Tinggalkan komentar

Umbi Sebelum Matahari

Matahari belum juga nyembul 
dari timur,
bergegas,
menggulung tanaman ubi.

Daun-daun layu
digelung sunyi.
Hembusan bebiding
tak terelakkan di kulit

Nanti,
dibawa pulang
untuk pakan hewan.
Selagi kokok ayam
belum reda.

Tanah gembur dibongkar
umbi nyembul,
putih kecoklatan.
Dikumpulkan berkarung-karung,
diangkut
ke dalam truk,
meninggalkan jejak
peluh dan harapan.
2 Komentar

Candaan

Seperti candaan, 
mengalir pelan di udara,
menyaring jejak pertemuan,
meninggalkan senyum
yang menjadi kenangan.

Tawa jadi jembatan,
spontanitas menyalakan rasa,
menyatukan hati yang berbeda,
menggeliatkan makna
persahabatan.
13 Komentar

Persahabatan

Entah bilangan berapa,
tak lagi kuingat,
tak meninggalkan jejak di sini,
lama pula tak bersua.

Bukan karena penat menata kalimat,
bukan pula hilang rindu
pada sepotong sapa.

Justru aku merindu,
sejumput derai canda,
kejutan-kejutan spontan
yang menambah semarak rasa,
menggeliatkan makna persahabatan.
6 Komentar

Langkah di Sawah yang Sepi

Bediding kali ini
mengingatkanku
pagi yang berulang,
takut kesiangan.

Menelusuri sawah
yang kosong
mencari di antara celah
sekadar rumput,
yang hampir kering.

Sampai berpeluh.
Keranjang tetap ringan,
belum juga penuh.
5 Komentar

Rupiah dari Daun yang Gugur

Pagi dingin tanpa embun,
seorang wanita tua menyapu
di bawah pohon cengkeh
yang rimbun

Dikumpulkan
ke dalam karung,
digendong
di punggung.

Sebelum matahari tinggi
diserahkan ke pengepul
ditukar
dengan rupiah
yang cepat habis
sebelum senja.
2 Komentar

Jejak Coretan

Kita pernah di sini
menyulam angka menjadi cerita,
lembar demi lembar,
menyusuri meja dosen

Dicoret,
disilang,
diremukkan.

Kita bangun kembali
dengan sabar yang tak habis,
mewariskan jejak
pada tiap coretan.
6 Komentar

Jalan yang Hilang

Jalan setapak
tertutup rimbun belukar,
tak ada lagi anak-anak
menapak jalan pintas
menuju sekolah

Kusibak perlahan,
belukar menghapus jejak,
menyisakan bekas
yang tak terlacak

aku merindukan
jejak-jejak di ujung jalan ini
langkah yang sering
sendirian
Tinggalkan komentar

Rasa yang Merampas

Rasa ini 
yang tak juga kumengerti,
menyelinap di celah sunyi,
merampas tenang.

Datang tanpa salam,
menyentuh nadi,
menggetarkan jiwa,
meninggalkan jejak
yang sulit
terhapus.

Bayangan itu terus berputar,
seperti pusaran angin,
tak berhenti
mengguncang ruang batin.

Rasa ini,
seperti gelombang
yang tak mengenal pantai,
terus menghantam,
hingga namamu kembali terdengar.
4 Komentar

Menyulam Arah

Langkah-langkahku  
seperti menimbang waktu,
menyusuri hari
yang penuh riuh

Aku belajar
melepas yang berat,
memilih yang ringan,
menyimpan yang perlu,
membuang yang usang.

Meski terseok,
aku tetap berjalan,
menyulam arah
dari serpihan ragu,
menjadikan langkah
sebagai doa
yang tak berhenti
mengiringi.

5 Komentar

Ilalang dan Debu

Melangkah pelan
di jalan berdebu.
Di sela ilalang menjuntai
yang mengering,
bunganya digoyang angin.
Meliuk-liuk.

Pagar bambu
di tepi jalan,
beberapa bilah lapuk,
lepas,
dari ikatan.

Dari barat
matahari mulai redup,
pelan.
Bersembunyi
di balik punggung gunung
Manuela Di Dalmazi Poetry

๐™‡๐™– ๐™ซ๐™š๐™ง๐™ž๐™ฉ๐™–ฬ€ ๐™ซ๐™ž ๐™ง๐™š๐™ฃ๐™™๐™š๐™ง๐™–ฬ€ ๐™ก๐™ž๐™—๐™š๐™ง๐™ž (๐™‚๐™ซ 8,32)

SarahBeauty

Trouver plein de conseille beautรฉ, mode, tendance.

True Love for Sale

by Peach Berman

trozos de mazapรกn.

cartas o historias pequeรฑas de amor tan dulces y desmoronables como un mazapรกn.

HorseAddict

The world is best viewed through the ears of a horse.

Tulisan Lina

Meramu, Menulis, lalu dikenang ๐ŸŒป

DoRee MelNic

Grief Out Loud. Art. And Life.

MYSELF

AS HUMILDES OPINIร•ES DE UMA MULHER DE CORAGEM QUE DIZ SIM ร€ VIDA!

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Integrating the Spirals

Integrating the spirals (holism, art, music, and writing) for peace, ease, freedom, and alignment of mind, body, spirit, and soul.

Gabriele Romano

Less Noise. More Meaning

Katherine's Blog

In Kate's World

Creative Expression: Tamara Yancosky

Certain sufferings are blessings meant to wake us up from soul-destroying numbness.

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai