Awalnya saya ga mengerti kenapa film Endesor yang diangkat dari novel tetralogi karangan Andrea Hirata diberi judul Laskar Pelangi jilid 2. Padahal sudah jelas bahwa buku Endensor merupakan buku ketiga (bukan sekuel 2 Laskar Pelangi). Akhirnya saya ambil kesimpulan sendiri aja kalau film Sang Pemimpi (diangkat dari buku kedua dari tetralogi Laskar Pelangi) secara bisnis kurang begitu sukses dibandingkan film Laskar Pelangi. Sekedar pengantar kalau novel tetralogi yang dimaksud adalah Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Endensor dan Maryamah Karpov.
Sejauh ini memang sangat sulit membuat sebuah film dari novel best seller karena begitu banyak orang berimajinasi masing2 terhadap cerita di novel itu. Opini saya meskipun film Laskar Pelangi berhasil menjaring penonton yang luar biasa banyaknya namun terus terang belum berhasil menvisualisasikan buku Laskar Pelangi yang fenomenal. Hingga saat ini baru Forest Gump yang paling berhasil menvisualisasi cerita novel ke layar lebar.
Sejauh ini memang sangat sulit membuat sebuah film dari novel best seller karena begitu banyak orang berimajinasi masing2 terhadap cerita di novel itu. Opini saya meskipun film Laskar Pelangi berhasil menjaring penonton yang luar biasa banyaknya namun terus terang belum berhasil menvisualisasikan buku Laskar Pelangi yang fenomenal. Hingga saat ini baru Forest Gump yang paling berhasil menvisualisasi cerita novel ke layar lebar.


