Tampilkan postingan dengan label Nasihat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasihat. Tampilkan semua postingan
Nike as kekee
Tik..
Tok..
Tik..
Tok..

Entah sudah berapa detik yang kulalui untuk mendengarkan sayupan jam yang merembesi gendang telinga
Hanya ada tarikan nafas yang tertutur dalam durjana cerita
Tak pelak..
Kupapahi pijakan ini, halus..
kualurkan sidik jariku pada dinding-dinding dingin
semuanya terasa nyaman..
Yaa, masih cukup nyaman memang

Dag..
Dig..
Dug..

Kurasakan setiap detakan jantung yang suatu saat akan Tuhan pertanyakan
"Untuk apa aku hidup?"
"Diapakan waktu yang telah diberikan?"
"Untuk apa masa mudamu?"
"Kemana hartamu?"
Miris memang..
Miris jika melihat jejak-jejak yang telah kuhaturkan dibumi
terkadang tak memiliki arti

Sruuuup..
Kunikmati secangkir white coffee
Hangatnya mengalir di tenggorokan
Memoriabil itu memancar begitu saja
Cangkir ini begitu pas ditangan
Berbahan Porselen..
Porselen? Yaa memang rawan pecah, layaknya perasaan

Pagi ini, didinginnya Sukabumi
Mungkin belum layak disebut pagi, karena terlalu dini
Yap.. Dibawah langit Jawa Barat,
Aku menghaturkan berbagai mimpi, hmmh tapi bukan disebut mimpi juga sih, soalnya kalo mimpi kemungkinan besar ga kecapai..!! Sama kaya mimpi-mimpiku dulu
Target kali ya

Uh, baru kali ini merasakan beratnya mata, tapi fikiran masih on
Terus nyari sinyal kehidupan yang jelas-jelas hanya manusia-manusia langit yang hidup dan berdialog dengan Tuhannya..
Allahkuuuu.. Terkadang aku begitu riya
begitu sombong dan mempertanyakan keadilanMu
selalu menuntut keberadaanMu
Hah.. dasar manusia kerdil..!!
Tuhan itu selalu ada, tapi tak terlihat
Sebelum menuntut untuk melihat Tuhan, coba cari dimana ruhmu
Bagaimana bentuknya, dan dimana
Jika kau bisa melihatnya, maka kau layak melihat Tuhan..!!
Tapi, kau sendiri tak bisa melihat ruhmu bukan?

Dibawah langit ini, masih terasa pengikraranku
Dibawah langit ini, masih kurasakan kasihsayangMu
Dibawah langit ini, serasa semua tak hidup, karena hanya ada aku dan rahmatMu
dan Dibawah langit ini, kuhaturkan beribu terimakasih untuk setiap detakan jantung
haluan detik
dan berbonggol-bonggol cintaMu
Cinta yang lebih luas dari samudra

Kubelai lembut tuts-tuts keyboard
Kuhirup pelan-pelan udara yang kemudian memenuhi kantung-kantung akreola jantungku
Kudengarkan kembali detuman waktu
Detakan jantung
dan aroma secangkir white coffee
Terimakasih Allahkuu
Nike as kekee
Bilangan waktu menyiratkan kegetiran hidup. Bahagia? Dimana akan kudapat?

Kata yang hanya memiliki 7 huruf, 3 huruf konsonan dan 2 huruf vokal.. Namun memiliki beribu arti. Mengembangkan senyum, menguraikan air mata haru, bahkan pelukan

Tak ada artinya mengasihani diri sendiri. Karena prasangka kita adalah cerminan diri kita. Hati kita layaknya air danau jernih, dimana dapat dengan mudahnya memantulkan bias bayangan kita.

Kapan terakhir kali anda bahagia?
Tak perlu berfikir terlalu jauh. Cukuplah jawab "Saat ini, sedetik yang lalu, sedetik masa yang akan datang dan selamanya, aku akan selalu bahagia"

Bahagia, dapat kutemukan dimana?
Tak perlu mengandalkan orang lain untuk membuatmu bahagia, karena bahagia hanya datang dari diri sendiri, dan orang lainlah faktor penunjangnya.
Pengalamanku saat naik angkutan umum dibawah panas yang menyengat, macet dan debu. Sebut saja Ibu Mawar selalu menggeretu dengan keadaan, namun Suaminya (mungkin) berbicara dengan sehalus mungkin "Udah mah, kita ga bisa buat apa-apa, toh ga akan merubah keadaan. Gamungkin kan kita menyingkirkan para pengguna jalan lainnya. Nikmatin yuk"
Subhanallah.. Aku malu

Dan akan aku tegaskan bahwa aku masih bahagia dengan semua penat yang pernah ada..
Aku masih bahagia dengan segala aktivitas dan kesibukanku
Aku masih bahagia dengan semua rasa kecewa, sakit dan sedih
Aku masih bahagia karena dengan bahagia aku bisa menghasilkan senyum
Dengan senyum, aku bisa membuat setiap orang nyaman didekatku
Aura bahagia akan mengalir ke orang-orang disekitar kita
Betul?

Berdamailah dengan masa lalu.
Dan katakan, AKU BAHAGIA, karena tanpa kesedihan, aku tak akan mengerti titik-titik indikator suatu KEBAHAGIAAN. bahagia itu pilihan



akhir kata, aku bahagia mempunyai blog (lho?)
Nike as kekee
Bismillah
Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokah..

Dengan ditemani secangkir Kopi Vanilla Latte, Lagu nasyid dalam koneksian internet, lalu berselancar ke dunia maya untuk menyapa teman-teman..
Vanilla Latte? Sebenernya Nike ga terlalu suka kopi, tapi berbeda halnya dengan Kopi ini.
Ceritanya sekitar tiga bulan yang lalu, saat hujan sedang deras-derasnya menaungi kota hujanku (Bogor), Nike berkujung ke rumah sahabat dengan keadaan yang hmmh basah kuyup.. Setelah mengeringkan tubuh dan berganti pakaian, Nike disuguhi Secangkir Kopi Vanilla Latte oleh ibu beliau..

