Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan
Aku sudah lama tidak membaca buku, dan mengawali tahun yang baru aku berjalan-jalan ke gramedia untuk melihat-lihat buku.
Berkeliling di rak-rak buku baru, pindah ke rak-rak novel terjemahan, hingga sampai ke rak-rak novel tulisan anak negeri.
Tiba-tiba saja aku tertarik pada buku di baris ketiga pojok sebelah kiri, covernya sangat elegan, lalu membaca nama penulisnya, *waduh gak kenal*.
Mengeja judulnya, menarik, lalu membaca endorsement di bagian bawah, semakin penasaran karena yang nulis adalah Dee. Pindah ke belakang untuk melihat harga *mulai mikir-mikir, masih pakai hitungan anak kos* :D.
Membaca kutipan novelnya *cerita cinta-cintaan*, lalu membaca endorsement dibelakang *Ahmad Tohari, Helvy Tiana Rosa sampe Gola Gong, semakin menarik*.
Aku mengambil buku yang terbuka *terimakasih buat gramedia yang begitu pengertian kepada pembaca, hingga selalu menyediakan satu buku tester*, membuka halaman pertama, endorsement lagi dan semuanya begitu memuji buku ini.
Kulewati halaman itu menuju daftar isi dan aku langsung bengong, sangat keren, kata-kata yang tidak biasa. Virgo (Sang Perawan), Cancer (Kepiting), Leo (Singa), Lyra (Dawai), Crux (Layang-layang), Sagitta (Panah), Vulpecula (Musang), Pavo (Merak), Orion (Pemburu), Pegasus (Kuda Terbang), Cepheus (Raja), Cassiopeia (Ratu), Bootes (Penggembala), Vela (Layar), Ara (Altar), Perseus (Pahlawan), dan Paus saja mampir ke Gunung Kidul.Sangat menarik.
Membuka Bab pertama yang berjudul Virgo (Sang Perawan), aku langsung disuguhi tulisan ini
Begini cara kerja sesuatu yang engkau sebut cinta..
Engkau bertemu seseorang lalu perlahan-lahan merasa nyaman berada di sekitarnya. Jika dia dekat, engkau akan merasa utuh dan terbelah ketika dia menjauh. Keindahan adalah ketika engkau merasa ia memperhatikanmu tanpa engkau tahu. Sewaktu kemenyerahan itu meringkusmu, mendengar namanya disebut pun menggigilkan akalmu. Engkau mulai tersenyum dan menangis tanpa mau disebut gila.
Berhati-hatilah...
Kelak, hidup adalah ketika engkau menjalani hari-hari dengan optimisme. Melakukan hal-hal hebat, menikmati kebersamaan dengan orang-orang baru. Tergelak dan gembira, membuat semua berpikir hidupmu telah sempurna.
Sementara, pada jeda yang engkau buat bisu, sewaktu langit meriah oleh benda-benda yang berpijar, ketika sebuah lagu menyeretmu ke masa lalu, wajahnya memenuhi setiap sudutmu. Bahkan, langit membentuk auranya. Udara bergerak mendesaukan suaranya. Bulan melengkungkan senyumnya. Bersiaplah... Engkau akan mulai merengek kepada Tuhan. Meminta sesuatu yang mungkin telah haram bagimu.
Kututup buku tester itu, mengambil buku yang masih bersampul plastik dan tanpa pikir panjang aku berjalan menuju kasir.
****
Kinanthi Hope adalah seorang Profesor muda yang populer di New York, sering menjadi dosen tamu di berbagai universitas, jadi pembicara di acara-acara seminar dan bukunya yang menyoroti masalah perempuan menjadi best seller di Amerika. Kinanthi sukses, sampai media memberinya gelar Queen of New York.
Tapi tidak banyak yang tahu kalau Kinanthi seorang muslimah, berasal dari Selatan Jawa yang dijual bapaknya demi 50Kg beras, disiksa majikannya yang orang arab sampai cerita masa kecilnya yang selalu dia simpan di galaksi cintanya.
Hampir 20 tahun Kinanthi menyimpan ceritanya, hingga Kinanthi membutuhkan sebuah pelepasan untuk dirinya, terutama untuk teman masa kecilnya. Kinanthi menulis sebuah buku novel. Novel yang bagi pembacanya adalah fiksi, tapi bagi Kinanthi jelas sangat nyata, karena dia adalah pelaku utama novel itu.
