Showing posts with label Review Nokia. Show all posts
Showing posts with label Review Nokia. Show all posts

Nokia Lumia 625 support 4G LTE dengan layar lebar

Tren smartphone berlayar lebar, nampaknya menjadi konsentrasi Nokia untuk terus bersaing dengan para kompetitornya. Hal ini dibuktikan oleh vendor yang telah `dicaplok' Microsoft beberapa waktu lalu dengan meluncurkan Lumia 625. Smartphone Windows Phone 8 ini memiliki ukuran layar yang cukup besar, dan didukung hardware yang digadang-gadang cukup mumpuni. Kira-kira, akan seperti apa performa keseluruhan ponsel pintar yang masuk kelas mid-range ini? Berikut ulasan lengkapnya.

Selanjutnya...

Nokia Lumia 1020 dengan kamera 41 MPx

Setelah lama ditunggu-tunggu, Nokia akhirnya merilis Lumia 1020 yang mengusung kamera denan resolusi fantastis 41 megapiksel. Mengangkat desain ala Lumia Windows Phone, 1020 punya bobot yang lebih ringan dari sang pendahulu, Lumia 920. Berbekal teknologi PureView, Nokia slap goda konsumen tanah air dengan ponsel pintar berkamera tercanggih saat ini. Penasaran? Simak ulasan berikut:

Selanjutnya...

Nokia Lumia 520 murah dengan performa maksimal

Tak tanggung-tanggung, di seri terbarunya yakni Lumia 520, Nokia memposisikan produknya ini sebagai Windows Phone 8 paling murah untuk saat ini. Buat yang memiliki budget terbatas namun menginginkan ponsel berkualitas, Nokia Lumia 520 bisa dijadikan pilihan yang cukup menarik. Lalu, bagaimana dengan kemampuan keseluruhan ponsel pintar ini?

Smartphone ini tetap mempertahankan karakter khas `Lumia' yang trendi dan penuh warna. Dari sisi dimensi, Lumia 520 lebih mungit ketimbang Lumia 620, namun sedikit lebih tebal. Karakter desain Lumia 520 bisa dibilang sedikit beda dibanding Lumia 620. Sisi depan terlihat agak kotak, namun sisi belakang cukup ergonomis.

Sama seperti Lumia 620, Anda juga bisa menggonta-ganti cover belakang Lumia 520 loh. Tapi bagi pengguna baru, pastinya akan kerepotan untuk metepas back cover smartphone ini. Pasalnya, mekanisme untuk membuka cover belakang Lumia 520 beda dibanding smartphone kebanyakan. Bukan dengan cara menggeser sisi cover atau mencongkelnya, melainkan Anda harus menekan bagian depan bodi Lumia 520 ke arah dalam dan menarik cover betakang ke arah yang berlawanan. Mekanisme membuka cover belakang smartphone ini tak jauh beda dengan Lumia 620.


Seperti karakter Lumia lain, tombol-tombol di sisi bodi tak menyertakan keterangan atau ikon yang jelas. Alhasil, pada saat menggunakannya Anda akan kebingungan memilih mana tombol power/lock screen mana yang untuk shutter kamera. Untuk posisi slot kartu SIM dan slot microSD, ada di bagian dalam tertutup back cover. Sebagai catatan, Lumia 520 sudah menggunakan Micro SIM Card.

Lumia 520 memiliki ukuran layar lebih luas ketimbang Nokia Lumia 620. Namun soal pixel density, harus bertekuk lutut dengan seniornya tersebut. Hal ini merupakan efek dari ukuran layar berbanding dengan resolusinya. Soal ketajaman dan kejernihan warna layar, tak perlu diragukan lagi. LCDnya sanggup memancarkan warna dan gambar yang natural. Namun, akan sedikit berefleksi jika langsung bersentuhan dengan sinar matahari. Akibatnya gambar, teks maupun ikon-ikon menu akan sedikit kurang jelas. Tenang, cukup manfaatkan pengaturan brightness untuk mengatasi kekurangan tersebut. Atur dan sesuaikan tingkat kecerahan layar ke posisi maksimal secara manual.

Anda yang terbiasa menyelipkan ponsel di saku jins atau memasukannya ke tas dan mencampurnya dengan benda-benda keras/tajam, biasanya akan merusak bodi bahkan layar ponsel. Namun tak perlu khawatir jika ponsel Anda adalah Lumia 520. Pasalnya, smartphone ini memiliki layar yang dilapisi bahan anti gores.

Bergeser ke bagian dalam, rasanya tak perlu membahas tebih jauh lagi soal interface Windows Phone 8. Konsep antarmuka yang dikenal dengan Live Tile ini sudah menjadi pakem dengan struktur kotak-kotak beragam ukurannya. Bahkan, Anda bisa mengatur berbagai notifikasi dari aplikasi tertentu yang akan muncul di layar utama, meski dalam posisi layar terkunci.

Untuk ukuran smartphone berharga kurang dari Rp 2 jutaan, performa hardware yang dimiliki Lumia 520 tergolong cukup tangguh. Bahkan untuk kecepatan prosesor dalam `melibas' semua fitur dan aplikasi, bisa melampaui beberapa smartphone Windows Phone 8 di level atasnya. Supaya lebih jelas, kami menggunakan dua aplikasi benchmark yang umumnya digunakan untuk menguji performa sebuah Windows Phone. Saat menggunakan Antutu Benchmark, mencatatkan skor 7271. Skor ini merupakan nilai tertinggi dari beberapa kali pengujian. Sedangkan saat menggunakan aplikasi WP Bench,  mencatat skor tertinggi 177.13.

Untuk mendukung performa hardware dan software, Nokia Lumia 520 mengandalkan baterai lithium ion berkapasitas 1430 mAh. Baterai ini sejatinya dapat memberikan waktu standby (tanpa aktifitas) hingga lebih dari 3 hari. Namun, jika aktif digunakan untuk telpon maupun membuka beragam fitur/aplikasi, baterai Lumia 520 hanya sanggup bertahan sekitar 1 harian. Seperti generasi Lumia lain, karakter user Interface kamera Lumia 520 pun cukup sederhana. Anda akan mendapatkan viewfinder dan pengaturan kamera di sisi kanan, yang mudah diakses jari. Beberapa pengaturan standar di viewfinder kamera Lumia 520 diantaranya Scenes, ISO, Exposure, White Balance dan Aspect ratio.

Namun yang cukup menarik di kamera Lumia 520 adalah fitur 'Lenses'. Di sini, Anda bisa menambahkan berbagai aplikasi tambahan untuk memaksimalkan kemampuan kamera tersebut, sebagai contoh adalah Smart Shoot. Dengan fitur Smart Shoot, Anda bisa meng-capture lima foto sekaligus clalam satu jepretan. Selanjutnya, tinggal memilih (flick) foto yang menurut Anda paling bagus dan sempurna untuk disimpan.

Soal kualitas foto, kameranya memang cukup piawai saat digunakan pada lokasi yang memiliki cahaya berlimpah. Namun, jika Anda memakainya dikondisi minim cahaya, jangan berharap hasilnya maksimal. Pasalnya, tak didukung dengan LED flash. Kameranya juga bisa dimanfaatkan untuk merekam video loh. Kualitasnya 720p dengan speed 30fps. Sayang, smartphone ini tak didukung dengan kamera sekunder di sisi depan. Untuk melihat hasil foto dan video yang lebih jelas.

Selain menyertakan fasilitas standar Windows Phone 8, juga diperkaya dengan beragam aplikasi khas Nokia. Semuanya bisa dicari Nokia Collection Store dan di App Highlights, dan bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan performa fitur-fiturnya. Sebagai contoh aplikasi tambahan untuk kamera seperti Panorama, Smart shoot, Cinemagraph dan Photo studio. Semuanya bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan hasil foto maupun rekam video, sekaligus untuk menyebarkannya ke layanan social networking.

Bagi yang hobi bepergian, bisa memanfaatkan aplikasi HERE Drive dan HERE Maps sebagai panduan perjalanan. Navigasi digital yang disediakan HERE Maps juga telah mendukung panduan suara berbahasa Indonesia. Tinggal tentukan tujuan Anda, peta digital pun siap memandu Anda dalam tampilan 2D maupun 3D untuk sampai dengan selamat tanpa kesasar.

Layaknya smartphone masa kini, Lumia 520 pun dibekali sarana koneksi yang cukup lengkap. Hanya saja, smartphone ini tak didukung NFC. Untuk sambungan data, berjalan di jalur HSDPA/HSUPA dengan kecepatan maksimal hingga 21.1 Mbps (download) dan 5.76 Mbps (upload). Bagi yang tidak terjangkau jaringan data, bisa memanfaatkan koneksi WiFi.
Selanjutnya...

Ponsel Multimedia Nokia Lumia 720

Konsep desain smartphone ini sedikit berbeda dibanding Lumia 820, Lumia 620 maupun Lumia 520. Struktur desain Lumia 720 justru lebih mendekati Lumia 920. Pasalnya, ponsel pintar ini tak dilengkapi dengan cover bongkar-pasang (XpressOn Cover). Artinya, meski menawarkan pilihan warna cover yang cukup trendi, Anda tidak bisa dengan mudah menggonta-gantinya.

Dengan konsep unibody layaknya Lumia 920, desain Nokia Lumia 720 terlihat solid. Lekuk bodinya pun cukup `aduhai' dan nyaman saat digenggam. Sisi bodi sebelah kanan, dihiasi tombol volume, power/lock screen dan shutter kamera yang tanpa keterangan/ikon khusus yang menunjukan fungsinya. Bagian bawah terdapat port micro USB untuk kebutuhan pengisian daya baterai atau kabel data. Sedangkan sisi atas, terdapat port audio jack 3.5mm yang bersebelahan dengan slot untuk menyisipkan kartu SIM.

Untuk membuka slot micro SIM card tersebut, Anda harus menggunakan `jarum' khusus yang disediakan dalam paket penjualannya. Caranya, tekan ujung jarum tersebut di bagian lubang port hingga tempat micro SIM card sedikit menyembul keluar dan tarik untuk melepaskannya. Mekanisme ini sama seperti yang digunakan pada Lumia 900 maupun 920. Hal yang sama juga berlaku untuk membuka slot kartu memori ekspansi microSD yang posisinya ada di sebelah kiri bodi.

Sisi layar dan interfacenya bisa dibilang sebanding dengan Lumia 820. Ukuran layarnya sama besar, kerapatan pikselnya pun sama termasuk resolusi layarnya. Hanya saja, jenis teknologi layar yang digunakan smartphone ini sedikit berbeda yaitu sudah menggunakan IPS panel yang kabarnya ramah terhadap konsumsi power. Namun, tetap mampu menghadirkan ketajaman dan kejernihan warna maupun gambar yang tertampil. Angle (sudut pandang) mata scat melihat layar pun cukup luas. Hal ini berkat digunakannya teknologi ClearBlack display, yang membuat layar ponsel pintar ini seolah-olah menyatu dengan sisi bodi. Menariknya, meski berada langsung di bawah sinar matahari, tampilan layar masih bisa dilihat dengan cukup jelas, meski masih ada sedikit refleksi.

Poin plus yang juga dimiliki pada layar adalah digunakannya teknologi Corning Gorilla Glass 2, yang mampu melindungi layar smartphone ini terhadap goresan benda tajam sekalipun. Ketahanan teknologi Corning ini setingkat di atas layar anti gores standar yang digunakan beberapa seri Lumia seniornya.

Beralih ke bagian antarmuka, sepertinya tak banyak yang bisa dibahas dari karakter interface Windows Phone 8 yang diusung Lumia 720. Ini. Semuanya sama seperti smartphone Windows Phone 8 lain. Mulai dari konsep Live Tile, yang memungkinkan Anda untuk mengatur ukuran ikon menu hingga pemilihan konten/fitur apa saja yang akan ditampilkan di home screen.

Hardware yang digunakan Lumia 720 sejatinya memiliki karakteristik yang tak jauh beda dengan Lumia 620. Namun soal performa, cukup jauh meninggalkan seniornya tersebut. Sebagai gambaran, kami menggunakan dua aplikasi benchmarking yakni AnTuTu dan WP-Bench.

Seperti dijelaskan pada bagian desain, Lumia 720 menerapkan konsep unibody yang artinya baterai smartphone ini menyatu dengan bodi (Non-removable). Berdasarkan spesifikasi yang tertera, Lumia 720 menggunakan baterai lithium berkapasitas 2000 mAh. Kapasitas ini tergolong cukup besar dan performanya lumayan baik dalam mendukung kinerja software maupun hardware. Untuk standby saja (tanpa aktifitas seluler), baterai Lumia 720 bisa bertahan hingga 4 hari. Namun, jika Anda aktif menggunakannya (telpon, browsing, game, multimedia) baterai smartphone ini hanya bisa bertahan kurang dari 1 hari.
 

Smartphone ini memiliki jeroan kamera yang ada di antara Lumia 820 dan Lumia 620. Otomatis, performanya pun akan berada di antara kedua suksesornya tersebut. Dibanding Lumia 620, kamera Lumia 720 mampu menghasilkan kualitas lebih baik berkat optik lensa Carl Zeiss yang digunakannya, sama seperti Lumia 820. Hasil foto terlihat natural dan tajam, dengan detail gambar yang jelas. Untuk pengambilan foto di dalam ruangan dan memiliki intensitas cahaya yang redup, tinggal manfaatkan saja LED flash. Seperti generasi Lumia lain, Anda juga bisa memanfaatkan aplikasi Smart Shoot untuk rnendapatkan gambar terbaik.

Satu hal yang menarik, kamera depan 1.3 megapiksel Lumia 720, selain bisa dimanfaatkan untuk video call via aplikasi Skype, Anda juga dapat memanfaatkannya untuk self portrait yang juga terintegrasi dengan aplikasi Nokia Glam Me. Dengan aplikasi ini, Anda bisa mengedit dan menambahkan berbagai efek Keren untuk selanjutnya dibagikan (share) ke social networking.

Selain foto, kamera utama maupun depan juga dapat digunakan untuk merekam video berkualitas HD 720p ®30fps. Sayangnya, saat modus video aktif, Anda tak bisa sekaligus menjepret foto layaknya beberapa smartphone Android kelas atas.

Untuk kebutuhan koneksi dan akses data, Nokia ini mengakomodasi hampir semua sarana yang ada. Mulai WiFi yang mendukung kemampuan untuk berbagi akses internet dengan perangkat lain via fitur Internet sharing, hingga Bluetooth yang telah dibekali fasilitas file transfer serta A2DP. Bahkan, dengan port kabel data micro-USB yang dimiliki Lumia 720, Anda bisa dengan mudah mentransfer foto, audio maupun video langsung dari PC menggunakan modus mass storage, tanpa perlu memanfaatkan Microsoft Zune.

Tak banyak yang bisa dibahas untuk softwarenya. Pasalnya, dengan membawa Windows Phone 8, Lumia 720 juga secara otomatis dijejali fasilitas standar OS besutan Microsoft tersebut. Dengan kata lain, semua aplikasi standar akan sama seperti WP8 vendor lain. Tapi menariknya, Nokia memiliki divisi pengembangan aplikasi sendiri untuk memperkaya seri Lumia-nya. Anda bisa mendapatkan katalog aplikasi/garne khusus Nokia Lumia di menu `App Highlights'. Meski jumlahnya masih terbatas, namun lumayan membantu dalam memaksimatkan kemampuan Lumia Anda.

Ada beberapa fasilitas menarik yang dibawa 720 terkait fitur navigasi dan traveling, diantaranya aplikasi Tixify untuk mencari hotel, Garuda Indonesia, Blue Bird Group serta fasilitas standar Nokia Lumia seperti HERE City Lens, HERE Drive Beta dan HERE Maps. Namun, untuk bisa menikmatinya secara maksimal, Anda harus mengunduh versi terbaru dan perlu juga untuk mengintegrasikannya dengan beragam akun social media termasuk akun Nokia dan Microsoft Windows Anda.

Lumia ini bisa dibilang sebagai Lumia 920 untuk kelas menengah, dengan spesifikasi dan fasilitas yang tentunya mengalami penyesuaian. Performa keseluruhan smartphone ini berada diantara Lumia 620 dan Lumia 820. Dengan harga sekitar Rp 3,5 jutaan untuk Lumia 720, Anda akan mendapatkan kemampuan Lumia 620 plus tambahan kinerja kamera yang lebih baik dnn navigasi yang maksimal.
Namun, konsep desain unibody yang diusungnya tak se-fleksibel rekan Lumia di bawahnya, yang dapat menggonta-ganti back cover dengan mudah. Selain itu, dengan harga yang ditawarkan Lumia 720, Anda sejatinya bisa memilih smartphone Android yang didukung fasilitas tangguh dan sokongan aplikasi/game lebih banyak.
Selanjutnya...

WP 8 Termurah Nokia Lumia 620

Jika HTC punya Windows Phone 8S untuk kelas mid range, Nokia menggebrak dengan Lumia 620. Menariknya, smartphone ini dipatok dengan harga yang lebih murah ketimbang HTC 8S. Bahkan diharapkan menjadi WP 8 termurah untuk saat ini.
Selanjutnya...

Nokia Lumia 820 Windows Phone 8

Memberikan pilihan alternatif bagi calon pengguna Windows Phone 8, Nokia Lumia 820 tampil solid dengan desain manis, fitur khas Windows Phone 8 yang dipadukan dengan aplikasi-aplikasi Nokia serta memori lega untuk maksimalisasi fitur.
Berbeda dengan HTC yang memberikan margin harga terpaut jauh pada produk alternatif WP 8s-nya, Nokia masih menjual Lumia 820 di angka 5 jutaan. Cukup dekat dengan harga top product mereka, Lumia 920.
Selanjutnya...

Nokia Asha 303, dual input dan fitur musik

Sejak 1996 Nokia terus berinovasi dan telah meluncurkan lebih dari 30 perangkat ber- QWERTY, mulai dalam bentuk monoblok, slide, lipat, hingga layar sentuh. Kali ini, dalam upaya kebangkitan keduanya, Nokia menaruh harapan pada Nokia Asha 303. Tak hanya mengandalkan disain, Nokia memberikan makna baru mengenai istilah QWERTY, yakni menghadirkan pengalaman bersosial media yang tidak terbatas seperti berbagai layanan chatting, Facebook, Twitter, SMS, e-mail, dan aplikasi social networking semata.

Nokia Asha 303, dual inputDilengkapi layar sentuh yang sangat responsif sehingga cocok untuk anda saat menjelajahi web, menggulir-gulir beragam halaman di dalamnya dan membuka aplikasi. Plus, keyboard QWERTY yang memiliki ukuran yang nyaman untuk melakukan pengetikan dengan cepat. Sistem dual input yang diterapkan oleh ponsel ini sepertinya memang mewujudkan kenyamanan dalam mengoperasikan ponsel, dengan lincah dan cepat.

Pada casing belakang, bagian baterai dilindungi oleh casing berwarna sesuai dengan warna keseluruhan dengan efek glossy logam. Namun casing yang terkesan eksklusif tersebut sepertinya masih belum cukup untuk memberikan nilai lebih. Satu poin tambah untuk desain ponsel ini adalah ketipisannya yang cukup mampu mengisi kekurangan di segi pewarnaan dan desain model.

