATA, socket dan konektornya berinterface 40 pin
>>SATA, menggunakan konektor jenis Blade and Beam.

6) Hemat tenaga listrik dan dapat mendukung perbaikan desain secara keseluruhan,
>>ATA, memiliki tegangan toleransi 5 Volt untuk beroperasi.
>>SATA, memilki tegangan toleransi 0,25 volt untuk beroperasi.

7) Performa dapat ditingkatkan lagi secara manual.
>>ATA, DMA Controller yang dibuat hanya bersifat Onboard.
>>SATA, Menggunaka DMA pada first party..

8) Meningkatkan proteksi terhadap data dan komponen pendukungnya sehingga jauh lebih reliabel.
>>ATA, fasilitas CRC hanya ada pada level data.
>>SATA, fasilitas CRC dimulai dari level data, level perintah (command) hingga level status.

9) Memudahkan dan meningkatkan fleksibilitas penggunanya.
>>ATA, tidak memiliki kemampuan Hot Swap.
SATA, dapat bekerja secara Hot Swap.