Tau dong kalo sekarang lagi heboh berita tentang bahayanya Facebook? Ada Nova gadis 14 tahun yang dibawa kabur pacarnya bernama Ari yang dikenalnya lewat Facebook kemudian mengalami perkosaan (atau katanya atas dasar suka sama suka). Ada lagi Abel gadis 14 tahun yang tadi pagi sempat diwawancarai oleh TVOne yang juga nekat pergi dari Surabaya ke Jakarta demi ketemu dengan teman yang dikenalnya di Facebook yang bernama Jeje atau Januar, walaupun tidak sampe diperkosa tapi HP-nya dicuri. Berita lengkapnya bisa dibaca di sini dan di sini.
Lalu, benarkah facebook berbahaya buat kita?
Kalau menurut aku sih, semua tergantung pada pribadi masing-masing. Jangan karena semua terjadi lewat bantuan Facebook lantas semua menyalahkan Facebook. Masa sih Facebook yang disalahkan?
Begini deh, kalau kita sendiri meniatkan untuk menjaga diri, ga mau macam-macam, ga gampang percaya sama orang apalagi yang baru dikenal di dunia maya, ga mau ngasih info-info pribadi ke mereka, ga mau kenal lebih lanjut sama orang yang ga jelas kita tahu asal usulnya dengan pasti, ga mungkin kan semua kejadian di atas bisa terjadi sama kita?
Begini deh, kalau kita sendiri meniatkan untuk menjaga diri, ga mau macam-macam, ga gampang percaya sama orang apalagi yang baru dikenal di dunia maya, ga mau ngasih info-info pribadi ke mereka, ga mau kenal lebih lanjut sama orang yang ga jelas kita tahu asal usulnya dengan pasti, ga mungkin kan semua kejadian di atas bisa terjadi sama kita?
Toh Facebook sendiri udah ngebantu kita untuk ngejaga privacy kita masing-masing di facebook. Agar kita bisa mengatur siapa saja orang yang boleh tau informasi mengenai kita, apalagi di facebook juga mengandung informasi paling pribadi termasuk No Handphone.
Kalo aku pribadi men-setting private semua data aku di facebook, termasuk profile information dan contact information, aku set only friends yang bisa lihat. Sampe aku inget, suatu hari Riesta nanya kenapa dia ga bisa nemuin account facebook-ku. Hehe, aku baru inget, ternyata aku men-setting cuma friends of friends yang bisa add me as friend.
Itu pun masih aku seleksi. Berapa banyak mutual friends-nya. Kalo ga banyak, cuma 1-2 orang sih maaf maaf aja langsung aku reject, pasti ga kenal soalnya. Kalo mutual friendsnya banyak aku masih harus liat profilenya, kenal ga orangnya? Kalo ga kenal, langsung reject lah.
Kalo aku pribadi men-setting private semua data aku di facebook, termasuk profile information dan contact information, aku set only friends yang bisa lihat. Sampe aku inget, suatu hari Riesta nanya kenapa dia ga bisa nemuin account facebook-ku. Hehe, aku baru inget, ternyata aku men-setting cuma friends of friends yang bisa add me as friend.
Itu pun masih aku seleksi. Berapa banyak mutual friends-nya. Kalo ga banyak, cuma 1-2 orang sih maaf maaf aja langsung aku reject, pasti ga kenal soalnya. Kalo mutual friendsnya banyak aku masih harus liat profilenya, kenal ga orangnya? Kalo ga kenal, langsung reject lah.
Privacy Setting - Profile Information
Privacy Setting - Contact Information
Jadi, kalo aku sih ga setuju banget kalo facebook disalahkan atas semua kejahatan yang terjadi melalui media facebook. Asal kita bisa menjaga diri dan ga mudah percaya sama orang baru tak dikenal, Insya Allah, kita aman-aman saja kok.
Gimana menurut teman-teman?




.jpg)