Selain layar TFT capacitive touch-screen dengan 256 ribu warna yang ditampilkan, ponsel berlayar 2,6 inci (154 ppi piksel density) beresolusi 320 x 240 piksel ini memadukan papan kunci QWERTY dengan sentuhan jari.
Asha 303 memiliki tampilan visual yang minim, maklum keypad QWERTY yang dibawanya memberikan sedikit ruang untuk tampilan layarnya. Untuk homescreen-nya, anda dapat menyesuaikan layar depan sesuai keinginan.


Kini anda tidak perlu repot ke menu, karena dapat menambahkan bar kontak fayorit, atau pintasan di homescreen untuk membuka aplikasi, hanya dengan sekali sentuh. anda dapat menambahkan bar untuk push email agar tahu saat ada email baru atau menambahkan bar jaringan sosial untuk melihat info terbaru dari Facebook.

Nokia Asha 303, dual inputBuat anda yang gandrung mendownload beragam aplikasi, jaga khawatir ya, karena Nokia Asha 303 telah diisi dengan berbagai aplikasi seperti Angry Birds Lite. Bila ingin menyisipkan lebih banyak, anda dapat menikmati akses mudah ke ribuan permainan dan aplikasi di Nokia Store. Terlebih dengan prosesor 1 GHz, aplikasi merespons dengan lebih cepat. Nokia Store menawarkan pula beberapa aplikasi lokal yang bisa diakses melalui Nokia Asha 303 seperti Bouncity, Games Sexy Witch dan ratusan e-Book terbitan Mizan Publishing.

Berbeda dengan seri pendahulunya yakni seri Nokia Asha 300 dan Nokia Asha 200, kali ini Nokia memberikan harapan resolusi kamera lebih besar, yakni 3,2MP (2048x1536 pixels) ke dalamnya.
Nokia Asha 303, dual inputKamera juga dilengkapi dengan fixed focus,dan settingan kamera yang standar ditambatkan di kamera ponsel. Hasil kamera dapat anda edit dan, langsung dapat mengunggahnya langsung ke situs jejaring sosial seperti Facebook. Kualitas jepretan indoor dan outdoornya tajam dan detail.
Di sektor video mampu memutar video H.263 level 45, MPEG4, H.264/MPEG-4 AVC dengan kualitas yang jernih dan tidak lag.

Nikmati pengalaman jelajah web yang lebih cepat dan mudah, dengan mengkompresi halaman hingga 90%. Otomatis browser Nokia membuat hasil download jadi lebih kecil, biaya data lebih rendah, dan pemuatan halaman lebih cepat. Dilengkapi dengan prosesor 1 GHz, serta dilengkapi dukungan 3,5G dan Wi-Fi 802.11 b/g/n terbaru untuk konektivitas cepat. Asha 303 dilengkapi akses satu tombol untuk pesan, email dan jejaring sosial seperti Facebook Chat dan WhatsApp. Semuanya dapat dilakukan langsung dari layar utama. RAM yang ditanamkan pun berkapasitas 128MB setara dengan ROM nya yang juga berukuran 128MB, ROM-nya 256 MB dan memiliki kanal HSDPA 10.2 Mbps, HSUPA 2 Mbps, jalur data GPRS dan EDGE class 32 untuk melakukan akses internet dan sosial network.

Nokia Asha 303, dual input dan fitur musikProsessor dengan kapasitas besar memungkinkan pengguna untuk melakukan multi-tasking tanpa ada halangan yang berarti. Anda dapat melihat aktivitas dari layar depan dengan sekali sentuh baik saat menjelajahi mendengarkan musik, Facebook, chat di WhatsApp, ataupun saat mengakses email. Saat diuji coba untuk masuk ke halaman web menggunakan jalur koneksi gratisan WiFi, pairing jaringannya cepat dan tidak ada kendala.

Kesimpulan
Sepertinya Nokia tidak rela posisinya di dunia gadget tergeser dengan kehadiran produk-produk dari Apple maupun Android. Ini bisa dilihat dengan semakin gencarnya Nokia meluncurkan seri terbaru mereka. Walau kenyataannya seri-seri teranyar itu tidak banyak mendongkrak posisi Nokia, namun setidaknya itu membuktikan bahwa Nokia tetap konsisten dalam menghadirkan ponsel oke bagi kalangan muda yang aktif berkomunikasi dan social networking. Harga Nokia Asha 303 dirasa cukup terjangkau dengan jika mempertimbangkan sejumlah fitur keren yang dimilikinya.
Selanjutnya...

Nokia 700 hadir dengan Symbian Belle terbaru

Nokia 700 hadir dengan Symbian Belle terbaruBersama dengan Nokia 701, 700 merupakan ponsel pertama Nokia yang ber-OS Belle. tidak hanya itu nokia juga membuat ponsel ini dengan bahan material yang ramah lingkungan. Namun meski menggunakan bahan yang mudah didaur ulang, desainnya tetap oke.

DesainNokia 700 dibuat dari 60% bahan material yang ramah lingkungan dan dapat didaur ulang. Komposisi antara plastik dan metal cukup seimbang, hal ini dapat dirasakan saat kami membawanya dan menggenggamnya, artinya bobotnya tidak terlalu berat atau ringan.

Layar Gorilla Glass di depan dikombinasikan dengan plastik. Sedangkan bahan metal di bagian belakang agak tipis dan lebih panjang untuk tempat Speaker. Lapisan Gorilla Glass cukup terbukti karena, saat kami coba menggoreskan kunci pada layar, goresan tidak membekas pada layar.

Tidak hanya itu layarnya juga menggunakan teknologi ClearBlack yang mampu bekerja dengan sempurna untuk mengurangi refleksi dan meningkatkan visibilitas di luar ruang. Sehingga tidak masalah digunakan dibawah sinar matahari.

KameraPerbedaan OS bukan berarti harus merubah segalanya, itulah yang dikembangkan oleh Nokia. Hal tersebut dapat dilihat pada Interface kameranya tidak banyak berubah. Di sebelah kiri terdapat tombol virtual shutter, ikon switching modus video, dan foto, sedangkan sebelah sebaliknya terdapat digital zoom yang bisa tersembunyi.

Nokia juga menambahkan tombol shutter fisik yang berada di sebelah kanan ponsel. Sehingga pengambilan foto lebih mudah seperti memegang sebuah kamera pocket. Setelah mengambil foto, Kita dapat mengedit langsung di ponsel melalui aplikasi foto editor.
Sedangkan untuk modus perekaman video, Kita dapat merekam video berkualitas HD. Meski kurang fokus dan kurang detail, akan tetapi hasilnya cukup baik ketimbang seri 500.

Hasilnya jelas lebih baik dari Nokia 500, meski menggunakan kualitas 5 MP juga. Foto lebih focus dan mampu memberikan kualitas foto yang jernih.Sayangnya untuk foto close-up kurang focus. Dengan adanya lampu flash hasil diruang gelap bisa lebih terang.

Koneksi dan InternetYang terbaru dari Nokia 700 adalah adanya dukungan koneksi dengan NFC, Nokia yang satu ini siap mengkoneksikan dirinya dengan perangkat yang mendukung NFC lain. Hanya tempelkan saja, maka perangkat NFC lain sudah terkoneksi dengan sempurna. Untuk koneksi Iainnya masih sama dengan ponsel terdahulu seperti dukungan HSDPA, bluetooth dan microUSB.

Sistem Operasi dan InterfaceSeperti saudaranya Nokia 701, ponsel berdesain panjang ini sudah menggunakan OS Symbian Belle. Belle merupakan Sistem operasi terbaru nokia yang dikembangkan Symbian^3 dan Anna. Dengan prosesor yang cukup mumpuni kinerja OS terbilang cukup bagus dan lebih baik dibandingkan ponsel dengan OS terdahulunya.

Belle memiliki homescreen dan Menu yang lebih menarik, selain itu aplikasi lebih diperbarui dan memoles keseluruhan ikon, sehingga lebih memenuhi kebutuhan estetika. Homescreen Belle punya enam homescreen yang bisa ditambah dan dikurangi widgetnya. Bedanya dengan homescreen terdahulu di belle bisa menggunakan wallpaper yang berbeda pada setiap homescreennya.

Belle menambahkan notifikasi pull-down status di bagian atas layar, panel ini sudah pernah kita lihat di Android atau pada i0S 5. Seperti pada OS yang sebelumnya menggunakan ini, panelnya mampu memberikan notifikasi dan info status atau aktivasi mobile data, Wi-Fi, Bluetooth dan modus Silent.

Pada Symbian Belle, Nokia menambahkan panel notifikasi seperti pada Android atau i0S. Dengan menggunakan system pull-down, anda bisa mengakses aktivasi mobile data, Wi-Fi, Bluetooth dan modus Silent. Caranya melalui tampilan homescreen atau menu, tinggal menggeser jari dari atas layar ke bawah untuk memunculkan panel ini.

MultimediaHampir sama juga dengan interface di OS terdahulu, Nokia 700 masih memperkenalkan interface gaya new Cover Flow pada music playernya, dimana cover CD data digeser untuk mengganti lagu. Dan dukungan mensorting lagu di ponsel. Musik playernya dapat dinavigasikan melalui widget jika anda simpan di Homescreen.