"Nik, minum dulu tuh kopinya.Lumayan, masih anget. Kalo udah dingin ga enak" Suruh sahabatku itu.
Aku menjawabnya dengan senyum yang dipaksakan. Kopi? Ujar hatiku. Aduh, kenapa harus kopi sih? Kopi PAIT..!! Ga suka.. Itu kesan pertama yang ditimbulkan dari minuman yang berasal dari biji yang dikeringkan lalu ditumbuk.. 
"Iya yu, ntar nike minum koo. hehehe" Jawabku dusta.
Tapi, harum Vanilla yang menggoyahkan indera penciuman, akhirnya Nike tergiur untuk nyobain. Hangat, manis ga pait, dan Nike SUKA

Sumber gambar: Klik disini
^_^

Secangkir Kopi Vanilla Latte telah mengubah paradigmaku pada satu hal..
Jangan pernah membenci kopi karena hitamnya tapi cukup dengan paitnya, karena ketika kopi itu manis, kita akan menyukainya

Begitu pula dengan seseorang..
Jangan pernah tidak menyukai seseorang karena orangnya, tapi cukup dengan sifatnya, karena ketika orang itu berubah menjadi baik, kita akan menyukainya.
Berbeda halnya ketika kita membenci orang karena orang tersebut tercap jelek dimata kita. Ketika orang tersebut berubah menjadi baik, kita tetap tidak menyukainya.. :(
Sedih..

Semoga kita dijauhkan dari sifat tersebut..
Berharap Hari ini berjalan dengan baik. "Ya Allah, lancarkanlah urusanku hari ini"
Salam Blogger..
Wassalamu'alaykum
Nike as kekee
Bismillah
Senandung kerinduan yang renta melewati semilir angin.. Kuucap pada denting piano yang mengalunkan beribu tuak bisu.. Mengalun.. menyayat menghadirkan sembilu kidung

Piano?
Benda yang membuat saraf fikirku membuncah
Mendobrak dinding-dinding keletihan
Membangun imaji yang terlentangkan oleh masa..

Alunannya..
Sentuhannya..
Syahdu..!!

Lihat..!!
hitam.. putih.. hitam.. putih..
Terkadang, piano sekalipun bisa memberi kita pelajaran
Dan, bisakah kita mengambil kesimpulannya kawan?


Hidup itu layaknya piano
Berwarna putih dan hitam
namun percayakah? Ketika Tuhan yang memainkannya,
semuanya menjadi indah


Apa yang terjadi jika hanya tuts minor atau mayor saja?
Sendu..!! Tentu saja bosan..

Mungkin, seperti itulah hidup
Mempunyai berbagai sisi..
Seperti warna hitam, dan tentu saja putih
Nike as kekee
Tak banyak kata
Semuanya berawal dari sentuhan tangan pada tuts-tuts keyboard


Menuangkan apa yang pernah terjadi menjadi sebuah realita yang hangat akan makna..
Membaca dan kembali mengingatnya, hingga kejadian itu indah, terekam jelas dan mengendap dalam memori kehidupan yang melantunkan berbagai cerita.


Karena menulis adalah bagian dalam hidupku.
Bisakah kawan bayangkan jika dunia tanpa tulisan?
Akankah kawan mengerti bagaimana menuangkan perasaan kalian






 

Kalam-kalam Tuhan, disampaikan melalui utusannya kemudian dituang dalam tulisan, bukan?
Ceritakanlah hidup kalian, karena setiap waktu yang berjalan, terlalu berharga untuk tidak dibagikan


Tidak ada alasan untuk berhenti menulis
Dan aku pun tak pernah letih menulis, baik di buku, blog ataupun di qolbuku..


Semua tentangku, tentang dia, tentang kita, kalian dan tentunya tentangNya.


Menulis..


Terinspirasi dari Andy A.Fairussalam
Nike as kekee
Dalam ketidakpastian hidup ini, beberapa hal telah ditetapkanNya bagi kita..
Satu diantaranya adalah rezeki

Namun.. Banyak pertanyaan yang memang tak terjawab
Pantaskah aku mendapatkannya?
Pantaskah diri ini?



Sedikit inginku berbagi kata tentang kepantasan..
Pantaskah kita mengetahui wawasan semesta bila belajarpun tak ada?

Pantaskah kita memperoleh rizki dariNya bila upaya menjemput pun tidak nyata?
Pantaskah untuk mendapat kebaikan dari orang lain,
bila kebaikantak pernah kita persembahkan kepada mereka?
Bahkan hanya keburukan yang kita timpakan pada mereka>
Pantaskah?
Sssttt.. Tak perlu saya, kamu, kita atau kalian yang menjawab..
Cukup hati, karena segumpal daging tersebut tidak pernah bohong

Selanjutnya...
Nike as kekee
Air Mata Rasulullah SAW

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.

Selanjutnya...
Nike as kekee
Sumber :: Ka Adit

Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini ? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini.

Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Namun ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!!

Usianya sudah tidak muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.

Dari sinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.


Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.

Selanjutnya...
Nike as kekee
Bismillahirrahmanirrahim
Duhai hati…
Apa kabarmu hari ini?
Apa gerangan yang membuatmu muram dan bersedih.
Duhai hati kemarilah, duduk di sini bersamaku kan kudekap engkau dengan berdzikir.
Kemarilah, kan kuhangatkan engkau dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Dan malam nanti ketika banyak orang sedang tertidur lelap dalam buaian mimpi, kan kubangunkan engkau untuk ikut bersamaku,
Akan kubawa engkau menemui-Nya agar engkau dapat mengadu dan berkeluh kesah kepada-Nya

Duhai hatiku sayang...
Maafkan aku karena telah membuatmu galau
Maafkan aku karena telah mengusik ketenanganmu
Maafkan aku yang terkadang tak tau harus berbuat apa ketika ujian datang menyapaku

Selanjutnya...

Nike as kekee
Huaaaaaaaahhhhh..

Blog Nike terbengkalai.. Hiks.. Sedihnya. Sudah setahun ga aktiv di blog. Okeh, mulai sekarang, aktiv lagi ah. Hehehe.


Wellcome Nike Andini. Follow me follow me.. ^_^
Nike as kekee
Assalamu'alaykum

Gimana kawan? ga bosen kan baca postingan nike.:p
Well.. dapet pengalaman yg bner2 berharga hari ini. pagi tadi sebelum berangkat menjalani aktivitas, seperti biasa makan bubur di deket kostan. Nike manggil dia dengan panggilan papa, eh salah, abah maksudnya.
Udah kenal banget ma tuh tukang bubur. Yah, katanya dia sih, anaknya mirip BGT ma Nike. Euleuh, cuman bisa cengo ngedengernya. "Pak, saya kan limited edition, ga bkl ada yang nyamain" wkakak..

Tiap makan disitu, selalu gratis (coret ah, biar gak gengsi). Tapi nike juga pny harga diri lah. masa makan gratis mulu? hahags. yasudahlah, not important

Orang baek, rejekinya ngalir.. ^_^

Pas lagi makan, ada bapak-bapak.. Ngomong panjang lebar tuh (panjang ma lebarnya ga tau berapa meter, 2 kilo mah ada). Pertamanya mah PDKT gitu. Nanya-nanya kuliah dimana. Weiss, ane masih SMA pak. Muka ane kolot ato dewasa? Kalo dewasa mah gpp deuh. Tp kalo kolot, ga kayaknya mah.
Entah darimana asalnya, tiba-tiba jeder..!! jadi yambung ke singapur. Sedikit penggalan ma pepatah yang bisa nike tarik kesimpulannya, simak baik-baik yak

Nike as kekee
Ibu…
Ketika menuliskan ini…
Sungguh…begitu sulitnya aku menemukan rangkai kata yang pantas untukmu..

Heran…
Padahal ketika menulis untuk yang lain…
Jutaan kata seperti air mengalir di otakku…
Ibu…

Maaf…
Kupikir memang tak ada kata indah untukmu…
Bukan karena kehadiranmu yang sekian tahun di sampingku tak pernah berarti…
Tapi…

Karena memang tak ada kata yang mampu mendeskripsikan dirimu…
Tentang sayang dan cintamu yang sepanjang masa…
Lebih dari diriku yang katanya kasih anak hanya sepanjang galah…
Tentang perjuangan dan sabarmu…
yang penuh lelehan keringat dan airmata…
ahh..ibu….kau memang tak bisa terdefinisi jelas oleh kata!!

ibu….
Tak terasa…usia sudah memakan sedikit wajah cantikmu…
Kerutan di wajahmu itu sudah tak mampu kau tutupi….
Ibu…

Apakah lelahmu dalam menjagaku yang membuatmu kehilangan cantikmu?
Ibu….

Sungguh….aku tak tahu sudah sebanyak apa airmatamu mengalir?
Ketika aku melawan saat kau nasehati…
Ketika aku mengeluh atas masakanmu yang tak kusuka…
Ketika aku berbicara ketus saat inginku tak kau berikan?
Atau…

Ketika tangis sepertiga malammu pecah..
Saat mendoakan aku agar mampu menjadi orang besar….
Ahh..ibu…

Tak ada kata istimewa yang pantas kuberikan untukmu…
Sungguh…jemariku saja bergetar ketika menulis ini…
Tapi maaf ibu….

Mungkin rangkai kalimat teramat sederhana ini tak pernah sampai ditanganmu..
Tak akan terbaca oleh kacamata tuamu…
Atau terlihat oleh matamu yang mulai rabun itu…
Ibu…

Kata-kata ini memang tak pantas untukmu…
Mungkin sepanjang hidupku pun tak akan pernah mampu membalasmu…
Ahh…ibu….

Aku hanya ingin memberikan bukti nyata..
Bukan sekedar kata-kata yang penuh nelangsa…
Untukmu ibu….wanita yang ditelapak kakinya ada Syurga….
Nike as kekee
saudariku....sahabatku...ukhty muslimah....

sungguhpun taaruf bukanlah sebuah permainan....bukan sekedar coba-coba...bukan sekedar perkiraan...
"hmm..siapa tau cocok..."
"hmm...siapa tau jodoh..."
"siapa tau..."siapa tau...'
atau bahkan..."Hmm....lumayanlah...buat hepi-hepian...???????"
astaghfirullah....

sungguh...Taaruf itu bukanlah sebuah keisengan seperti itu....!!!!
bagaimana mungkin SATU-SATUNYA JALAN YANG DIHALALKAN OLEH ALLAH...OLEH ISLAM..adalah sebuah permainan iseng...permainan coba-coba...sebuah kesenangan terselubung...??????


bagaimana mungkin SATU-SATUNYA JALAN YANG DIHALALKAN OLEH ALLAH...OLEH ISLAM..adalah sebuah permainan iseng...permainan coba-coba...sebuah kesenangan terselubung...??????

bagaimana mungkin suatu upaya untuk menghindari PACARAN...justru tanpa disadari masuk dalam PACARAN tersebut...
bagaiaman mungkin sebuah upaya untuk membuahkan suatu yang suci...suatu ikatan yang mahal harganya...sebuah perjanjian agung yakni PERNIKAHAN adalah sebuah lelucon yang bisa dilakukan dengan siapa saja...siapa saja yang mau...siapa saja yang ada...atau sebuah iseng-iseng berhadiah...???????????????

dengan perkataan...
"coba ah...sama dia...siapa tau...hehehe..???????!!!!!!!?????????"

TAARUF BUKAN HAL-HAL REMEH TEMEH SEPERTI ITU....!!!!!!!
TAARUF ITU SUNGGUH SUCI...!!!

sungguh bukan hak saya untuk berkata demikian sebenarnya...
saya bukan siapa-siapa...bahkan saya adalah orang yang sangat sangat awam dengan masalah ini....

tapi...sungguh miris hati saya ketika melihat realita...taaruf seakan jadi sebuah solusi atau jalan lain karena tidak boleh pacaran...!!!
akhibatnya...??? taaruf tiada bedanya dengan pacaran...???
lalu...??? taaruf adalah pacaran hanya dibungkus dengan "selimut Islami..."????????

jika pacaran yang dibicarakan adalah...(hmm..mungkin ..^^)
"sayang...ketemuan yuk..."

jika taaruf...
"ukhty...sholat tahajud dulu...??????????"

jika pacaran mengungkapkan perasaan dengan
"sayang...aku cinta kamu..."

taaruf ...??
"ukhty...sungguh hati ini mencintaimu karena Allah...????"

sms-sms penuh perhatian...tiap hari...tiap jam...
telepon-telepon mengobrol kehidupan sehari-hari...
chatting..???
YANG DIBICARAKAN...??????? hmm..tidak jauh beda...!!!



kiranya semuanya telah tau...
bahwa wanita adalah fitnah terbesar bagi seorang laki-laki...

namun...saya wanita...dan ukhty pun wanita...

tapi kita juga tau...bahwa perhatian laki-laki...kasih sayangnya...sikap melindunginya...kesetiaannya adalah cobaan yang tidak kalah hebatnya bagi seorang wanita...


tapi kita juga tau...bahwa perhatian laki-laki...kasih sayangnya...sikap melindunginya...kesetiaannya adalah cobaan yang tidak kalah hebatnya bagi seorang wanita

mungkin kami para akhwat pada awalnya akan berkata...
"iih...iseng bgt sih..."
"nyebelin..."
"ganjen..."
"TP TP..."
"ngapain sih ngajak-ngajak taarufan nggak jelas.."

