Teman Bicara

Showing posts with label Madah Maya. Show all posts
Showing posts with label Madah Maya. Show all posts

Friday, October 8, 2010

Allah Knows Best



Allah knows what's best for us
So why should we complain
We always want the sunshine
But He knows there must be rain
We always want the laughter
And the merriment of cheer
But our hearts will lose their tenderness
If never shed a tear

Allah tests us often
With suffering and with sorrow
He test us not to punish us
But to help us meet tomorrow
For growing trees are strengthened
If they can withstand the storm
And the sharpness of the chisel
Gave the marble its grace and form





Allah tell us often
And for every pain
He gives us
Provided we're patient
Is followed by rich gain
So, Whenever we are down
And whenever we feel that
Everything is going wrong
It is just Allah's way
To make our spirit strong...




Writter;
Unknown

[+/-] Teruskan pembacaan...

Thursday, June 17, 2010

Senyumlah, disaat hati ingin menangis

Buat Cikgu Azmi, khasnya...

Adakalanya....
Hari yang panas dan ceria
Bertukar mendung seketika
Mentari merangkak pergi
Gumpalan awan bertandang sisi
Hati gundah
Tercari-cari
ke Mana perginya mentari yang dinanti

Begitulah hidup...
Di saat kau selesa dengan kehidupan
tiba-tiba kau diuji dengan kehilangan
kehilangan nikmat harta
kehilangan nikmat ilmu
kehilangan nikmat rakan dan keluarga
dan kau meratapinya....


Bila kau memandang segalanya dari Tuhanmu...
Yang menciptakan segalanya
yang menimpakan ujian
yang menjadikan sakit hatimu
yang membuatkan keinginanmu terhalang
serta menyusahkan hidupmu
pasti akan damailah hatimu kerna...
masakan Allah sengaja mentakdirkan segalanya untuk sesuatu yang sia-sia

Bukan Allah tak tahu derita hidupmu...
retaknya hatimu
sengsaranya sukmamu
Mungkin itulah yang Dia mahukan
kerna
Dia tahu
Hati yang sebeginilah
selalunya lebih lunak dan mudah untuk
DEKAT dan AKRAB dengan-Nya

Saat hujan turun membasahi hatimu
kau menangis kerna
merasa beratnya ujian tidak tergalas
~SenYumLaH~

kerna

Allah mendatangkan kepadamu pelangi nan indah
selapas hujan sirna kelamnya


'Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya'

(Al-Baqarah:284)




p/s: zaman bila ntah sajak neh... haha (nukilan : nilam baiduri)

[+/-] Teruskan pembacaan...

Wednesday, December 31, 2008

Aku mahu pinjam.

Sudilah kawan,
Pinjamkan aku ibumu

Sudilah kawan,
Pinjamkan aku ayahmu

Sudilah kawan,
Pinjamkan aku tempat tinggalmu

Sudilah kawan,
Pinjamkan aku senyummu

Sudilah kawan,
Pinjamkan aku tawamu


Aku punya ibu
Aku punya ayah
Sungguh, aku punya segala

Kapan ya ia sirna?

Persetankan mereka...
Aku bukan kawanmu
Itu katamu


Lalu, siapa yang sudi pinjamkan aku?


p/s: For Palestin. We do care, don't we?

[+/-] Teruskan pembacaan...

Friday, September 12, 2008

BUKAN TAK BOLEH KETAWA

Bukan Tak Boleh Ketawa
Ketawalah berpada-pada. Adakah kita lupa?
Para mujahideen lebih banyak tangisnya.

::(

Bukan Tak Boleh Ketawa
Ketawalah yang hanya pada tempatnya.
Jangan ketawa sehingga zikir sering dilupa.


Bukan Tak Boleh Ketawa
Ketawalah pada tepat waktunya.
Bukan ketawa tidak mengira masa.
Adakah kita lupa?
Malaikat maut sentiasa menjengah muka.

Bukan Tak Boleh Ketawa
Ketawalah dalam sederhananya.
Adakah kita lupa?
Hati yang mati puncanya banyak ketawa.

