Showing posts with label Ayam. Show all posts
Showing posts with label Ayam. Show all posts

Tuesday, June 25, 2013

Sate Banjar

Karena sebentar lagi mau pulang kampung, iseng-iseng bikin sate banjar.

Sate Banjar

Masih pakai resep yang sama.
Grill Pan

Duuh, yummy! Dann .... bentar lagi bisa hunting yang versi aslinya. Cihuy!
Sate Banjar

Paiton, 25 Juni 2013

Wednesday, March 28, 2012

[NCCLW] Lontong Nasi dan Sate Ayam Ala Banjar

Seumur2 baru kali ini bikin lontong. Tentunya ini berkat event NCC Lontong Week dengan hostnya Trio Wokeh yang memang wokeh punya.
Lontong dan Sate Banjar Dapur Solia
Aslinya aku kurang suka dengan lontong karena teksturnya yang lembek dan kenyangnya tidak awet. Nah, saat bikin lontong ini aku menggunakan metode kukus, bukannya rebus sehingga dihasilkan lontong yang teksturnya tidak lembek. Tetap mirip nasi hanya saja berwarna kehijauan dan lebih harum karena penggunaan daun pisang kepok sebagai pembungkusnya. Karena itu ini kunamakan "lontong nasi".
Lontong

Metode kukus terbagi menjadi dua bagian: membuat beras aron dan mengukusnya. Sudah lama sekali aku tidak membuat beras aron. Dulu waktu aku masih SD, beginilah cara orangtuaku memasak nasi dari mentah hingga setengah matang. Saat itu rice cookler masih sangat jarang dan magic com belum dikenal.

Beras Aron

Untuk teman makan lontong ini, kupilih Sate Ayam ala Banjar. Dari resep aslinya yang hanya menggunakan cabe rebus dan saus tomat, kutambahkan selai kacang. Ternyata penambahan ini membuat bumbu sate lebih legit dan enak. (st)

LONTONG NASI DAN SATE BANJAR
Resep asli: Yasaboga
Modifikasi: Shirley Dapur Solia

Bahan Lontong:
200 gram Beras kualitas baik
700 gram Air
Daun pisang kepok untuk membungkus, celupkan ke air mendidih selama 2 detik supaya layu dan tidak pecah saat dipakai

Lontong

Cara Membuat:
1) Cuci beras hingga bersih
2) Masukkan beras dan air ke dalam wajan cekung, nyalakan api kompor, aduk2 sampai semua air terserap oleh beras
3) Bentangkan selembar daun, letakkan beras aron berbentuk memanjang, gulung erat, sisakan sedikit ruang di ujungnya untuk mengembang, kunci dengan sematan lidi di kedua ujungnya.
4) Kukus selama 45 menit.
Catatan: jika suka lontong yang lembek, isi daun pisang separuhnya saja, lalu rebus.
Hasil jadi: untuk 4 porsi

Sate Ayam Mentah
Bahan Sate Banjar:
500 gram Daging ayam yang sudah dibuang tulangnya, potong 1 x 2 cm
* Sertakan kulit ayamnya jika suka
2 sdm Kecap manis
1 sdm Margarin, cairkan
Tusuk sate secukupnya

Bahan Sambal Sate:
10 buah Cabe merah, rebus, blender
3 buah Cabe rawit, rebus, blender
5 buah Bawang putih, rebus, blender
5 sdm Saus tomat jadi
2 sdt Petis udang
2 sdm Margarin, cairkan
1 sdt Garam atau sesuai selera
1 sdm Gula atau sesuai selera
1 sdm Selai kacang

Cara Membuat:
1) Tusuk daging ayam 4-5 potong pada setiap tusuk sate.
2) Sambal sate: campur semua bahan menjadi satu, tes cicip, sesuaikan garam dan gulanya hingga mendapatkan rasa yang sesuai. Catatan: warna saus ini merah sesuai dengan warna dan merk saus tomat yang digunakan
3) Campur margarin cair, kecap manis dan 5 sdm sambal sate.
4) Celupkan tiap batang sate ke dalam bumbu ini, biarkan selama 30 menit supaya meresap
5) Panggang di atas bara api sambil dibalik-balik hingga berubah warna dan matang
6) Hidangkan bersama kecap dan sisa sambal sate.
Hasil jadi: ± 45-50 tusuk

Lontong dan Sate Banjar Dapur Solia

Paiton, 26 Maret 2012

Blog: dapursolia.blogspot.com
FB: dapur.solia@gmail.com

Saturday, November 19, 2011

Gong Bao Ji Ding (Chicken with Dried Chillies)

Efek Chinese Food Week NCC masih terasa di rumah. Siang ini kami makan siang dengan menu "Gong Bao Ji Ding" alias ayam masak cabe kering. Resepnya aku copas dari setorannya Lany. Makasih ya, Mbak.

Karena nggak punya arak merah (ang ciu), aku pake cuka apel (merk Kusuma Agrowisata). Aslinya cuka apel ini dipakai untuk pengobatan sakit tenggorokan, asma, ginjal, kandung kemih dan tekanan darah tinggi (paling nggak menurut brosurnya sih). Aku senang banget waktu baca resep ini juga butuh cuka beras karena sudah lama beli tapi nggak tahu mau dipake apa. Daun bawang aku skip karena di rumah jarang nyetok.
Gong Bao Ji Ding (Chicken with Dried Chillies)

Rasanya? Kayak chinese food ala depot banget. Padahal bahan2nya sama aja dengan yang biasa dipake untuk masakan rumahan. Rupanya teknik masak dengan api besar dan penambahan saus memang membuat perbedaan besar. Bumbunya nggak berasa 'medok', lamat2 saja. Ayamnya masih juicy, empuk. Kekurangannya, kalau sudah dingin nggak terlalu nikmat lagi jadi memang harus dimakan panas2.

Jangan terintimidasi dengan judulnya yang kayak 'susah' ya. Bikinnya nggak sesulit namanya. (st)

GONG BAO JI DING
Sumber: The Food of Asia terbitan Periplus, dikutip oleh Lany Rosdiana
Gong Bao Ji Ding (Chicken with Dried Chillies)

Bahan-bahan:
500 gram  Dada ayam, potong ukuran 1/2 x 2 cm
½ sdt  Garam
1 buah  Putih telur
2 sdm  Ang ciu (aku ganti cuka apel Kusuma)
2 sdt  Maizena
Minyak untuk menggoreng &menumis bumbu
1 sdt  Bawang putih, cincang halus
1 sdt  Jahe, cincang halus
1 sdm  Kecap asin (aku pake merk Pearl Bridge River)
1 sdm  Cuka beras (aku pake merk Blue Elephant, made in Thailand)
1 sdt  Gula
2-3 buah  Cabe kering, iris 1 cm, goreng hingga renyah dan kecoklatan
1 sdm  Daun bawang iris tipis (aku skip)
2 sdm  Kacang tanah goreng tanpa kulit

Cara membuat:
1) Lumuri potongan ayam dengan garam, putih telur, ang ciu (aku: cuka apel), dan maizena. Sisihkan selama 2-3 menit sambil memanaskan minyak untuk menggoreng.
2) Goreng ayam sampai terendam dengan suhu sangat tinggi selama 30 detik, angkat, tiriskan dan sisihkan.
3) Sisakan kira2 1 sdt minyak goreng di wajan. Tumis bawang putih dan jahe selama beberapa detik, lalu tambahkan kecap asin, cuka beras, dan gula. Aduk rata. Masukkan ayam, cabe kering dan daun bawang. Tumis 3-4 menit.
4) Masukkan kacang goreng. Hidangkan segera.
Hasil: untuk 5 porsi nasi.

Kesimpulanku masakan china memang merefleksikan adat istiadat masyarakat di negeri Tiongkok sana, paling tidak di zaman dahulu kala, yang penuh kerja keras dan serba cepat. Karena China adalah negara 4 musim, bahan makanan segar tidak tersedia setiap saat. Bumbu2 berbentuk saus (rata-rata hasil fermentasi) disiapkan dalam jumlah banyak dan distok. Bahan2 utama dipotong2 dengan pisau daging yang besar menjadi potongan berukuran sama supaya bisa matang bersamaan. Untuk memasak dipakai kuali besi yang besar dan api besar. Waktu pematangan otomatis sebentar saja. Masakan dinikmati secara cepat supaya tidak keburu dingin. Karena kepraktisan dan citarasanya, tidak heran restoran masakan china tumbuh subur tidak saja di Asia tetapi juga di negara-negara barat.

Paiton, 19 November 2011

Thursday, November 3, 2011

Ayam Goreng Ngo Hiong

Ayam goreng adalah menu tetap di rumah. Sebetulnya yang suka itu aku, kemudian Naomi lama kelamaan ketularan. Hubby yang semula adalah penyuka ikan dan daging akhirnya pun terpengaruh.

Bumbu yang dipakai untuk ayam goreng ini bervariasi, tergantung kreativitas yang berada di belakang penggorengan. Ayam goreng bumbu ngo hiong atau five-spices sudah kukenal sejak masih tinggal di rumah orangtua. Nah, dalam rangka Chinese Food Week NCC, aku memutuskan untuk membuat ayam goreng bumbu ngo hiong ini. Hitung-hitung nostalgia masakan masa remaja.

Bikinnya super gampil dan hemat bumbu tapi butuh persiapan agak lama karena ayamnya diasinkan tidak dengan garam melainkan dengan kecap asin. Boleh pakai Kikkoman atau kecap asin lainnya sesuai selera keluarga. Kalau menggunakan ayam kampung, pakailah ayam kampung yang ukurannya agak kecil (kurang dari satu kilogram) supaya bisa matang sampai ke dalam tanpa perlu direbus.

Rasanya? Tidak perlu diragukan, enakkk sekali. (st)



AYAM GORENG BUMBU NGOHIONG
Resep: Ibu Cherry Hadibroto

Bahan-bahan:
1 ekor  Ayam negeri (aku pakai ayam kampung berat kurleb 8 ons, potong 8)
100 gram  Tepung sagu/ kanji (aku pakai tapioka cap pak tani)

Bumbu Perendam - campur rata:
3 sdm  Kecap asin (aku pakai Pearl River Bridge)
5 siung  Bawang putih, haluskan
1 sdt  Merica putih bubuk
1 sdt  Bumbu ngo hiong

Cara Membuat:
1) Balur bumbu perendam ke ayam sambil diremas-remas ke seluruh badan ayam. Biarkan semalaman di kulkas bawah (aku rendam selama 7 jam)
2) Gulingkan tiap potong ayam ke tepung sagu/ kanji. Tepuk2 supaya melekat dengan baik (catatan: jika suka boleh tambahkan sedikit garam halus dan/atau merica di tepungnya supaya tidak hambar)
3) Goreng dengan api kecil dalam minyak panas sedang yang cukup banyak. Balik-balik supaya bagian dalamnya matang merata dan permukaannya garing.

Paiton, 4 November 2011
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...