Selintas ku pandang jam di pergelangan tangan kiri ku,
sudah hampir pukul 10, namun matahari masih enggan untuk muncul. Beberapa ku
lihat orang berlalu lalang yang sebagian besar dari mereka menyerah, mundur,
dan berbalik arah, sisanya hanya melihat-lihat, bahkan berfoto-foto layaknya di
tempat rekreasi. Aku diam sejenak, berfikir bagaimana melewati jalan
dihadapanku, aku berfikir tentangmu, lagi-lagi-dan-lagi-lagi tentangmu. Aku
masih menunggangi kuda bermesinku, sepertinya mesin ini tak akan sanggup
melewatinya, lalu aku tersadar aku
bukanlah sebuah mesin. Tangan dan kakiku tak akan rusak dan karatan. Aku
sedikit berbalik arah, melihat sekeliling mencari tempat dimana aku bisa
parkir. Kusiapkan beberapa barang yang bisa ku bawa, dan berharap mungkin bisa
membantu ku di tengah perjalanan nanti, ku rogoh uang di saku celana ku, tak
banyak memang, hanya beberapa lembar uang ribuan dan lima ribuan, dalam hati ku
berdoa semoga ini cukup. Terbayang belasan kilometer berada di depan ku yang
harus siap aku hadapi, ini jalan yang sama fikirku hanya sedikit dalam situasi
dan kondisi yang berbeda. Setelah memantapkan hati, aku siap untuk melangkahkan
langkah pertamaku.
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Jumat, 23 Agustus 2013
Jumat, 17 Mei 2013
[Cerpen #001] - Dalam Penantian
Aku tak bisa menyentuhmu, bahkan saat ini tubuhku berada dekat dengan mu. Jari jemari ku tertahan untuk tak sanggup menggapaimu. Masih saja aku belum terbiasa dalam situasi seperti ini, tak dapatkah kau melihatku begini, aku masih dalam penantian ku dan masih dalam kesepian ku. Lihat saja nanti saat kau datang kepadaku, tak akan ku biarkan kau membuatku hampa begini. Dalam pejaman matamu ku lihat kau begitu lelah menutupi ketidaksanggupanmu untuk bertahan hidup tanpa aku. Masih dapat ku lihat tatapan kosong mu itu, menatap pintumu yang selalu terbuka, mungkin anganmu menantikan kedatanganku, fikirku.
Langganan:
Postingan (Atom)