Dibantu editornya yang sangat pengertian, seseorang yang hampir 4 tahun Kinanthi berpikir adalah orang Cina tapi ternyata adalah orang Tibet, Kinanthi memulai pelepasannya.
Ditengah penggarapan novelnya, Kinanthi tersadar, dia harus kembali ke tanah dia lahir. Untuk mengulang, untuk mengenang, untuk menunjukkan pada kampungnya bahwa dia hidup, terutama untuk teman masa kecilnya yang dia yakin masih menunggunya dan untuk sesuatu yang Kinanthi selalu tunggu selama hampir 20 tahun ini, sesuatu yang selalu dia lihat di galaksi cintanya.
Kinanthi begitu ingat, betapa semesta tidak rela mereka menyatu. Orangtua, kemiskinan, nasib buruk bahkan jalur takdir mencandai mereka selama hampir 20 tahun ini. Keteguhan hati Kinanthi membuatnya bertahan untuk melawan kehidupan yang tanpa harapan itu. Percaya ada seseorang yang selalu tersenyum dan mengulurkan tangan di atas nasib buruknya, teman masa kecilnya.
Dia pulang setelah hampir 20 tahun 'dibuang' dari kampungnya, menemukan sosok teman masa kecilnya yang biasa-biasa saja, memupus harapannya untuk sesuatu yang lebih besar. bertemu tanpa ada getaran-getaran yang dia harapkan di sepanjang 20 tahun mengisi ruang sepinya, dan otak Profesor Kinanthi maklum, dia berharap terlalu banyak.
Tapi Kinanthi lupa, teman masa kecilnya mengisi hampir 20 tahun untuk sesuatu yang membuatnya terharu sepanjang hidupnya. Menentang orangtuanya yang menginginkannya menjadi rois kampung, teman masa kecilnya mencari Kinanthi, menggelandang di Bandung dan Jakarta demi Kinanthi, demi sebuah janji di masa kecil mereka.
*****
Satu kata untuk buku ini, fantastic...!!!
Penulis meramu buku ini dengan sangat kaya, pemilihan kata-kata yang sangat enak untuk dibaca, lugu namun sangat berbobot.
Dari Gunung Kidul, Arab, Kuwait sampai gedung pencakar langit New York.
Kehidupan sosial masyarakat kampung, dunia penerbitan sampai rasi bintang dijelaskan dengan rinci.
Tembang Jawa, Kejawen sampai astronomi, nasib TKW di Arab, kehidupan Muslim di Amerika, menjadi kesatuan yang utuh di novel ini.
Jelas ini novel cinta, tapi ini buatku novel cinta yang sangat beda dari hanya sekedar dua manusia bertemu di tempat hang-out, berkenalan, dekat, lalu happy ending walaupun ada intrik keluarga atau pihak ketiga.
Ini tentang harapan, bagaimana mencintai itu adalah satu hal dan memiliki itu adalah hal lain.
Bagaimana memahami perasaan memikirkan seseorang bertahun-tahun dan mencoba melepasnya karena waktu berjalan terus.
Bahkan novel ini memberi pesan yang sangat besar tentang sang pencipta tanpa harus menggemborkan kata-kata atau dalil, aroma spritualnya sangat terasa, kata-kata yang penuh filosofi, penokohan yang sangat baik, alur cerita yang dramatis dan ending yang benar-benar diluar dugaan.
Ini buku yang pertama kubaca setelah memasuki tahun yang baru, dan akan kuulang lagi membacanya, mungkin 2 sampai 3 kali lagi atau mungkin sampai akhir tahun, sampai aku menemukan bacaan lain.
Memang buku ini terbit sudah lama, di awal 2009 tapi buatku tidak ada buku lama atau buku baru, yang ada buku bagus dan tidak.
Seperti minum kopi, menyeruputnya pelan-pelan hingga habis dan tidak bosan untuk mengulanginya lagi di hari yang lain.
Judul : Galaksi Kinanthi
Penulis : Tasaro GK
Cetakan I, Januari 2009
Penerbit : Salamadani, Bandung
Telusuri Jejak..
'Kalah balapan itu tidak memalukan, yang memalukan adalah tidak ikut balapan karena takut kalah'
Enzo merasa hidupnya sudah tidak lama lagi
Dengan tubuhnya yang sudah mulai menua dan cedera panggul yang dideritanya, Enzo sudah bersiap menjemput kematiannya.
