Donatur utama

Tampilkan postingan dengan label Barcode. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Barcode. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 November 2008

Penggunaan Barcode 2D untuk Timer Tracking di Indonesia

Timber Tracking dengan Barcode 2 D

Kehutanan Indonesia saat ini mengalami masalah besar yaitu : pembalak liat (illegal logging) yang mengancam kehidupan manusia dan lingkungan hidup pada skala yang amat luas. Pada tahun 2003 sebagai bagian dari upaya penanggulangan illegal logging Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Jepang membangun system pelacakan kayu (timber tracking) untuk memudahkan control peredaran kayu. Sistem pelacakan kayu yang sedang dikembangkan ini disebut sebagai Sistem Barcode 2D.

Sistem Barcode 2D (2 Dimensi) dalam penandaaan kayu adalah konfigurasi perangkat keras, perangkat lunak, an manual yang digunakan dalam system penatausahaan kayu di dalam unit manajemen hutan (mulai dari blok tebangan sampai TPK/TPK antara) hingga ke unit pemrosesan awal kayu bulat. Teknologi ini dirancang dengan tujuan :

1.Meningkatkan kehandalan keterlacakan kayu dari blok tebangan hingga ke TPK Industri.
2.Memudahkan proses perekaman data dan pembuatan laporan penatausahaan kayu.
3.Otomatisasi sistem pelacakan status kayu mulai dari blok tebangan hingga ke TPK industri.

Cara Kerja
Berbeda dengan Barcode 1D, Barcode 2D bisa dimuati informasi hingga 3000 karakter untuk ukuran 2,5 x 2,5 cm. Dalam Log Tracking Barcode digunakan untuk menandai kayu bulat dan produk-produk turunannya dengan kode khusus yang di dalamnya mengandung informasi : asal kayu, ukuran awal, jenis, dan lain-lain. Dengan demikian asal-usul kayu akan lebih mudah dilacak. Barcode 2D dicetak di atas bahan yang tahan air, cuaca, panas, gesekan, yang dilekatkan pada kayu bulat dan produk-produk turunannya.

Manfaat
Manfaat penggunaan teknologi Barcode 2D :

Bagi Unit Manajemen :
1.Memudahkan dan mempercepat proses pembuatan dokumen PUHH yang disyaratkan oleh pemerintah dengan tingkat akurasi data yang tinggi.
2.Menurunkan biaya PUHH.

Bagi Pemerintah :
1.Meningkatkan kualitas kontrol Pemerintah dalam PUHH.
2.Mendukung program Sistem Informasi PUHH (SI-PUHH) yang dikembangkan oleh Departemen Kehutanan.

Pengembangan
Pengembangan Teknologi Barcode 2D ini dilakukan dalam rangka implementasi kerjasama Pemerintah RI dengan Pemerintah Jepang dalam upaya menanggulangi persoalan illegal logging, yang dinyatakan dalam Joint Announcement dan Action Plan yang dikeluarkan pada bulan Juni 2003, Japan Forest Technology Association (JAFTA) dan JLIRA ditunjuk oleh Pemerintah Jepang untuk mengembangkan alat penelusuran log. JAFTA dan JLIRA selanjutnya bekerjasama dengan LEI.

Di masa mendatang pengembangan sistem Barcode 2D akan diarahkan pada penatausahaan hasil hutan dari Hutan Rakyat yang akan membantu proses administrasi kayu yang dilakukan oleh para petani.

Disadur dari :Lembaga Eko Label Indonesia

Mengenenal Barcode

KOMPUTERISASI sudah merajalela di segala bidang, termasuk bisnis retail. Kini kasir-kasir di sebagian besar pusat perbelanjaan tidak perlu repot mengetikkan harga dan nama barang untuk menjumlahkan harga. Cukup dengan men-scan permukaan barcode pada barang yang dibeli, harga dan nama barang pun masuk ke dalam memori komputer.

Kita pasti sangat familiar dengan label kotak putih bergaris-garis hitam yang tertera di hampir semua kemasan produk. Itulah yang disebut dengan barcode, sebuah sistem revolusioner di bidang bisnis retail.
Ditemukan pertama kali di Inggris sekitar 25 tahun lalu, barcode membuat negara ini menjadi terkenal dengan pusat perbelanjaan di seluruh dunia. Kita tentu tidak asing lagi dengan nama seperti Walmart atau Keymarkets.
Hingga hari ini, nyaris semua produk mulai dari makanan, pakaian, hingga kebutuhan sehari-hari dilengkapi dengan barcode begitu masuk pusat perbelanjaan besar. Walter Satterthwaite, konsultan dari Masterfood mengatakan bahwa keberadaan barcode membantu pu–sat perbelanjaan di seluruh dunia.
”Pada akhir tahun 1960-an dan awal 1970-an, toko makanan di Inggris hanya menempelkan label harga pada produk dagangan. Kesulitan muncul jika terjadi inflasi, karena karyawan toko harus sering mengganti harga seluruh produk,” ujar Saterthwaite kepada BBC News.
Karena problem itulah maka toko-toko tidak dapat buka di hari Minggu sebab harus meluangkan waktu mengganti label harga sesering mungkin. Namun kini masalah seperti itu tidak perlu dipusingkan lagi. Cukup dengan melakukan scanning pada barcode, maka semua data yang berhubungan dengan produk yang terjual masuk ke dalam database komputer. Mulai dari harga, jumlah barang keseluruhan, nomor kode penyuplai sampai tanggal kedatangan dan masa kadaluarsa barang masuk dalam database tersebut. Di Inggris, saat ini, ada sekitar 35.000 toko yang menggunakan sistem barcode.

Standarisasi
Barcode kini telah menjadi bahasa global dalam standarisasi bisnis, sehingga tidak ada masalah apabila dua perusahaan memasang produk sama dengan harga berbeda. Susunan barcode terdiri atas angka awalan (prefiks) yang mengindentifikasi nama perusahaan dan angka akhir (sufiks) yang bervariasi panjangnya tergantung jenis produk.
Mayoritas penggunaan barcode di seluruh dunia mengikuti standar yang ditetapkan European Article Number Association (EANA), kecuali di Amerika Serikat (AS) dan Kanada. Di kedua negara tersebut mereka memiliki standar sendiri yang ditemukan pada tahun 1973 oleh George J. Laurer, yaitu Universal Product Code (UPC).
Pemakaian sistem ini semakin meluas dari waktu ke waktu. Bahkan perusahaan elektronik tidak ketinggalan memakainya untuk mempermudah penjelasan materi kasar dan produk yang sudah terjual.
Di masa mendatang, barcode akan dilengkapi dengan label identitas berfrekuensi radio sehingga bisa di-scan lebih cepat dan mempunyai informasi yang selalu di-update. Saat ini, label ID ini masih terlalu mahal untuk dipakai. Baru beberapa perusahaan manufaktur dan distributor yang memanfaatkannya.
Pada dasarnya, sistem barcode telah membuat aktivitas belanja lebih simpel dan cepat. Pembeli tinggal mengambil semua barang yang diinginkan, membawanya ke kasir, melewati mesin scanner dan membayar
 

Berlangganan

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Belajar Tik


Pengikut

Komentar Terbaru

Belajar Tik
Tempatnya Belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi

Administrator By : 3eta