Selain itu juga masih didukung dengan equalizer, Loudness dan Stereo widening. Sayang kualitas suara Nokia 700 tidak lebih baik dari Nokia 500 meskipun harga lebih mahal. Untuk kemampuan video player. Nokia mampu memainkan beberapa format file seperti: MP4, AVI, WMV, MKV atau bahkan video dengan kualitas HD (720p resolution).
Tidak hanya itu Nokia juga memasukkan beberapa aplikasi multimedia yang cukup mumpuni di dalamnya seperti Video editor yang memungkinkan Anda membuat video dan slideshow video. Untuk Aplikasi multimedia lainnya. Kita dapat menikmati streaming YouTube, Video CNN, & National Geographic, dan Paramount Pictures. Masing-masing dari mereka memerlukan koneksi internet (melalui 3G/3.5G atau Wi-Fi).

Dukungan OVIMasih sama dengan OS Anna, Belle juga punya Sosial-app yang mendukung dua Sosial Network yang paling populer, Facebook dan Twitter. Begitu juga dengan Ovi Store untuk mendownload dan menginstall aplikasi. Tidak hanya itu pemilik Nokia 700 juga dapat memanfaatkan Ovi Maps versi 3.06 yang mampu digunakan secara Online atau Offline, dengan koneksi GPS receiver di dalamnya, Anda tidak akan kesulitan saat bepergian.
Selanjutnya...

Nokia 500, ponsel Symbian dengan OS Anna

Nokia 500Nokia bisa jadi merasa tertinggal dalam melakukan revolusi pada smartphonenya. OS Symbian yang sudah menjadi trademarknya, telah diperbaiki dengan update bernama Anna. Bersama rumor bahwa Anna akan digantikan oleh update berkode Belle dan sudah diperkenalkannya Nokia Windows Phone Mango, maka Nokia 500 kali ini nampaknya akan menjadi produk Symbian Anna terakhir. Apakah kemudian prosesor 1 Ghz sudah cukup untuk perpisahan ini?

Desain

Nokia 500 masih menggunakan bentuk yang mirip dengan produk touchscreen Nokia sebelumnya. Memanjang dan agak tipis. Yang membedakan adalah lengkungan pada bagian belakang. Inilah yang membuatnya terasa nyaman digenggam. Efek nyaman tersebut juga disokong oleh material plastik tebal bertekstur dof di bagian belakang.

Nokia 500
Uniknya Nokia memberikan 3 casing belakang dengan warna yang berbeda pada setiap paket penjualan. Jadi kalo Kita bosan tinggal ganti saja dengan warna leinnya. Dari Nokia 500 yang kita test kali ini kita dapatkan casing belakang berwarna Biru, Merah dan Hitam.

Nokia 500
Ukuran layar masih sama dengan Nokia sebelumnya, yang membedakan adalah backlight cahayanya terbilang lebih cerah. Pancaran warna tampilannya memanjakan mata saat digunakan untuk menonton tv atau browsing. Tapi sayang di luar ruangan pancaran ini harus diatur kembali lebih maksimum supaya lebih terlihat.

Koneksi dan Internet

Saat masuk dalam jaringan maksimal HSDPA atau wifi stabil, koneksi Nokia 500 terbilang menjanjikan. Kamampuan browsing jadi terasa lebih baik. Dukungan lainnya juga akan Kita dapatkan saat menggunakan koneksi lainnya juga dapat berfungsi dengan baik dan sempurna.

Multimedia

Symbian tidak pernah mengalami kesulitan dalam mengembangkan kemampuan music player. Karena pada fitur ini bisa dibilang kemampuannya sangat maksimal. Apalagi Nokia berpengalaman dalam pengemasan tampilan yang lebih user friendly.
Namun ketidak seriusan Nokia bisa dilihat dari kemampuan video player. Karena meski di Nokia 500 belum mampu memutar file yang lebih besar atau berukuran HD dengan resolusi 720p.

Aplikasi Sosial

Integrasi jejaring sosial Facebook dan Twitter malalui aplikasi Social App. Mampu mempermudah pengguna dalam mengupdate status. Selain mudah digunakan, interfacenya juga mudah melampirkan foto atau video yang bisa langsung diposting langsung sesaat setelah Kita mengambil foto/Video. Kemampuan yang sama juga dapat dilakukan pada twitter. Jika masih kurang Kita dapat menambahkan aplikasi lainnya yang bisa download dan Install dari Ovi Store dengan menggunakan akun Ovi.

OS dan Interface

Penggemar Symbian mungkin sudah antusias menanti Nokia 500 dengan dukungan OS Belle. Sayangnya mereka harus kecewa. Pasalnya 500 masih membawa Symbian Anna untuk penjualan saat ini. Belle dijanjikan akan hadir di akhir tahun, sebagai OS native Nokia 500 produksi saat itu dan sebagai update software bagi pengguna Nokia 500 yang membelinya saat ini.

Nokia 500
Kehadiran prossesor 1GHz pada Symbian Anna sedikit banyak bisa dirasakan saat mengakses menu, itupun tidak begitu signifikan. Sementara untuk tampilan interfacenya sendiri Symbian Anna memiliki tiga panel yang dapat diisi dengan widget sesuai keinginan. Tetapi sayang sangat terbatas. Anda tidak dapat menambahkannya lebih dari tiga panel.

Kamera

Nokia melakukan blunder saat mengurangi fitur autofocus pada kamera Nokia 500, meskipun sudah menggunakan kekuatan resolusi yang cukup baik. Hal ini berimbas pada hasil foto yang masih memperlihatkan terlihat noise. Parahnya lagi dengan ketiadaan lampu Flash LED, membuat Kita tidak bisa menggunakan kamera diruang yang gelap.
Beruntung Nokia masih memasukan fitur face detection dan geotagging, yang memungkinkan Kita merekam lokasi foto yag diambil dengan menggunakan bantuan built-in GPS. Selain itu kamera ini masih dapat digunakan untuk merekam video Nokia 500 hanya menyediakan shortcut pengambilan foto, tombol switching untuk camcorder dan pengaturan zoom digital. Pengaturan Iainnya dapat mengatur ISO brightness, White Balance, Tone color dan Exposure.
Kemampuan kamera Nokia 500 memang terbilang standar namun Kita dapat memunculkan fitur dan pengaturan Iainnya untuk berkreasi dengan kamera. Untuk memunculkan pilihan fitur dan pengaturan kamera, Kita dapat mengaksesnya melalui menu option.

Ovi Maps

Unggulkan fitur Ovi Maps, 500 sangat percaya diri dengan fitur ini. Dengan built-in GPS receiver, penangkapan dan menguncian satellite GPS pada lokasi bisa lebih cepat. Saat ditest Ovi Maps mampu menangkap lokasi dalam durasi dua menit.
Melalui dukungan Ovi Maps 3.06, kemampuan navigasi, dan pets menjadi lebih tepat. Apalagi dapat diakses secara gratis tanpa harus terkoneksi dengan Internet, jika Kita sudah mendownloadnya.

Prosesor memang disematkan dengan kecepatan yang lebih baik, namun jika dibandingkan dengan ponsel sebelumnya kecepatan ini tidak begitu terasa. Yang mengecewakan adalah hasil Kameranya yang masih kurang sempurna. Namun beruntung nokia punya Ovi Maps yang memiliki kemampuan sempurna. Selanjutnya...

Nokia C5.00.2 5 MP upgrade Kamera dan Memori

Tak banyak informasi beredar tentang kehadiran varian anyar Nokia C5-00.2 ini. Karena sejatinya produk ini merupakan versi minor upgrade dari C5. Di luar sana, produk ini juga dikenal dengan C5 (5MP). Harga murah, namun dengan menyuguhkan kamera megapixel yang mumpuni.
Bagi Kita yang belum memiliki C5-00 dan tengah mencari HP pengganti yang mumpuni di harga 1.5 jutaan, HP ini bisa dijadikan target belanja berikutnya. Symbian dan kemampuan akses data kecepatan tinggi menjadi poin penting. Sementara bagi pengguna C5-00, HP ini tidak banyak mengalami peningkatan, so, tahan dulu untuk menggantinya dengan seri ini.

Nokia C5-00.2 5MPDesain
Tidak ada yang berubah di sisi desain. Sama persis dengan Nokia C5-00 yang sudah muncul sekitar setahun lalu. Bodi klasik, candybar dibalut dengan plastik keras, sedikit efek metal pada penutup baterai, tombol lumayan besar dan layar cukup lebar.
Soal kenyamanan, Kita pun akan merasakan hal yang sama. Khas Nokia, hampir semua tombol diletakkan dalam posisi akurat sehingga, meskipun tidak besar bak ponsel-ponsel jaman sekarang, HP ini tetap nyaman digunakan.
Jangan khawatir soal tampilan juga ya. Dibandingkan dengan produk lokal di harga yang sama, material C5-00.2 dibuat cukup berkelas. Dengan harga 1.5 jutaan, produk ini tampil cukup mewah.

Ga kebayang sebelumnya bahwa HP yang dipersenjatai dengan OS Symbian S60 3rd Edition bisa berada di range harga segini. Dulu, HP-HP dengan OS ini minimal ada di angka 3 juta ke atas. Positifnya, dengan dana yang tidak begitu besar, kita masih bisa mengoptimalkan HP ini semau kita. Negatifnya, OS ini mulai ditinggalkan oleh beberapa pihak pengembang. Membuat kita sulit mendapatkan aplikasi dan game terbaik.
Setidaknya dengan Symbian di dalam sistem, aplikasi-aplikasi sosial terkini, peta Nokia dan sejumlah hal yang bersifat add on mampu tampil apik, tak kalah dari HP dengan OS lain, semisal Android dan iOS.

3G HSDPA
Sama seperti pandahulunya, C5-00.2 juga dilengkapi koneksi internet 3G HSDPA dengan bandwid 10 mbps. Merupakan standar koneksi teranyar yang bisa kita nikmati, meskipun untuk merasakan ini kita harus berada di area jangkauan layanan HSDPA operator.
Jaringan ini akan menjadi tulang punggung beberapa fitur yang tersematkan di dalam HP, semisal Browser, facebook for Symbian, Twitter, Friendster, bahkan menyokong kerja GPS receiver guna mendapatkan sinyal A-GPS.

GPS dan Ovi Map
Sampai saat ini, Ovi Map dan fitur navigasi yang dibawa merupakan layanan navigasi gratisan paling mumpuni. Memadukan informasi dari sinyal BTS dan satelit GPS, tingkat akurasi mungkin masih belum terlalu akurat, namun cukup bisa dipertanggungjawabkan ketika berada di area terbuka dan dalam kondisi cuaca cerah.

Kamera 5 megapixel
Fitur ini merupakan fitur yang mengalami perbaikan dari versi terdahulu. Terutama dalam meningkatkan resolusi kamera utama menjadi 5 megapixel. Sementara itu kamera depan dengan resolusi VGA tetap disertakan untuk potret diri dan Video Call.
Kualitasnya terbilang standar. Ga bagus-bagus amat. Hal ini disinyalir akibat tidak adanya fitur autofokus. Tapi bukan berarti jelek loh ya, karena dengan adanya lampu flash, beberapa pengambilan gambar di luar dan di dalam ruangan menjadi terlihat dramatis. Lumayan untuk HP di kelas 1.5 jutaan.

Memori dan Prosesor
Selain kamera, HP ini juga mengalami upgrade kecil di sisi kapasitas memori internal. Jika di C5-00, Nokia hanya menyediakan 50 MB, maka di C5-00.2 ini setidaknya ada 270 MB yang bisa kita gunakan di memori HP.
Sementara untuk dukungan memori card, masih sama, yakni MicroSD card hingga 16 GB. Dan kita pun masih dibekali MicroSD gratisan 2 GB yang berisi aplikasi-aplikasi siap pakai dan file pendukung Ovi Map.
Di sisi lain, prosesor masih sama, dengan menggunakan arsitektur ARM 11 600 MHz. Sudah bagus untuk mendukung kinerja HP.

Baterai
Meski tanpa layar sentuh dan layar lebar, HP ini akan kerap banyak digunakan untuk mengakses jalur HSDPA yang mana akan menyedot daya cukup besar. Baterai BL-5CT dengan kapasitas 1.050 mAh hanya bisa dibilang cukup mumpuni, karena bagaimanapun HP Symbian ini kaya akan fitur yang mungkin akan sering digunakan, semisal pemutar musik, browser, dan Youtube.
Selanjutnya...

Adu ponsel kelas menengah, Wave 533 melawan Nokia X5

Nokia sudah terkenal dengan kualitas perangkat kerasnya sementara untuk urusan sistem operasi tampak Symbian sudah masuk ke dalam taraf membosankan. Sedang Wave 533 yang dibekali dengan sistem operasi anyar Samsung Bada menawarkan pengalaman baru berponsel walaupun pada beberapa sisi masih terasa mirip Android.

Internet Fitur Internet pada kedua ponsel memiliki kelebihannya masing-masing. Berselancar di dunia maya menggunakan browser X5 cukup memuaskan berkat kecepatan akses data HSDPA yang sudah didukung oleh ponsel ini. Selebihnya, tak ada yang istimewa dari browser bawaan Nokia X5 ini.

Beralih ke Wave 533, pengalaman ber-internet menggunakan browser Samsung Dolphin 2.0 pada ponsel ini lebih atraktif. Browser Wave 533 mendukung lebih banyak fitur ketimbang lawannya, sebut saja multi windows browsing dan multi touch zooming yang membuat kegiatan browsing lebih mengasyikkan.

Soal jaringan yang sebatas mampu berjalan pada jaringan GPRS EDGE, bisa terbantukan dengan fitur wi-fi jika Anda berada pada area hotspot. Fitur wifi juga tersedia pada Nokia X5.
Selain browser, kedua ponsel menyediakan berbagai aplikasi berbasis Internet seperti Facebook, Twitter dan Youtube.

Kamera
Seperti yang pernah disampaikan CEO Apple Inc., Steve Jobs, pada event tahunan Apple Worldwide Developers Conference (WWDC) 2010 yang lalu, bahwa ketika berbicara tentang fotografi, besaran megapixel bukanlah segalanya, masih banyak faktor lain yang menentukan kualitas hasil foto, diantaranya kualitas sensor dan software yang berjalan.

Berangkat dari hal tersebut, rasanya tidak ada salahnya untuk membandingkan fitur kamera kedua ponsel. X5 dipersenjatai kamera 5 megapixel yang dilengkapi dengan LED flash. Tersedia 7 pilihan scene mode yang bisa disesuaikan dengan keadaan sekitar objek foto. Di samping itu tersedia fitur self timer dan sequence mode dimana pengguna bisa melakukan pengaturan agar kamera menangkap serangkaian gambar secara berurutan.

Sedikit di bawah X5, Wave 533 hanya dibekali kamera 3.2 megapixel tanpa lampu flash. Wave 533 juga menyediakan pilihan scene mode yang jumlahnya sedikit lebih banyak yaitu 12 buah. Selain scene mode, Wave 533 juga memberikan 6 pilihan shooting mode, diantaranya single, smile shot, continuous, panorama, mosaic.dan frame. Keberadaan tombol fisik shutter kamera juga menjadi poin tersendiri bagi kamera Wave 533.

Fitur Lain
Selain fitur berbasis internet yang sudah disebutkan sebelumnya, kedua ponsel juga diperkaya berbagai fitur yang terbilang tidak biasa.
Pada Samsung Wave 533 misalnya, tersedia fitur Social Hub yang mengintegrasikan email dan fitur jejaring sosial secara terpadu. Untuk menambah atau mengubah informasi akun yang terhubung dengan Social Hub, pengguna dapat mengakses aplikasi My Accounts.

Untuk menambahkan berbagai aplikasi ke dalam Wave 533, Samsung juga menyediakan Samsung Apps yang fungsinya berbeda dengan milik ponsel Android ketuaran Samsung. Pada pasar aplikasi ini tersedia berbagai pitihan aplikasi untuk sistem operasi Bada yang digunakan Wave 533.
Sedang X5 menyediakan aplikasi Quick Office yang berperan sebagai pengganti software Microsoft Office yang biasanya berjalan pada PC. Disamping itu X5 juga memberi bonus 4 aplikasi games yang cukup bermanfaat untuk menghabiskan waktu.

Audio Video
Untuk fitur hiburan, kedua ponsel juga ditanamkan pemutar video dan musik. Pemutar video Samsung tersedia secara tersendiri, sementara untuk memutar video pada X5 pengguna dapat memutar melalui gallery.

Selain pemutar musik, pada pilihan menu musik nokia X5 pengguna juga dapat menemukan berbagai fitur yang berhubungan dengan musik, seperti Shazam yang berfungsi untuk mencari tag (informasi judul, penyanyi, album dan lainnya) dari sebuah tagu dan Playlist DJ yang akan memudahkan pengguna untuk membuat playlist secara otomatis mengikuti suasana hati. Selain fitur yang sudah disebutkan tersedia juga pilihan internet radio, podcast, recorder dan music search.

Pada pemutar musik milik X5, terdapat pilihan pengaturan standar seperti equalizer, shuffle, dan repeat. Sedang interfacenya sama seperti ponsel Symbian kebanyakan yang menampilkan panel kontrol dan detail tagu. Berbeda dengan tampilan pemutar musik X5, milik Samsung Wave 533 sedikit lebih atraktif dengan tampitan equalizer yang menjadi foreground dari album art musik yang sedang diputar. Tersedia pula fitur sejenis Shazam yang terintegrasi dengan pemutar musik. Fitur ini bisa diakses dengan menggeser ke atas atau menyentuh tombol virtual bergambar tiga titik yang terletak di bagian bawah layar, kemudian pitih 'music recognition'.

Selanjutnya...
Selanjutnya...

Compare: Nokia X5 dan Samsung Wave 533

Ponsel kelas menengah atau mid-end, masih menjadi pilihan bijak buat Anda yang ingin menikmati ponsel berkemampuan `tidak biasa' namun dengan harga yang lebih terjangkau. Tersedia banyak pilihan di pasaran, namun kami menyajikan dua pilihan ponsel berharga di bawah dua juta yang layak dipertimbangkan, Nokia X5 dan Wave 533. Meski sudah tidak baru lagi, kedua ponsel ini masih cukup laris di pasaran. Bagaimana performa keduanya ketika dibandingkan head-to-head? Berikut laporannya.

Desain
Meski secara bentukan keduanya terlihat agak jauh berbeda, nyatanya kedua ponsel menganut konsep dasar disain yang sama, QWERTY slider. Bedanya untuk mengakses papan keyboard, bagian depan Nokia X5 perlu digeser ke arah atas sedang Samsung Wave 533 ke samping kanan.

Perbedaan dimensi kedua ponsel pun cukup signifikan. Dalam keadaan slide tertutup X5 tampak lebih lebar sedang Wave 533 lebih panjang dari lawannya. Dengan wujudnya yang berbentuk kotak, tak salah jika Anda menyebut X5 `mirip kotak bedak', layaknya Nexian She. Sementara Wave 533 terlihat lebih 'normal' dan mirip saudaranya Wave 525 dan Wave 575.

Nokia X5 menempatkan gerbang microUSB dan audio 3.5mm pada sisi atas dan tombol pengatur volume di sebelah kanan ponsel. Bersama layar, diletakan tombol navigasi 5 arah, 2 softkey, call, end, home dan pemutar musik pada bagian muka. Dan tentunya full QWERTY keyboard ketika slider terbuka. Seperti X5, Wave 533 juga menempatkan

Gerbang micro USB dan audio 3.5mm di bagian atas. Yang berbeda yaitu tombol pengatur volume yang berada di sisi kiri sedang bagian kanan ditempati tombol power dan shutter kamera. Bagian depan diletakkan layar bersama tombol call, menu dan end. Tak berbeda dengan X5, full QWERTY keyboard milik Wave 533 juga bisa diakses setelah slide dalam keadaan terbuka.


Perbedaan pada papan ketik kedua ponsel juga tampak pada disainnya. Milik X5 lebih rapat dengan bentuk menonjol, sedang milik Wave 533 didesain rata dan lebih luas berkat sedikit area pemisah antar tombol. Jika ukuran tombol pada masing-masing keyboard dibandingkan milik Wave 533 lebih besar. Sedang soal kenyamanan, menurut Kami desain tombol X5 relatif lebih unggul karena bentuknya yang membuat pengetikan lebih "terasa". Material Nokia X5 terdiri dari kolaborasi antara metal dan plastik berkualitas sedang Wave 533 di dominasi bahan plastik yang terasa lebih `ringkih'.

Layar & Menu
Baik X5 maupun Wave 533 sama-sama menggunakan layar TFT LCD berkedalaman 256 ribu warna. Namun ketika berbicara soat ukuran jetas jauh berbeda, layar Samsung Wave 533 lebih luas terpaut nyaris 1 inchi dengan milik Nokia X5. Selain itu layar Wave 533 juga berfungsi sebagai panel input sentuh, sedang milik X5 berperan sebatas sebagai layar biasa saja.

Orientasi layar X5 adalah landscape, sementara Wave 533 lebih dinamis. Ketika slide dalam keadaan tertutup, layar Wave 533 berada dalam orientasi portrait dan bisa berubah ke posisi landscape dengan memutar ponsel ke kanan atau kiri berkat sensor accelerometer yang tertanam. Dan saat menggunakan keyboard, orientasi layar Wave 533 terkunci pada posisi landscape.

Memasuki area homescreen, secara default X5 menggunakan user interface yang disebut Active Standby Homescreen. Tersedia shortcut kontak, email, WLAN dan sebuah panel yang berisi enam buah shortcut aplikasi yang bisa Anda personalisasi sesuai kebutuhan. Jika tidak diubah pengaturannya, softkey kiri didedikasikan untuk menuju daftar kontak dan softkey kanan untuk mengakses kamera. Para pengguna setia ponsel Nokia pasti sudah sangat familiar dengan tampilan ini.

Sementara Samsung mengaplikasikan TouchWiz UI 3.0 pada Wave 533 sehingga tampilan homescreennya mirip dengan ponsel Android Samsung yang juga menggunakan user interface yang sama. Pada homescreen Wave 533 terdapat multi- desktop yang bisa dijejali berbagai widget sesuai keinginan. Desktop ini bisa ditambah jumlahnya sampai dengan 10 buah. Cukup usap layar ke kin atau ke kanan untuk berpindah dari satu desktop ke lainnya. Selain itu tersedia tiga buah ikon shortcut di bagian bawah layar, masing-masing menuju keypad, kontak dan pesan.

Beralih ke menu utama. X5 menampilkan berbagai ikon menu dalam susunan petak (grid) 4X6, sesuai tampilan standar ponsel Nokia pada umumnya. Sedang pada Samsung, tampilan menu utama juga mirip ponsel Android ketuaran Samsung. Meski tersaji dalam susunan grid, menu utama Wave 533 berbentuk multi panel seperti halnya pada desktop. Dan tidak berbeda dengan desktop, jumlah panel pada menu utama bisa ditambah hingga 10 buah.

Wave 533 juga dilengkapi tray notifikasi, mirip yang dipunyai sistem operasi Android. Cara untuk mengakses tray ini pun tidak berbeda dengan Android, cukup usapkan jari dari bagian atas layar ke arah bawah. Pada tray ini tersedia fasilitas yang memudahkan pengguna mematikan/ menghidupkan fitur wifi, Bluetooth dan profil silent.

Kedua ponsel juga sudah mampu melakukan multi tasking, dan untuk memudahkan perpindahan antar aplikasi yang berjalan, keduanya juga sudah dibekali dengan semacam fitur task manager. Untuk mengakses fitur ini pada X5 cukup tekan tombol home beberapa saat. Sedang pada Wave 533 fitur ini bisa diakses dengan menekan tombol menu beberapa saat. Fitur task manager pada Wave 533 juga bisa digunakan untuk menutup aplikasi yang berjalan, tidak demikian pada X5.

Selanjutnya ...
Selanjutnya...

Nokia C5-03 mungil berfitur lengkap

Melengkapi pendahulunya Nokia C5, kembali pabrikan asal Finlandia ini merilis keluarga C5 baru namun dengan konsep layar sentuh. Tak seperti pendahulunya yang mengadopsi model lawas dengan papan akses alfanumerik, C5-03 memiliki tampilan teknologi layar sentuh khas smartphone. Secara keseluruhan, apa yang membedakan ponsel ini dengan pendahulunya, baik dari sisi fitur maupun inovasi?

Beberapa ponsel bergenre 'C' yang belakangan dirilis Nokia kini lebih banyak mengadaptasi teknologi touchscreen sebagai pendongkrak nilai jual, dan nampaknya hal tersebut telah menyasar pada semua segmen.

Kemasan Nokia C5-03 yang berdimensi 105.8 x 51 x 13.8 mm berbobot 93 gram, cukup ringan untuk smartphone kelas menengah. Wajar saja karena ponsel ini hadir dengan bodi berbahan plastik glossy dengan ukuran nyaman di genggaman maupun saku. Pada bodi ponsel tak ditemukan komponen berbahan dasar logam.

Menyisir sisi ponsel hanya tersemat port charger dan micro USB pada bagian atas serta switch zoom (+/-) dan lock/unlock pada sisi kanan. Simpel dan ergonomic.
Tampilan muka pun begitu, hanya layar lapang berdiagonal 3,2 inci menemani jajaran akses call, menu dan end/power (on/off).




Tampilan belakang cukup dihiasi kamera berkekuatan 5 megapiksel dan speaker stereo yang tampil pada grid bawah ponsel. Secara keseluruhan baik bentukan maupun akses fisik ponsel mengemas karakter minimalis.

Pada sektor interface alias antarmuka, C5-03 tampil dengan teknologi layar sentuh berkarakter TFT resistif, yang mengakomodasi 16 juta warna dengan kerapatan 360x640 piksel. Pada desktop utama, C5-03 membesut OVI profile (add), email, dan network dalam widget. Sedangkan ikon shortcut yang hadir adalah Messages, Ovi Maps, Ovi Store dan kamera.

Masuk pada jajaran menu, kita mendapati beberapa fitur khas Nokia semisal Ovi Store, Ovi Maps dan komunitas social networking yang di dalamnya dapat kita temui akses jejaring sosial semacam Facebook, Twitter maupun Friendster.

Selain itu beberapa aplikasi berbasis office juga disediakan C5-03 dalam memaksimalkan jajaran fiturnya. Diantaranya adalah Quick Office, Dictionary dan Converter. Tak hanya itu, tersedia juga toko online amazon.com secara default pada jajaran menu, ditambah kita bisa bercengkrama dengan mengoptimalkan Ovi chat sebagai sarana interaksi.

Smartphone mungil ini menyertakan kamera 5 megapiksel (2592 x 1944 piksel) sebagai sarana jepret gambar atau rekam gerak. Walau minus penyokong cahaya, ponsel ini cukup layak dalam menghasilkan rekaman gambar maupun gerak. Beberapa fitur seperti geo-tagging, editor foto dan variasi foto pun tersemat di dalamnya. Seperti pengaturan density (terang/gelap), light sense (iso), dan colour tone (sephia, BW, vivid, negative).
Ketika dijajal untuk melakukan sesi pemotretan, hasil foto di dalam dan luar ruangan tajam dan cerah. Namun semuanya harus didukung dengan pencahayaan memadai. Dari hasil pengambilan gambar kedua sesi tadi cukup menghasilkan keluaran warna yang natural.

Tak puas optimal pada sesi potret, jajaran audio ponsel ini juga dibekali speaker stereo yang mampu mengeluarkan suara cukup jernih, terasa nyaman baik saat menggunakan speaker maupun headphone. Mendukung beragam format seperti MP3/WAV/eAAC+i WMA, kita cukup leluasa menikmati lantunan audio beragam konversi.

Sebagai alternatif, kita dapat mendengarkan radio yang telah disematkan teknologi RDS. Guna merekam audio dari beragam momentum, ponsel ini juga menyediakan sarana audio recording yang mendukung format AMR. Dilihat secara keseluruhan fasilitas multimedia yang diterapkan ponsel ini cukup mewakili kebutuhan pengguna.

Tak mau kalah dengan sektor audio, pada ranah video player, ponsel yang mampu menjalankan format MP4/ 3GP/WMV ini membekali diri dengan tampilan fullscreen guna menikmati audio visual. Hanya saja fitur ini hanya dapat berjalan pada posisi landscape alias horizontal.

Ponsel yang membekali diri dengan HSDPA 10.2 Mbps dan HSUPA 2 Mbps cukup memberikan kelancaran dalam mengakses internet. Menjelajah ranah maya itu bisa dilakukan via jaringan operator maupun akses Wi-Fi. Selebihnya sarana kabel data dan Bluetooth menjadi andalan lain dalam melakukan koneksi tukar data.

Beberapa link yang terintegrasi dengan layanan online pun siap memberikan keasyikan selancar maya, baik untuk kepentingan jejaring sosial, chatting, pemetaan, GPS maupun belanja online. Nokia sendiri membenamkan aplikasi OVI (Ovi Mail, Ovi Chat, Ovi Maps, Ovi Store) secara lengkap pada ponsel ini dengan tujuan mengoptimalkan layanan online secara terpadu.

Walaupun canggih, ponsel ini masih berjalan pada platform Symbian S60 versi 5 sebagai penyokong kinerjanya. Dipersenjatai prosesor CPU ARM 11 600 MHz, cukup memberi greget dalam menjajal kelancaran aplikasi dan fitur.

Beberapa aplikasi penunjang semisal multimedia, office, community, maupun fitur khas dari Nokia bisa dijadikan sarana pengusir kebosanan. Kita pun sejatinya dapat membenamkan aplikasi favorit baik koneksi PC maupun download langsung via ponsel, semuanya tersimpan rapi dalam folder aplikasi.

Sebagai sarana penyimpanan data, Nokia C5-03 dibekali 40 MB storage dan 128 MB RAM sebagai kantong data internal. Apabila tak cukup, memori ekspansi bertipe microSD sebesar 16 GB pun bisa dijejalkan dalam ponsel ini.

Sebagai ponsel layar sentuh kelas menengah ke bawah, tampilan C5-03 yang ringkas termasuk menarik. Ditambah dengan fitur lumayan lengkap di kelasnya dan kehandalan kinerjanya berkat dukungan prosesor dan platform Symbian S60 5th edition versi terbaru.
Dengan kisaran harga di bawah $200, Nokia C5-03 adalah primadona baru untuk kelas ponsel layar sentuh segmen komunitas. Sejatinya baik harga maupun kemasan yang ditawarkan cukup rasional bagi kita yang bermimpi memiliki ponsel dengan paket lengkap dari vendor ternama. Selanjutnya...

Nokia C6-01 review

Sebagai ponsel cerdas kelas menengah ke atas, C6-01 terbilang cukup handal dan mampu menyalurkan kebutuhan yang terkait dengan komunitas, layanan online, entertainment, GPS, maupun keperluan kantoran secara maksimal. Segudang fitur canggih yang dimilikinya ternyata tak membuat kantong terkuras untuk menebusnya.
Kinerja platform Symbian3 cukup memberikan dorongan pada akses jejaring sosial, aplikasinya pun tersaji apik pada homescreen. Fasilitas multikoneksi yang berbasis OTG juga turut andil mendongkrak nilai lebih Nokia C6-01.

Masih dengan tagline 'C' pada ponsel ini, pihak vendor nampaknya cukup sigap menyediakan layanan komunitas dan jejaring sosial. Indikator widget terlihat pada desktop utama yang terintegrasi pada jaringan sosial kita. Untuk menjelajahnya kita cukup login akun pada default OVI mail (dapat mendaftar akun pada ovi.com). Ketika berhasil masuk, kita pun dapat mengaktivasi multi akun jejaring yang kita punya, semisal facebook, twitter maupun ovi chat.
Semua area yang menyangkut komuniti terintegrasi pada fitur maps, movie, maupun email. Kemudahan untuk berbagi pada sektor komunitas nampaknya didedikasikan optimal pada ponsel Nokia C6-01.

Membawa fitur pencitraan satelit seperti A-GPS, Ovi Maps 3.0 dan digital compass, kita semakin dimudahkan dalam menjelajah sektor pemetaan atau pencarian antar lokasi. Ketika
menjajal layanan ini, hasilnya cukup dapat diandalkan. Disamping cepat dalam tampilan, keakuratan data yang disampaikan mampu menjadi rujukan efektif bagi user. Didukung multitouch, keasyikan menyelami fitur ini cukup memberi nuansa tersendiri.

Berselancar maya dengan mengandalkan jaringan 3G/HSDPA, membuat aktivitas download maupun upload jadi kian cepat tanpa kendala. Kecepatan transfer data HSDPA, 10.2 Mbps, HSUPA, 2 Mbps, dan Wi-Fi 802.11 b/g/n membuat akses ini sebagai salah satu yang terbaik pada segmen arung ranah maya.
Dukungan WAP 2.0/xHTML, HTML, RSS feeds pada browser juga semakin memperkaya optimalisasi area ini. Fasilitas streaming yang tertanam dengan beberapa video favorit semisal Youtube, serta web streaming nampaknya patut dijajal dalam memberikan akses hiburan alternatif. Lain itu, layanan ini sudah support tampilan Flash 10.1 plus multitouch saat jelajah Internet.

Ponsel cerdas Nokia C6-01 dipersenjatai prosesor ARM 11 680 MHz, 3D Graphics HW accelerator, mirip dengan C7. Kapasitas memori internalnya 340 MB, 256 MB RAM, 1GB ROM serta penambahan daya tampung via slot eksternal bertipe microSD hingga 32 GB. Dijamin sarana penyimpan data baik itu aplikasi unduhan maupun file multimedia, akan tercukupi. Pihak Nokia menyediakan memori eksternal yang include pada paket penjualan sebesar 2GB.

Sama seperti varian Symbian3 lainnya, port micro USB yang terhubung sebagai sarana transfer data juga mendukung fasilitas On-the-go (OTG).
Sebuah fasilitas inovatif Symbian3 yang berfungsi sebagai media reading multi device, baik melalui mouse, keyboard, eksternal storage (flashdisk), atau koneksi kabel antar ponsel. Kabel OTG sendiri bisa kita dapat sebagai aksesori karena tidak masuk dalam paket penjualan.

Tak lupa menyematkan beberapa fitur andalan untuk perkantoran, C6-01 memperkaya bagian ini dengan menghadirkan Quick Office Document Viewer (Word, Excel, PowerPoint, PDF), Adobe Reader dan Traveller yang tersaji lengkap dalam default menu office.
Menu standar seperti SMS, MMS, Email, Push Email, IM, java, Bluetooth v3.0 with A2DP, kalkulator, zip, perekam audio, games, maupun manajer file dirasa cukup mengakomodir keperluan lainnya.

Selanjutnya review pada Nokia C6-01.
Selanjutnya...

Nokia C6-01, dengan Gorilla Glass dan Clearback Display

Nokia kian rajin menggelontorkan ponsel premium berplatform Symbian3 dan terus bergerilya membidik pengguna segmen menengah ke atas. Kali ini Nokia C6-01 yang didelegasikan mewakili misi tersebut. Masih mengusung embel-embel 'community', ponsel ini dijejali beragam fitur andalan khas ponsel cerdas. Penasaran?

Masih dalam tampilan memikat dan berkelas, Nokia C6-01 lahir dalam balutan material stainless, tampak kokoh dan nyaman saat masuk genggaman. Dimensi 103.8 x 52.5 x 13.9 mm terasa pas untuk ukuran kontur tangan. Harus diakui kolaborasi volume dan estetika fisik tak pernah dilupakan vendor asal Finlandia ini. Sedikit lebih tebal dari sang kakak Nokia C7, membuat ponsel ini justru terasa solid dan elegan. Dengan kata lain, baik saat digenggam satu tangan atau pun dua tangan, kenyamanannya tetap terjaga.

Menyisir kelengkapan tombol, di sisi kiri akan kita dapatkan beberapa jajaran tombol yang masing-masing berfungsi sebagai (+/-) audio maupun zoom, unlock, serta shutter camera.


Pada bagian muka persis di bawah display tersemat tombol berupa bar panjang yang berfungsi mengakses. menu utama yang diapit primary key hijau dan merah yang seolah tertanam di bawah kaca casing. Tombol merah juga berfungsi sebagai tombol power (on/off) ponsel.
Microphone, port USB, jack audio 3,5 mm serta port charger tersembunyi di jajaran paling bawah bodi ponsel. Sedangkan bagian belakang ponsel didominasi perangkat pengambil gambar berupa lensa kamera berkekuatan 8 megapiksel dilengkapi flash yang bersanding dengan speaker stereo.

Masuk pada sektor tampilan muka, Nokia C6-01 menyematkan teknologi layar sentuh kapasitif bertipe AMOLED. Ponsel ini mampu mendalami 16 juta warna dalam visualnya dengan resolusi 360x640 piksel. Layarnya cukup lapang berdiagonal 3,2 inci dilengkapi sensor for UI auto-rotate guna mengakomodasi perubahan orientasi layar dari portrait ke landscape dan sebaliknya.
Sektor display memang menjadi nilai plus Nokia C6-01 display. Komposisinya sama seperti kakak kelasnya yang telah menyematkan gorilla glass sebagai pelindung gores pada layar, suntikan clearback display yang mampu memberikan tampilan warna optimal (tidak buram) saat tersorot langsung cahaya matahari.

Serupa dengan C7, Nokia C6-01 juga menampilkan tiga panel pada desktop utamanya. Desktop pertama terhiasi oleh beberapa widget yang didominasi layanan online. Pada desktop kedua kita temui beberapa widget fitur favorit serupa news dan akses multimedia. Sedangkan widget yang mengakomodasi konektivitas, web searching maupun schedule terpapar pada desktop ketiga.
Semua widget maupun wallpaper dapat kita atur sesuai keinginan pada penyetelan homescreen.
Lebih jauh saat masuk ke wilayah menu, tak banyak yang berubah pada bagian ini semuanya nyaris sama seperti sang pendahulunya, C7.