Bukan Tak Boleh Ketawa
Ketawalah untuk kesejahteraan semata.
Terlebih ketawa, akhirat kian dilupa.


Nasihat Nabi Khidir kepada Nabi Musa;
Ya Musa, jangan banyak bicara dan jangan berjalan tanpa kepentingan dan jangan tertawa tanpa sesuatu yang mentertawakan dan jangan menempelak orang yang salah dengan dosa kesalahannya dan menangislah atas dosa-dosamu sendiri, hai putera Imran.

Hendaklah kamu sedikit ketawa dan banyak menangis setelah menerima pembalasan dari amal perbuatan mereka.

Al-Hassan Basri;
Sungguh ajaib seseorang dapat tertawa pada hal yang dibelakangnya ada API NERAKA dan orang yang bersuka-suka sedang dibelakangnya MAUT.

Ibn Abbas r.a;
Siapa yang tertawa ketika berbuat dosa maka ia akan menangis ketika akan masuk NERAKA. Orang yang lebih banyak tertawa di dunia merekalah yang lebih banyak menangis di akhirat dan orang yang banyak menangis di dunia, merekalah yang banyak tertawa di akhirat.

Jaafar Bin Auf dari Mas’ud dari Auf Bin Abdullah berkata;
Biasa Nabi Muhammad s.a.w tidak tertawa melainkan senyum simpul dan tidak menoleh kecuali dengan wajahnya (yakni tidak suka melerek)



Sungguh...
Memang terdapat sekumpulan manusia yang asyik tertawa, pagi bawa ke petang, siang bawa ke malam. Bangun sahur, tertawa. Berbuka, sambil tertawa. Supper selepas terawikh, turut tertawa. Asyik sangat bergembira, adakah pasti akhirat nanti nasib kita bagaimana?


Bangun sebelum subuh, tertawa lagi. Tidak terfikirkah kita? Ada manusia yang mendambakan ketenangan untuk bermunajat.

Waktu berbuka, tertawa. Tidak terfikirkah kita? Ada manusia yang perlukan ketenangan tanda syukur, puasanya terlaksana.

Selepas terawikh, tertawa lagi.
Terlupakah kita? Ada manusia sudah sedia di tempat peraduannya untuk melelap mata bersama niat untuk Qiam keesokan harinya.


Tertawa lagi. Adakah kita pasti? Puasa di siang harinya bukan sekadar lapar dan dahaga semata?



Maka mari berfikir;
Untuk apa kita tertawa?
Sebanyak mana kita tertawa?
Atas kebaikan apa kita tertawa?


Tiga macam perkara yang dapat mengeraskan hati;
- Tertawa tanpa sesuatu yang mentertawakan
- Makan tanpa rasa lapar
- Bicara yang tidak penting


Cukuplah sekadar senyum yang bisa menjadi penawar nestapa berbanding tertawa yang bisa merobek jiwa....


Wallahu’alam

[+/-] Teruskan pembacaan...

Monday, September 8, 2008

Aku mencari 5 prkara dan menemuinya dalam 5 perkara

Aku Mencari Keberkatan
Keperluan Hidup,
Aku Mendapatinya
Dalam SOLAT DHUHA?


Aku Mencari Penerang
Untuk Alam Kubur,
Aku Mendapatinya
Dalam SOLAT MALAM..,


Aku Mencari Jawapan
Untuk Menjawab Soalan Malaikat,
Aku Mendapatinya
Dalam MEMBACA AL-QURAN...

Aku Mencari Alat
Untuk Berpegang Ketika
Menyeberang Titian Sirat,
Aku Mendapatinya
Dalam PUASA dan SEDEKAH?

Aku Mencari
Naungan Arasy,
Aku Mendapatinya
Dalam MENGASINGKAN DIRI
BERIBADAH KEPADA ALLAH TAALA?





'SYAQIQ AL-BALKHI'


WaALLaHu SuBHaaNaHu WaTaaLa a'LaM

sumber: cut n paste

[+/-] Teruskan pembacaan...