Pada malam sakratul mautnya, Enzo menghimpun kembali kenangannya, mengingat kembali semua yang telah dia alami bersama Keluarga Denny.
Denny yang membuatnya menemukan dunia baru, kehidupan baru dan keluarga baru.
Melalui denny, Enzo mengerti tentang hidup. Seperti halnya balapan yang tidak hanya soal menang kalah.
Enzo mengenal Denny sama seperti Denny mengerti tentang Enzo.
Denny menemukan Enzo di sebuah peternakan dan membawanya pulang untuk tinggal bersamanya.
Enzolah yang ada di samping Denny ketika dia berkenalan dengan Eve sampai akhirnya menikah dan punya anak yang bernama Zoe.
Enzolah yang selalu jadi tempat curhat Denny tentang mimpi-mimpinya, tentang kehidupannya, tentang obsesinya di arena balap.
Ada kalanya Enzo merasa cemburu terhadap Eve, yang lebih sering diperhatikan denny tapi itu tidak mengurangi kedekatannya dengan denny.
Enzo mengerti, dia tidak perlu dibandingkan dengan Eve karena wanita itu mencintai denny. yang dia lakukan adalah mencoba untuk dicintai wanita itu dan dia berhasil.
Enzolah yang ada disamping wanita itu ketika dia sedang melahirkan Zoe. Sewaktu denny sedang mencoba merintis karirnya dan tidak berada di rumah.
Enzolah tempat curhat wanita itu ketika penyakit kanker mulai menyerangnya dan tetap tersenyum untuk mendukung denny saat balapan.
Enzolah yang diminta wanita itu untuk menemaninya di rumah orangtuanya ketika dia merasa ajalnya sudah dekat dan dia tidak mau Denny melihatnya dalam keadaan sekarat.
Enzolah yang menemani Denny melewati ujian-ujian setelah kematian istrinya.
Termasuk memperebutkan hak asuh zoe dari mertua denny dan membebaskan denny dari tuduhan pemerkosaan.
Enzo yang hanya bisa diam melihat semua ketidakadilan yang terjadi pada denny, yang tidak bisa berbuat apa-apa ketika zoe begitu merindukan ayahnya.
Enzo hanya bisa menyalak, mengibas-ngibaskan ekornya dan menatap tajam keadaan sekitarnya tanpa bisa berkata-kata. Karena dia ras tersier, berkaki empat dan menggonggong.
Enzo adalah seekor anjing..
Enzo mempelajari apa saja untuk menjadi manusia mulia dan sukses, gemar menonton televisi dan berpikiran seperti manusia, karena dia percaya di kehidupan selanjutnya, dirinya akan bereinkarnasi menjadi seorang manusia.
Sebuah novel yang dibingkai dari sudut pandang yang tidak biasa, Tentang cinta, keluarga, kesetiaan dan harapan.
perjuangan pihak ketiga untuk melihat betapa rumitnya kehidupan manusia.
Ceritanya dikemas sangat baik, Penulis membuat seolah-olah pembaca adalah Enzo itu sendiri.
Gareth Stein si penulis sukses membuat novel ini menjadi sebuah cerita yang sangat menyentuh, menginspirasi pembaca untuk tidak menyerah dalam menghadapi masalah hidup.
'Jangan pernah berhenti sebelum bendera kotak-kotak dikibarkan'
Sosok Denny digambarkan begitu tegar, seorang pria yang percaya akan sebuah arti kesetiaan.
Apa yang ada di depanmu, itulah yang harus kau hadapi. Jangan menghindar atau lari.
Denny adalah seorang juara, tidak saja di arena balap tapi juga dalam kehidupannya.
Benang merah novel ini ada pada sosok Enzo.
Kata-kata yang banyak mengandung filosofi dan pengetahuan tentang balap membuat novel ini layak untuk dikoleksi
Novel setebal 408 halaman ini mengalir sangat pas hingga terasa begitu renyah untuk dibaca.
Setelah halaman 70, tidak ada kata lain selain harus menyelesaikan novel ini.
Judul : The Art of Racing in the Rain Enzo
Penulis : Gareth Stein
Penerbit : Serambi
Cetakan April 2009