TAPI....kita semua juga tau....

cinta itu tumbuh karena terbiasa...

terbiasa dekat...
terbiasa ada...
terbiasa bersama...
terbiasa berantem..hhe..^^
terbiasa saling menyapa...
terbiasa diberi perhatian...
terbiasa saling mengobrol...hmm...


cinta itu teramat bening...
saat ini tiada apapun...
namun perlahan...
tanpa kita sadari...
dia sudah menjalar ke seluruh bagian jiwa kita,,,
menguasai kita...

awalnya mungkin kita akan merasa sebal dengan kehadirannya...
terganggu oleh sms-sms isengnya....
terganggu oleh pertanyaan-pertanyaan anehnya....

namun...tanpa kita sadari...
saat ia tiada...
saat sms tak kunjung tiba...
saat telepon tak berdering lama....????
akan ada perasaan kehilangan....
setiap saat melihat ke HP...menunggu deringnya...
setiap saat melongok ke komputer...menunggu onlinenya.....

dan itukah...??? itukah saudariku....???
yang dinamakan dengan..."MENCINTAI KARENA ALLAH...???"
itukah...????
itukah....?????????

ya akhi...para ikhwan....
sungguh hati wanita ini lemah....
hati wanita itu mudah terjangkiti virus....

dan bagaimana jika kita telah jatuh cinta...
bagaimana ternyata hati kita sudah saling merindu...menginnginkan adanya kebersamaan...
merindukan adanya kasih yang tanpa akhir...
sementara....
KITA BELUM HALAL....!!!!!! DAN MUNGKIN KITA TIDAK AKAN PERNAH JADI HALAL....!!!!!!

sanggupkah engkau pertanggungjawabkan sms-sms mesramu...???
sangggupkah engkau pertanggungjawabkan telepon mesramu...???
sanggupkah engkau pertanggungjawabkan tangis kami karena mulai merindukanmu...??? mulai berharap padamu...???

Tolong, kami hanya ingin menjaga diri . Menjaga amal kami tetap tertuju padaNYA.Karena janji Allah itu pasti. Wanita baik hanya diperuntukkan laki-laki baik.


Jangan ajak mata kami berzina dengan memandangmu! Jangan ajak telinga kami berzina dengan mendengar pujianmu! Jangan ajak tangan kami berzina dengan menerima hadiah kasih sayangmu! Jangan ajak kaki kami berzina dengan mendatangimu! Jangan ajak hati kami berzina dengan ber-dua-an denganmu!

ya akhi....ikhwan...calon pemimpin kami di masa depan....
jika engkau benar-benar serius...mengapa engkau hanya bersembunyi dibalik internetmu...???
bersembunyi dibalik HPmu...???
bersembunyi dalam kata-katamu...????????


kita sudah lelah dengan semua itu...
sungguhpun kita tidak mengharapkan seorang laki-laki BERMENTAL TEMPE...
yang hanya berani di dunia maya...
yang hanya berani di dunia sms...

dan yang lari dari tanggungjawab setelah merasa tidak cocok....

jika engkau memang sungguh serius...
DATANGLAH PADA ORANGTUA KAMI...!!!
JAWAB PERTANYAAN KAMI DENGAN LANTANG...!! DIHADAPAN KAMI...!!!!
JAWAB PERTANYAAN KAMI SECARA LANGSUNG....!!!!

kami wanita ingin pemimpin yang berani....
kami wanita yang ingin menjaga diri...
kami wanita yang tidak ingin diberi harapan palsu...janji gombal....
kami wanita yang ingin laki-laki yang halal.....
DENGARLAH AKHI...KAMI WANITA YANG BERBEDA...!!!!!!

PERNIKAHAN ADALAH KESUCIAN....
DAN JALAN MENUJU PERNIKAHAN TENTUNYA HARUS SESUCI PERNIKAHAN ITU PULA...!!!

Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah. Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk begitu. Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.


Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.

Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita solehah yang lain, dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli syurga, memimpinku ke arah tujuan yang satu.

Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, yang mampu mendebarkan hati juataan gadis untuk membuat aku terpikat.

Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah. Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk begitu. Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.

Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari ridha Illahi. Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu. Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu. Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku.

Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku. Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga….




" mengapa wanita begitu selektif memilih orang yang akan taaruf.."
MUNGKIN SALAH SEORANG LAKI-LAKI AKAN BERTANYA...
" mengapa wanita begitu selektif memilih orang yang akan taaruf.."
maka...
wanita akan menjawab..

suami kami nanti kelak akan menjadi pemimpin kami...
akan kami layani kebutuhannya....
akan kami tunggu kehadirannya...
akan kami berikan jiwa kami...raga kami....
bagaimana mungkin kami lalai dalam memilih calon suami...meski hanya dalam rangka taaruf...??

suami kami nanti akan menjadi pembimbing agama kami...penjaga kami...pelindung kami...
bagaimana mungkin kami akan gegabah dalam menentukan pilihan...meski hanya sebatas tukaran biodata..??

mentaati suami kami adalah salah satu jalan kami ke surga...
ketaatan pada suami adalah lambang kesholihan kami....
bagaimana mungkin kami akan cepat memutuskan siapa pilihan kami meski hanya sebatas kata...
"baik saya setuju...taarufan..."



JANGAN TAWARKAN KEISENGAN ATAS NAMA TAARUF PADA KAMI...!!!!!
KETAHUILAH...KAMI ADALAH WANITA YANG BERBEDA...!!!!!

ya akhi....saudaraku...para ikhwan....

JANGAN TAWARKAN KEISENGAN ATAS NAMA TAARUF PADA KAMI...!!!!!
KETAHUILAH...KAMI ADALAH WANITA YANG BERBEDA...!!!!!
Nike as kekee
Aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama, walau kadang masih juga kutemukan cinta tertinggi bukan untukMu. ketika kurasakan gelisah membadai, kakiku mengambang tiada menjejak bumi, saat kuterhempas dalam jurang cinta pada duniaMu

Illahi, Kucoba merangkak, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku kembali, meratap, memohon dan menghibaMu. Perkenankan aku mencintaiMu dengan semampuku

Illahi, aku tak sanggup mencintaiMu dengan kesabaran menanggung derita nabi ayyub, yusuf, musa, isa hingga muhammad. karena itu izinkan aku mencintaiMu melalui keluh kesah pengaduan yang hanya kutujukan kepadaMu bukan kepada mahlukMu atas derita jasad dan batinku

Rabbi, aku tak sangup mencintaiMu seperti abu bakar yang menyerahkan hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan Rasulmu untuk keluarganya.
Pun aku tak mampu mencintai layaknya sahabat umar yang menyerahkan separo hartanya di jalanMu . atau ustman dengan kafilah dagang dan perniagaannya.
Izinkan aku mencintaiMu dengan beberapa lembar dan keping yang kuinfakkan di jalanMu.

Illahi, aku belum mampu mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang sahabat hingga tak terasa anak panah musuh menghunjam di kakinya.
Karena itu ya Allah, perkenankan aku mencintaiMu dalam shalat yang coba kudirikan terbata bata, dalam satu-dua rakaat lailku, dalam satu dua sunnah nafilahMu

Yaa rahman, aku tak sanggup mencintaiMu bagai para hafidz hafidzah yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam Perkenankan aku tetap mencintaiMu melalui selembar dua lembar tilawah harianku dalam satu dua ayat hafalan qur`anku
.
Yaa rahiim, aku belum sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah yang mempersembahkan jiwa demi tegakNya DienMu. Semisal para syuhada yang menjual dirinya dalam jihadnya bagiMu. Maka perkenankan aku mencintaiMu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu. Izinkan aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru

Allah, aku belum sanggup mencintaMu di atas segalanya, bagai ibrahim yang rela tinggalkan putra dan istrinya dan patuh mengorbankan permata hatinya.
Izinkan aku mencintaiMu di dalam segalanya. Izinkan aku mencintaiMu dengan mencintai keluargaku, mencintai ikhwah, sahabat-sahabatku, mencintai manusia dan mencintai seluruh mahlukMu

Allah, perkenankan aku mencintaiMu sekuat kemampuanku agar cinta itu mengalun dalam jiwa. Agar cintaMu mengalir di sepanjang nadiku. Membesar, menutupi, menepis cinta selainMu dan mendudukkannya dibawah cinta padaMu Sampai suatu saat kuingin menemuiMu memandang wajahMu dengan seluruh cinta hanya padaMu

Ikhwahfillah,………..cinta adalah kekuatan terbesar untuk mampu melangkah dan berkarya. Cinta pada Allah, rasul, keluarga, pada ikhwah, pada kaum muslimin. Sebesar apa cinta yang kita punya dan ingin punya, hingga sering terasa berat beramal sholih? Padahal syurga hanya bisa di dapat dengan ridla dan cinta-Nya serta amal sholih kita…

Wallahu’alam
Nike as kekee
Assalammu’alaikum Wr… Wb…

Apa kabar calon istriku? Hope u well and do take care…
Allah selalu bersama kita

Ukhtiku…
Masihkah menungguku…?

Hm… menunggu, menanti atau whatever-lah yang sejenis dengan itu kata orang membosankan. Benarkah?!
Menunggu…
Hanya sedikit orang yang menganggapnya sebagai hal yang ‘istimewa’
Dan bagiku, menunggu adalah hal istimewa
Karena banyak manfaat yang bisa dikerjakan dan yang diperoleh dari menunggu
Membaca, menulis, diskusi ringan, atau hal lain yang bermanfaat

Menunggu bisa juga dimanfaatkan untuk mengagungkan-Nya,
melihat fenomena kehidupan di sekitar tempat menunggu,
atau sekadar merenungi kembali hal yang telah terlewati
Eits, bukan berarti melamun sampai angong alias ngayal dengan pikiran kosong
Karena itu justru berbahaya, bisa mengundang makhluk dari ‘dunia lain’ masuk ke jiwa

Banyak hal lain yang bisa kau lakukan saat menunggu
Percayalah bahwa tak selamanya sendiri itu perih
Ngejomblo itu nikmat. ^o^

Bahwa di masa penantian, kita sebenarnya bisa lebih produktif
Mumpung waktu kita masih banyak luang
Belum tersita dengan kehidupan rumah tangga
Jadi waktu kita untuk mencerahkan ummat lebih banyak
Karena permasalahan ummat saat ini pun makin banyak

Karenanya wahai bidadari dunia…
Maklumilah bila sampai saat ini aku belum datang
Bukan ku tak ingin, bukan ku tak mau, bukan ku menunda
Tapi persoalan yang mendera bangsa ini kian banyak dan kian rumit
Begitu banyak anak tak berdosa yang harus menderita karena busung lapar, kurang gizi, lumpuh layuh hingga muntaber
Belum lagi satu per satu kasus korupsi tingkat tinggi yang membuktikan bahwa negeri ini ’sarang tikus’
Ditambah lagi bencana demi bencana yang melanda negeri ini
Meski saat ini hidup untuk diri sendiri pun rasanya masih sulit
Namun seperti seorang ustadz pernah mengatakan bahwa hidup untuk orang lain adalah sebuah kemuliaan Memberi di saat kita sedang sangat kesusahan adalah pemberian terbaik
Bahwa kita belumlah hidup jika kita hanya hidup untuk diri sendiri

Ukhtiku…
Di mana pun engkau sekarang, janganlah gundah, janganlah gelisah
Telah kulihat wajahmu dan aku mengerti,
betapa merindunya dirimu akan hadirnya diriku di dalam hari-harimu
Percayalah padaku aku pun rindu akan hadirmu
Aku akan datang, tapi mungkin tidak sekarang
Karena jalan ini masih panjang
Banyak hal yang menghadang
Hatiku pun melagu dalam nada angan
Seolah sedetik tiada tersisakan
Resah hati tak mampu kuhindarkan
Tentang sekelebat bayang, tentang sepenggal masa depan
Karang asaku tiada ‘kan terkikis dari panjang jalan perjuangan, hanya karena sebuah kegelisahan
Lebih baik mempersiapkan diri sebelum mengambil keputusan
Keputusan besar untuk datang kepadamu

Ukhtiku…
Jangan menangis, jangan bersedih, hapus keraguan di dalam hatimu
Percayalah pada-Nya, Yang Maha Pemberi Cinta,
bahwa ini hanya likuan hidup yang pasti berakhir
Yakinlah…saat itu pasti ‘kan tiba
Tak usah kau risau karena makin memudarnya kecantikanmu
Karena kecantikan hati dan iman yang dicari
Tak usah kau resah karena makin hilangnya aura keindahan luarmu
Karena aura keimananlah yang utama
Itulah auramu yang memancarkan cahaya syurga,
merasuk dan menembus relung jiwa

Wahai perhiasan terindah…
Hidupmu jangan kau pertaruhkan, hanya karena kau lelah menunggu. Apalagi hanya demi sebuah pernikahan. Karena pernikahan tak dibangun dalam sesaat, tapi ia bisa hancur dalam sedetik. Seperti Kota Iraq yang dibangun berpuluh tahun, tapi bisa hancur dalam waktu sekian hari.

Jangan pernah merasa, hidup ini tak adil
Kita tak akan pernah bisa mendapatkan semua yang kita inginkan dalam hidup
Pasrahkan inginmu sedalam qalbu, pada tahajjud malammu
Bariskan harapmu sepenuh rindumu, pada istikharah di shalat malammu
Pulanglah pada-Nya, ke dalam pelukan-Nya
Jika memang kau tak sempat bertemu diriku,
sungguh…itu karena dirimu begitu mulia, begitu suci
Dan kau terpilih menjadi Ainul Mardhiyah di jannah-Nya

Ukhtiku…
Skenario Allah adalah skenario terbaik
Dan itu pula yang telah Ia skenariokan untuk kita
Karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk lebih matang,
merenda hari esok seperti yang kita harapkan nantinya
Untuk membangun kembali peradaban ideal seperti cita kita

Ukhtiku…
Ku tahu kau merinduiku, bersabarlah saat indah ‘kan menjelang jua
Saat kita akan disatukan dalam ikatan indah pernikahan
Apa kabarkah kau disana?
Lelahkah kau menungguku berkelana?
Lelahkah menungguku kau disana?
Bisa bertahankah kau disana?
Tetap bertahanlah kau disana…
Aku akan segera datang, sambutlah dengan senyum manismu
Bila waktu itu telah tiba,
kenakanlah mahkota itu,
kenakanlah gaun indah itu…
Masih banyak yang harus kucari, ‘tuk bahagiakan hidup kita nanti…

Ukhtiku…
Malam ini terasa panjang dengan air mata yang mengalir
Hatiku terasa kelu dengan derita yang mendera,
kutahan derita malam ini sambil menghitung bintang
Cinta membuat hati terasa terpotong-potong
Jika di sana ada bintang yang menghilang,
mataku berpendar mencari bintang yang datang
Kalau memang kau pilihkan aku, tunggu sampai aku datang…

Ku awali hariku dengan tasbih, tahmid dan shalawat
Dan mendo’akanmu agar kau selalu sehat, bahagia,
dan mendapat yang terbaik dari-Nya
Aku tak pernah berharap, kau ‘kan merindukan keberadaanku yang menyedihkan ini
Hanya dengan rasa rinduku padamu, kupertahankan hidup
Maka hanya dengan mengikuti jejak-jejak hatimu, ada arti kutelusuri hidup ini
Mungkin kau tak pernah sadar betapa mudahnya kau ‘tuk dikagumi
Akulah orang yang ‘kan selalu mengagumi, mengawasi, menjaga dan mencintaimu

Ukhtiku…
Saat ini ku hanya bisa mengagumimu,
hanya bisa merindukanmu
Dan tetaplah berharap, terus berharap
Berharap aku ‘kan segera datang
Jangan pernah berhenti berharap,
Karena harapan-harapanlah yang membuat kita tetap hidup

Bila kau jadi istriku kelak,
jangan pernah berhenti memilikiku
dan mencintaiku hingga ujung waktu
Tunjukkan padaku kau ‘kan selalu mencintaiku
Hanya engkau yang aku harap
Telah lama kuharap hadirmu di sini
Meski sulit, harus kudapatkan
Jika tidak kudapat di dunia…
‘kan kukejar sang Ainul Mardhiyah yang menanti di surga

Ku akui cintaku tak hanya hinggap di satu tempat,
aku takut mungkin diriku terlalu liar bagimu
Namun sejujurnya, semua itu hanyalah persinggahan egoku,
pelarian perasaanku
dan sikapmu telah meluluhkan jiwaku
Waktu pun terus berlalu dan aku kian mengerti…
Apa yang akan ku hadapi
Dan apa yang harus kucari dalam hidup

Kurangkai sebuah tulisan sederhana ini,
untuk dirimu yang selalu bijaksana
Aku goreskan syair sederhana ini,
untuk dirimu yang selalu mempesona
Memahamiku dan mencintaiku apa adanya
Semoga Allah kekalkan nikmat ini bagiku dan bagimu
Semoga…

Kau terindah di antara bunga yang pernah aku miliki dahulu
Kau teranggun di antara dewi yang pernah aku temui dahulu
Kau berikan tanda penuh arti yang tak bisa aku mengerti
Kau bentangkan jalan penuh duri yang tak bisa aku lewati
Begitu indah kau tercipta bagi Adam
Begitu anggun kau terlahir sebagai Hawa
Kau terindah yang pernah kukagumi meski tak bisa aku miliki
Kau teranggun yang pernah kutemui meski tak bisa aku miliki

Sumber:alfiyandi.wordpress.com
Nike as kekee
Berdiam dalam sebuah bus mini ditemani seorang sahabat, meniti sebuah jalanan dengan tujuan hendak silaturohim. Tak ada satu patah katapun yang keluar dari bibirku ataupun bibirnya. Yang ada hanyalah suara deru mesin, keramaian kota dan musik yang dilantunkan pemusik jalanan. Sekitarku ramai, tapi hatiku KOSONG. Sunyi senyap. Entahlah, tapi aku nyaman dengan perasaan ini. Didalam kesenyapan ini, yang kulakukan hanya termenung dan menghayati setiap gerak gerik pemusik jalanan yang meminta kerelaan untuk menyisihkan sedikit belas kasihan terhadapnya. Mungkin kalian berfikir, tidak ada yang istimewa dari suara ataupun permainan gitarnya. Namun entah kenapa, aku begitu larut dalam lantunan lagu yang dia bunyikan. Dan aku tersadar, bahwa lagu itu membuatku menyusuri puing-puing kesalahan yang tercecer membendung sebuah dosa nan agung. "Damai bersamaMu-Chrisye". Ya, itulah lagunya.

Tiba-tiba renunganku dibuyarkan oleh getaran dan alunan lagu "Nantikanku dibatas waktu-EdCoustic" yang menandakan ada pesan baru yang masuk di HPku. Kubuka, dan isinya cukup membuatku tercengang bin kesal. "Lagi-lagi dari orang ini!" Gerutuku dalam hati. Entahlah, Tak ada yang salah dalam dirinya. Dia tidak pernah salah, namun akulah awal penyebab masalah yang kini mersarang dalam kalbuku. Tapi kenapa aku kesal kepadanya? Dasar bodoh!!!

Ok lah akan kuceritakan.. Kutorehkan catatan sejarah dilembar kehidupanku sejak ku memulai kehidupan di SMAKBo. Ya, SMAKBo-lah titik balik semua aspek dan pola pemikiranku. Disana, aku mulai menerapkan ajaran-ajaran ISLAM yang dulu telah aku mengerti namun tak jarang tuk dilanggar. Tepatnya bulan Maret 2009, aku ingin kembali dalam cintaNya, aku ingin lebih mencintaiNya, aku ingin menerapkan segala aspek yang membuat umat islam maju, aku ingin membangun keimanan diatas pondasi ISLAM yang kokoh, Aku ingin menjadi cerminan muslimah yang melakukan hukum ISLAM secara kaffah, aku ingin menjadi seorang akhwat, aku ingin menjadi orang yang dicintai-Nya.
Banyak rintangan yang aku lalui. namun berkat bantuanNya, aku telah berhasil melaluinya. Hidupku saat itu benar-benar nyaman, aku selalu melibatkan Allah dalam segala permasalahanku. Namun, hidupku mulai berubah ketika Allah mengujiku dengan ujian "CINTA". Enam bulan yang lalu, aku mengenal sosok pria yang lumayan membuat rasa simpatiku terhadapnya muncul. Tak ada yang istimewa dalam perkenalan antara aku dengan dia. Aku menggapnya seperti teman biasa. Tapi aku dan dia terjebak dalam permainan facebook yang membuatku sering berhubungan dengan dia. Sebelumnya aku akan menceritakan kelemahanku. Aku adalah sosok perempuan yang sangat peka, mudah terpengaruh, tak mudah melupakan seseorang (termasuk sahabat dll), tp tak mudah jatuh cinta, tidak suka rayuan dan sebagainya.
Kembali lagi kepermasalahan awal. Ternyata salah seorang sahabatku mengetahui bahwa aku sering ber-facebook-ria dengan pria itu. Dia sering mempengaruhiku dengan menceritakan seluruh kebaikan si pria tersebut. Aku mulai tau bahwa dia pernah aktiv dibidang kerohanian sekolahku. Mungkin sejak itu, rasa kagum mulai muncul. Aku tak pernah menyakan si pria itu kepada sahabatku, tapi sahabatku sendirilah yang menjadi informan jitu dan memberitahukan hal-hal yang menyangkut tentang dia. Lama-lama aku mulai risih "Kenapa sich nih anak ngomongin dia mulu! Gak ada omongan lain apa?" gerutuku.
Aku berusaha menutup telinga karena tak ingin membiarkan perasaan kagum itu menjalar menjadi perasaan lebih dari itu. ENTAHLAH.. Aku tak ingin berkenalan dengan perasaan yang selalu menyinggung sudut hatiku dengan sudut datang melebihi 90 derajat (Koq jadi matek ya? Hahaha)

Seiring waktu berlalu, entah ada angin apa, si pria itu tak seperti biasanya mengirim pesan dengan kata-kata yang super duper gombal. Membuatku jijik. ia seperti tidak menghargai aku dengan pengirimkan sms yang tidak pantas aku terima. Aku mulai menjauhinya dan berusaha membencinya.

Lost contact..!! Aku bahagia, karena tak ada lagi pria yang akan menginjak-injak harga diriku sebagai "Calon akhwat". Tapi yang membuatku bingung, kenapa aku penasaran (ingin mencari tau bagaimana sifatnya) dan selalu timbul perasaan rindu ketika jauh darinya? Ternyata aku sadar, aku salah membiarkan dia masuk dalam salahsatu episode hidupku. Ya, aku harus menghadapi konsekuaensi atas perasaanku sendiri. Banyak yang berubah dariku ketika aku harus berhadapan dengan virus merah jambu ini. Aku ingin kembali lagi kemasa saat aku belum mengenalnya. Dan aku nekat meremove dia dari friendlist facebookku agar aku mudah melupakannya.

Sedikit demi sedikit aku telah mengusir dia dalam babak hidupku.
Tapi entah karena apa, dia hadir lagi dalam hidupku dan mengirimkan sesuatu lewat inbox FB yang berisikan ttg permohonan maaf dan perasaannya. Selalu saja begitu. Sejak saat itu aku harus berfikir dua kali lipat untuk melupakannya. SULIT ya Rabby..

Aku mulai masuk kedalam permainanya. Diskusi agama, pengalaman hidup dan sebuah prinsip mambuat aku kembali dekat dengannya. Sejak saat itu, aku hanya menganggap dia seorang kakak. Hal itu kulakukan untuk mencegah perasaan yang takutnya melebihi cintaku padaNya. Dia begitu baik, dan pantas aku sebut kakak. Dia selalu mengingatkanku ketika aku alfa. Lama-lama perasaanku mulai luntur dan sedikit demi sedikit hilang.

Tiba-tiba kamis kemarin, Wahyu menceritakan semua tentangnya. Selama ini aku termakan semua omongon, rayuan, dan kata-kata palsu darinya yang berkedok ISLAM. Dia pintar membuatku jatuh cinta lagi. Aku tidak sadar bahwa aku telah dibohongi olehnya. Dulu, aku terlalu menaruh hati dan mempunyai harapan yang besar terhadapnya. Aku mengira bahwa dia mengistimewakan aku diatas teman wanitanya yang lain. Tapi ternyata TIDAK..!! Bodoooooooooohhhhhhhhhhh bangettt..

Karena kesalahanku, banyak waktu yang tersita..
Karena kesalahanku, iman yang sudah susah aku bangun runtuh dengan sekejap..
Karena kesalahanku, aku berubah..

_Cerita diatas merupakan sumber masalahku yang ingin aku pecahkan_

Aku menceritakan seluruh permasalahanku kepada Mas Wito dan Kak Achoey. Apa yang harus lakukan? Dan aku menemukan titik terang dalam masalah ini..

Jawabannya hanya satu, yaitu IKHLAS..!! Tujuan hidupku harus karena Allah. Buat apa aku mempermasalahkan hal-hal yang tidak memberikan kemaslahatan bagiku dan dunia ISLAM? Aku tidak akan melupakannya. Karena seseorang tidak pantas dilupakan. Cukup diambil ibrah yang kita dapatkan dalam masalah tersebut agar tidak jatuh dalam lubang yang sama. Aku akan melakukan perniagaan dengan Allah untuk menyerahkan seluruh jiwa dan hartaku diatas jalanNya.

Do'a seorang hamba yang berlumur dosa:

Ya Rabbi..

Jadikan dia seorang lelaki yang beriman,
Yang hatinya disalut rasa taqwa kepada Allah,
Yang jiwanya penuh penghayatan terhadap Islam,

Yang sentiasa haus dengan ilmu,
Yang sentiasa dahaga akan pahala,
Yang solatnya adalah maruah dirinya,
Yang tidak pernah takut untuk berkata benar,
Yang tidak pernah gentar untuk melawan nafsu,
Yang sentiasa bersama kumpulan orang-orang yang berjuang di jalan Allah.

Jadikan dia seorang lelaki,
Yang menjaga tutur katanya,
Yang tidak bermegah dengan ilmu yang dimilikinya,
Yang tidak bermegah dengan harta dunia yang dicarinya,
Yang sentiasa berbuat kebajikan kerana sifatnya yang penyayang,
Yang mempunyai ramai kawan dan tidak mempunyai musuh yang bersifat jembalang.

Jadikan dia seorang lelaki,
Yang menghormati ibu bapanya,
Yang sentiasa berbakti kepada orang tua dan keluarga,
Yang bakal menjaga kerukunan rumahtangga,
Yang akan mendidik isteri dan anak-anak mendalami Islam,
Yang mengamalkan hidup penuh kesederhanaan,
Kerana dunia baginya adalah rumah sementara menuju akhirat.

Jadikan dia seorang lelaki,
Yang sentiasa bersedia untuk menjadi imam,
Yang hidup di bawah naungan al-Quran dan mencontohi sifat-sifat Rasulullah,
Yang boleh diajak berbincang dan berbicara,
Yang menjaga matanya dari berbelanja,
Yang sujudnya penuh kesyukuran dengan rahmat Allah ke atasnya.

Jadikan dia seorang lelaki,
Yang tidak pernah membazirkan masa,
Matanya kepenatan kerana membaca al- Quran,
Suaranya lesu kerana penat berzikir,
Tidurnya lena dengan cahaya keimanan,
Bangunnya Subuh penuh kecergasan,
Kerana sehari lagi usianya bertambah kematangan.

Jadikan dia seorang lelaki,
Yang sentiasa mengingati mati,
Yang baginya hidup di dunia adalah ladang akhirat,
Yang mana buah kehidupan itu perlu dibaja dan dijaga,
Agar berputik tunas yang bakal menjaga baka yang baik,
Meneruskan perjuangan Islam sebelum hari kemudian.

Jadikan dia seorang lelaki,
Yang tidak terpesona dengan buaian dunia,
Kerana dia mengimpikan syurga Allah.

*******************************************************************************
Makasih buat si Pria yang ingin menungguku..
Aku ikhlaskan kamu, wahai pria yang menawan hatiku..
Aku tak ingin terikat sebelum hari yang ditetapkan tiba..
Aku tak ingin mengekangmu..
Terserah mau jalan hidup mana yang akan kamu pilih..
Namun aku akan selalu mendokan kebaikan untukmu

Terlalu lelah bagiku dan bagimu untuk menyusuri jalan yang bisa membuat aku dan kamu tergelincir dalam neraka Jahannam..

*******************************************************************************

UNTUKMU AKHI

Kau bilang “ana akan menunggu ukhti beberapa tahun lagi ketika ukhti sudah lulus”
Buat apa kau katakan itu skrg akhi...
Jika belum siap adalah jawabannya,, lalu kenapa harus kau katakan rencanamu itu padaku..
Tidak taukah engkau,, kata2mu itu bisa menggoyahkan kekokohan iman yang sedang susah payah ku bangun..

Jangan mengotori hatimu lagi dengan selalu menghubungiku
Kau seharusnya menjaga hatimu sampai tiba waktunya nanti untuk kau berikan seutuhnya kepada wanita yang berhak.. tapi kan belum tentu wanita itu aku...

Ketika kau bilang.. “ati2 ya di sana.. jaga diri baik2..”
Bukannya aku ga suka diperhatiin dan dijagain..
Tp cukuplah Allah yg menjagaku..
Dan tanpa kau bilang begitu pun aku akan berhati2 di sini dan menjaga diriku dengan baik untuk suamiku nanti.. dan itu belum tentu kau..

aku tidak bisa menjanjikan apa pun.. karena aku tak tau apa yang akan terjadi padaku nanti...
Sebuah nasehat yang perlu aku dan kau ketahui:
"Wahai akhwat, jika datang kepadamu laki-laki baik-baik yang melamarmu, maka bisa jadi dialah pangeranmu.
"Wahai ikhwan, jika gadis pujaanmu telah dilamar orang, maka lupakanlah. Karena bisa jadi dia bukan permaisurimu."


Aku yakin kau tau janji Allah.. laki-laki yang baik hanya untuk wanita yang baik..
Maka kalau memang nantinya kita tak berjodoh,, ya itu artinya barangkali aku tak cukup baik untukmu.. pastinya ada wanita lain yang baik untukmu..

Dan yakinlah... kalau memang aku bukan tulang rusukmu,, maka apa yang kau rencanakan itu tak akan pernah terjadi...

Dan jika aku ini tulang rusukmu, maka tanpa kau minta aku untuk tidak ta’aruf dengan orang lain pun, aku akan tetap jadi pendampingmu..

Karena ku yakin,, tulang rusuk tidak akan tertukar..


^_^