Izinkan aku titiskan
Airmata keresahan ku
Dicengkam kerinduan
Yang tak bertepi
Biarkan serpihan rembulan
Berguguran keribaanku
Agar terang kelam malam
Yang kita lalui
Oh… asyiknya
Kalimah cintamu yang kau lafazkan
Ku cinta padamu
Ku tebarkan jala cinta
Di persisir pantai hatimu
Yang terbuka menantiku
Segala telah terbukti
Cintamu ternyatalah suci
Bagaikan mimpi jadi realiti
Oh… asyiknya
Kalimah cintamu yang kau lafazkan
Kau segalanya
Ternyata yang indah sukar dimadah
Bak cahaya tak tertadah
Sehingga ku sanggup terhimpit didada waktu
Walaupun lena di ulit sepi…
Ku kirakan penantian penuh siksaan
Rupanya indah bak sesaat dalam semaian
Hanya satu pintaku ketulusan hati
Agar engkau tahu
Oh… asyiknya
Oh… pedihnyanya penantian
Corus
Ternyata yang indah sukar dimadah
Bak cahaya tak tertadah
Sehingga ku sanggup terhimpit didada waktu
Walaupun lena di ulit sepi…
Ku kirakan penantian penuh siksaan
Rupanya indah bak sesaat dalam semaian
Hanya satu pintaku ketulusan hati
Agar engkau tahu
Oh… asyiknya
Oh… pedihnyanya penantian
Izinkan aku titiskan
Airmata keresahan ku
Dicengkam kerinduan
Yang tak bertepi
Biarkan serpihan rembulan
Berguguran keribaanku
Agar terang kelam malam
Yang kita lalui…
Memaparkan catatan dengan label Slam. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Slam. Papar semua catatan
Khamis
Sabtu
Nurkasih - Slam
Bukan aku tak cinta
Padamu semakin kurela
Kaulah satu didunia
Tapi kau tak mengerti
Getaran rahsia hati..
Masih ada kucari..
Kau anggap kuberseloka…
Dan asyik dalam misteri
Mencari nur dan kasihnya..
Pasti…
Akhirnya engkau curiga
Katamu aku berdusta..
Memperduakan cinta…
Mentari ditangan bulan
Kau serah digenggaman
Tak kuhirau kerna dia…
Relalah aku korban
Andainya satu hukuman
Kau tinggal diriku
Tanpa satu pengertian…
Dan sebenarnya cinta kita
Hanya cinta sementara
Kan hilang jua dibawa
Arus pawana
Cinta padaku terpandang
Kan pudar nafas hilang
Hanya ia menantiku
Di azali yang suci
Mengertilah kau sayang
Kita harus rasakan
Ke alam tiada mati
Dan kita seabadi
Akhirnya engkau kucup…
Oh tanganku
Corus
Mentari ditangan bulan
Kau serah digenggaman
Tak kuhirau kerna dia…
Relalah aku korban
Andainya satu hukuman
Kau tinggal diriku
Tanpa satu pengertian…
Dan sebenarnya cinta kita
Hanya cinta sementara
Kan hilang jua dibawa
Arus pawana
Cinta padaku terpandang
Kan pudar nafas hilang
Hanya ia menantiku
Di azali yang suci
Mengertilah kau sayang
Kita harus rasakan
Ke alam tiada mati
Dan kita seabadi
Akhirnya engkau kucup…
Oh tanganku
Marilah kubisikan
Keramat kasih ini..
Biar menjadi nadi
Rahsiakan kalimahku
Hingga ia menjadi tanda
Hidup mati bersama..
Hidup mati bersama..
Padamu semakin kurela
Kaulah satu didunia
Tapi kau tak mengerti
Getaran rahsia hati..
Masih ada kucari..
Kau anggap kuberseloka…
Dan asyik dalam misteri
Mencari nur dan kasihnya..
Pasti…
Akhirnya engkau curiga
Katamu aku berdusta..
Memperduakan cinta…
Mentari ditangan bulan
Kau serah digenggaman
Tak kuhirau kerna dia…
Relalah aku korban
Andainya satu hukuman
Kau tinggal diriku
Tanpa satu pengertian…
Dan sebenarnya cinta kita
Hanya cinta sementara
Kan hilang jua dibawa
Arus pawana
Cinta padaku terpandang
Kan pudar nafas hilang
Hanya ia menantiku
Di azali yang suci
Mengertilah kau sayang
Kita harus rasakan
Ke alam tiada mati
Dan kita seabadi
Akhirnya engkau kucup…
Oh tanganku
Corus
Mentari ditangan bulan
Kau serah digenggaman
Tak kuhirau kerna dia…
Relalah aku korban
Andainya satu hukuman
Kau tinggal diriku
Tanpa satu pengertian…
Dan sebenarnya cinta kita
Hanya cinta sementara
Kan hilang jua dibawa
Arus pawana
Cinta padaku terpandang
Kan pudar nafas hilang
Hanya ia menantiku
Di azali yang suci
Mengertilah kau sayang
Kita harus rasakan
Ke alam tiada mati
Dan kita seabadi
Akhirnya engkau kucup…
Oh tanganku
Marilah kubisikan
Keramat kasih ini..
Biar menjadi nadi
Rahsiakan kalimahku
Hingga ia menjadi tanda
Hidup mati bersama..
Hidup mati bersama..