Kamera 8 megapiksel (3264 x 2448 piksel), fixed focus dan dual-LED flash jadi senjata andalan Nokia C6-01. Dukungan fitur geo-tagging dan face detection semakin memperkaya sektor pengabadian gambar. Ketika diuji, penyelarasannya cukup baik, penyerapan cahaya maupun warna yang disajikan cukup optimal. Terlebih dengan kolaborasi clearback display, Anda akan tetap tidak mendapatkan masalah saat memotret dalam cuaca terik sekalipun. Secara teknis baik menggunakan lampu flash atau tidak, ponsel ini mampu memperoleh gambar maksimal.
Pada sisi rekam, Nokia C6-01 dapat diandalkan dalam me-record gerakan saat kondisi cahaya redup. Apalagi dengan bantuan penerangan dua led, video yang dihasilkan pastinya lebih optimal. Selain berjalan dengan 720p pada 25fps, dukungan video stabilization semakin menambah nilai plus jajaran rekam.

Bagi yang narsis dan hoby self potrait, kamera dapat menjadi opsi cukup menyenangkan, baik untuk foto maupun rekam video. Hasil gambar yang hanya beresolusi VGA (640 x 480 pikset), dianggap cukup untuk hanya sekedar upload foto/video ke facebook atau youtube.

Nokia C6-01 suport menjalankan video dalam format DivXfXviD/ MP4/H.264/H.263/WMV. Dengan cukup berlimpahnya multiformat tadi, dijamin kekayaan format video yang kian beragam dapat dinikmati melalui layar lanskap (horizontal) ponsel ini.
Beberapa fitur yang tersemat pada bagian ini cukup untuk mewakili kepentingan audio visual, Akses-akses semisal youtube, national geographic, movie teasers bahkan CNN video semuanya cukup disentuh untuk menikmatinya. Kurang puas? OVI store menyediakan variasi lain melalui layanan download.

Walau masuk di jajaran kelas 'C' ponsel ini tak melupakan porsinya di ranah bunyi. Pemutar musik untuk menikmati tembang favorit bisa menjalankan format MP3/ WMA/WAV/eAAC+. Semuanya bisa dinikmati optimal dengan dukungan equalizer melalui headphone maupun speaker stereo.

File audio yang tersimpan tadi tentunya dapat dijadikan ringtone maupun personal ringtone. Namun sayang semuanya hanya dapat berjalan pada format MP3. Setingkat di bawah C7 yang mampu mendukung format WAV.
Layanan fasilitas download musik melalui OVI music memberikan kemudahan bagi kita yang hobi belanja musik. Selain penyematan radio FM yang mendukung RDS serta perekam audio dengan durasi unlimited semakin memperkaya sektor ini.

Selanjutnya review pada Nokia C6-01
Selanjutnya...

Nokia E5, review Internet dan Fitur lainnya

Aktivitas bisnis yang padat memerlukan pendamping yang handal, termasuk di dalamnya adalah ponsel. Selain memiliki OS terbuka serta kamera memadai, Nokia E5-00 juga membawa segudang fitur kantor yang dapat dimaksimalkan untuk menunjang kinerja Anda. Apalagi baterainya tergolong awet, mencapai 2 hari untuk pemakaian cukup aktif, terutama berinternet.

Namun dari review sebelumnya pada Disain dan Display, Kamera, serta Audio yang paling disayangkan dari seri ini adalah ketidakhadiran satu buah permainan pun. Walau Anda bisa mengunduh dengan mudah dari internet, namun tetap saja `feel' yang berbeda akan terasa antara game bawaan dengan game hasil unduhan.

Internet
Ketersediaan HSUPA membuat kemampuan jelajah data pada perangkat ini dapat diandalkan. Ketika berada di luar jangkauan WLAN, Anda masih bisa menggunakan HSDPA yang sayangnya tidak dilengkapi dengan kamera depan untuk kepentingan video call.

Saat dicoba untuk menjelajah berbagai situs, baik mobile maupun website, halaman demi halaman mampu terbuka dengan baik. Menariknya, ketika menekan tombol Kembali, akan terbuka jendela-jendela yang sebelumnya telah dibuka sehingga Anda bisa memilih dengan cepat halaman sebelumnya yang mana yang ingin dituju.

Namun hal tersebut bukannya tanpa kelemahan. Idealnya, ketika memilih untuk 'kembali', perangkat tidak perlu memuat ulang halaman sehingga selain lebih efisien dari segi waktu, juga menghemat pulsa bagi yang menggunakan koneksi bukan WLAN. Hal ini seperti yang dapat ditemukan di browser Opera Mini.

Setiap kali akan memulai jelajah internet, Anda dapat mengatur 2 opsi dalam memilih profil yang akan digunakan; apakah melalui jaringan operator atau WLAN. Opsi tersebut dapat diatur melalui menu Pengaturan, di mana opsi pertama adalah langsung memilih untuk menggunakan salah satu (tiap kali akan browsing selalu menggunakan jaringan operator atau WLAN) atau opsi kedua adalah perangkat akan menanyakannya terlebih dahulu kepada Anda. Jadi, ketika akan memulai selancar, ponsel akan memunculkan jendela pilihan, profil internet mana yang akan digunakan.

Memiliki layar yang berorientasi melebar (landscape) membuat tampilannya ketika menjelajah cukup nyaman di mata. Jika membuka situs web yang ukuran tulisannya terlalu kecil, perbesar saja dengan tombol * dan # untuk memperkecil kembali. Hal ini juga berlaku saat menyaksikan video di YouTube yang diakses melalui browser. Namun jika mengakses langsung dari aplikasi yang terdapat di folder Internet, video yang diputar akan secara otomatis menyesuaikan dengan layar alias screen fit sehingga lebih nyaman disaksikan.

Sedikit catatan mengenai YouTube, walau masih sama-sama mengalami buffering (dan ini sangat bergantung pada jaringan yang Anda gunakan) ketika pemutaran video, namun buffer maupun loading halaman relatif lebih cepat jika kita langsung mengakses via aplikasinya tersebut.

Fitur
Nokia E5-00 sudah ditanamkan GPS sehingga dapat membantu dalam menemukan suatu lokasi atau memberikan saran terhadap rute suatu perjalanan. Ketika menggunakan Peta, sistem akan mengunduh konten seperti pencitraan satelit, berkas suara, panduan atau informasi lalu lintas serta cuaca sehingga akan membutuhkan transmisi data dalam jumlah cukup besar. Sama seperti dalam modus internet, tekan * atau # untuk melakukan pembesaran pada peta.

Di layar akan tampil informasi berupa bar warna yang mengindikasikan beberapa hal seperti satu bar berarti satu satelit. Jika perangkat mencari sinyal satelit, bar-bar tersebut akan berwarna kuning, dan akan berubah menjadi hijau bila telah memadai untuk menghitung lokasi. Nah, semakin banyak baris hijau ini berarti tingkat keakuratannya semakin baik.

Karena ditujukan untuk kalangan bisnis, tak heran folder Kantor memuat banyak aplikasi, mulai dari kamus, konverter, catatan aktivitas, Microsoft Communicator, Quickoffice (yang mewajibkan Anda untuk mendaftar dahulu), intranet, zip, hingga Adobe PDF, World Traveler, AP Mobile dan Bloomberg, yang merupakan pengumpan ke situs berita pergerakan saham beserta konco-konconya seperti indeks saham, komoditas, obligasi dan valas dari seluruh dunia. AP adalah akronim dari Associated Press, merupakan jaringan berita dunia yang sering menjadi acuan baik berita maupun foto-foto aktualnya.

Ketika menggunakan pertama kali, Anda akan diminta untuk mengisi data seperti usia, jenis kelamin, alamat email (opsional) dan wilayah. Setelah semua entri dimasukkan, perangkat akan mengunduh data-data dari server termasuk foto dan video.

Kebutuhan email pun mampu diakomodir dengan baik lewat fitur push email-nya. Pertama kali menggunakan, Anda akan diminta untuk memilih akun email mana yang ingin disinkronkan dengan ponsel. Ada beberapa yang dapat dipilih seperti OviMail, YahooMail, dan Gmail. Begitu proses konfigurasi berhasil, Anda akan terhubung secara realtime selama akses internet tersedia, baik via jaringan operator maupun WLAN. Bahkan inbox alias kotak masuk Anda dapat tampil di Home Screen.

Klik gambar di bawah untuk membeli ponsel ini:

Selanjutnya...

Langganan Artikel GRATIS

Tulis alamat email di kotak, lalu tekan Subscribe, ikuti petunjuk selanjutnya:

Delivered by FeedBurner

Followers

Blog Direktori

Mobile Phone Blogs - BlogCatalog Blog Directory Directory of Gadgets Blogs Add to Technorati Favorites blog-indonesia.com

Kategori

·         Advertorial

·         Android

·         Android GingerBread

·         Aplikasi Ponsel

·         Apple

·         Audio Video MP3

·         Berita

·         Beyond

·         Blackberry

·         Blackberry Playbook

·         CDMA

·         Compare

·         Download

·         e-Mail

·         Gadget

·         Games Java

·         Games Symbian

·         HTC

·         Huawei

·         IMO

·         Install _ Un-install

·         Internet GPRS

·         iPad 2

·         iPhone

·         Kamera_Video

·         Layar Sentuh

·         LG

·         Motorola

·         Nokia

·         PC Tablet

·         PC_Software

·         PDA/PPC/O2

·         Ponsel Java

·         Proteksi Security

·         Pustaka

·         Qwerty

·         Review

·         S60v5

·         Samsung

·         Service Ponsel

·         Slide Geser

·         Sony Ericsson

·         Symbian Anna

·         Symbian Belle

·         Symbian S60 v3

·         Symbian S60 v5

·         Symbian S60v2

·         Symbian^3

·         Symbian_s60v3

·         Symbian_SE_UIQ2

·         Symbian_SE_UIQ3

·         Tips Tricks

·         Tutorial

·         Virus Symbian

·         ZTE

Arsip Artikel

 
Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]