Kamis, 03 Maret 2011

Cinta Cenat-Cenut.


Sore itu terlihat seorang ayah yang sedang memarahi putrinya karena pulang telat. Sang ayah seperti kebakaran jenggotnya entah setan apa yang merasukinya hingga dia bicara dengan nada keras kepada putrinya.

"Darimana saja kamu Niken...? Sudah sore hari kamu baru pulang...!!!!". Pak Sardath bertanya kepada Niken putri semata wayangnya.
"Anu bi.... Disekolah ada tugas kelompok yang harus diselesaikan jadi Niken pulang telat hari ini...."..
"Kamu sudah berani & pandai membohongi Abi sekarang ya,,,,!!! Abi sudah tahu Niken selama ini kamu sering pulang telat,hanya karena kamu bertemu dengan si Rafi begundal itu kan.....!!!!!".
"Dia bukan begundal bi.....dia tidak seburuk yang abi kira......".
"Halah g usah belain dia,abi tau siapa & seperti apa Rafi itu..... dia sangat tidak baik buat kamu buktinya semenjak kamu kenal dia kamu sudah berani berbohong sama abi.....!!! kalau memang dia anak baik-baik suruh dia kesini biar abi nikahkan sekalian kalian......!!!".

Niken yang tak kuat hati langsung berlari masuk kedalam rumah & menuju kamarnya.
"Mau kemana kamu Niken....? Abi belum selesai bicara sama kamu....!!!".
"Sudahlah abi sabar....sabar....ojo nuruti emosi bi..... Niken kan anak kita satu-satunya bi,,,ummi nggak ingin dia nanti tambah prustasi kalau abi terus memarahinya....".
"Ummi ini selalu aja belain Niken ini semua gara-gara ummi yang terlalu manjain Niken jadi gitu sekarang berani sama abi....!!!.
"Astagfirullah hal adzim ko abi malah nyalahin ummi sekarang..... mendidik anak jangan pakai kekerasan abi apalagi Niken kan perempuan jadi ummi bisa merasakan bagaimana perasaan dia...." .
"Ummi selalu aja begitu.....udah wes abi nggak mau komentar lagi.....!!!".

Pembicaraan tegang itupun terhenti,ibu dewi pun masuk kedalam rumah & langsung menuju kamar Niken.
"Niken buka pintunya nak..... ummi pengen ngomong sama kamu....".
"Masuk aja mi, pintunya nggak Niken kunci......".Terdengar jawaban Niken dari dalam kamar.
"Nduk kamu nggak boleh gitu sama abimu..... abi bersikap seperti itu kan juga demi kebaikan kamu nak....... Abi pasti nggak pengen kamu kenapa-kenapa.....".
"Ya mi, tapi Niken nggak suka cara penilaian abi terhadap Rafi mi, Dia tidak seburuk seperti apa yang abi tuduhkan....".
"Kamu sudah lama nduk kenal sama dia...? hati-hati nduk kamu mesti bisa jaga diri, tidak sebaik apa yang kamu kira seorang laki laki itu nduk.... Dalam agama kita juga tidak ada pacaran sebelum nikah..... jangankan menyentuh nak saling berpandangan yang bukan muhrim itu saja sudah haram nduk.....".
"Insyaallah Niken bisa menjaga diri mi.... Niken juga akan tetap berpegang teguh terhadap prinsip ajaran Agama kita mi....".
"Kalau dia memang serius sama kamu ajak dia main kesini nak biar ummi tau seperti apa sih Rafi itu......".
"Yach ummi kan tau sendiri abi seperti apa sikapnya, batu aja kalah keras sama dia....".
"Huss..... kamu nggak boleh bicara seperti itu nak..... ya sudah kamu mandi sana nduk jangan lupa sholat ashar,ummi sudah siapin masakan kesukaan kamu".

Keesokan harinya

"Niken.....tunggu Niken......". Dari kejauhan terdengar suara Rafi memanggil Niken pagi itu yang sedang menuju kelasnya.
"Ada apa mas....?"
"Nanti sepulang sekolah kita ketemuan ya...?"
"Aduh jangan dulu mas..... aku takut mas..... kemarin saja aku dimarahin abis-abisan sama abiku mas..... jangan sekarang ya...?".
"Udah kamu nggak usah khawatir,nggak lama kok ..... aku ada kejutan buat kamu nanti..... aku tungguin nanti sepulang sekolah digerbang sekolah...... sampai ketemu nanti ya.....". Rafi pun berlari menuju kelas karena bel masuk sudah berbunyi. Niken pun juga beranjak kekelasnya.
Pelajaran pun berlangsung dengan hikmat,namun ketika jam terakhir Niken sepertinya tidak begitu konsentrasi mendengarkan pelajaran Fisika yang Bu Riska ajarkan,entah konflik batin apa yang Niken rasakan, padahal bu Riska adalah guru yang paling killer.

"Hei kamu....!!!! Kalau kamu tidak mau mendengarkan pelajaran silahkan kamu bisa keluar sekarang juga....!!!!.Bu Riska berkata lantang kepada Niken namun dia sudah termangu dalam bisu.
"Ken....niken..... jangan melamun terus..... Bu Riska marah tuch sama kamu.....". Nina mencoba menyadarkan Niken dari lamunannya.
"Astagfirullah hal adzim...... Maaf bu.... Bukan maksud Niken tidak fokus pelajaran ini.....". Niken terjaga dari lamunannya.
"Ya sudah kali ini ibu maafkan kamu....!!!!! Tapi lain kali kamu begitu ibu tidak akan segan melaporkan kamu ke bimbingan konseling...".

Tidak lama kemudian bel berbunyi pertanda jam pelajaran berakhir.
"Ken, kamu kenapa sich.....? tadi kamu melamun,nggak biasanya kamu begitu ken....?". Nina bertanya pada Niken sembari memasukkan buku-bukunya kedalam tas.
"Aku bingung Nin, mas Rafi ngajakin aku ketemuan ntar..... tapi aku takut abiku marah lagi Nin sama aku gara-gara pulang telat.....".
"Ya kalo cuma sebentar kamu sempetin aja Ken, nggak ada salahnya kan....? Inget jaga diri kamu baik-baik ya ken......".

Mereka pun bergegas keluar dari kelasnya,sesampai di gerbang.
"Ken, aku pulang duluan.....".Nina pamit pada Niken.
"Iya Nin,thanks ya....".

"Hai..... kita jadi kan ketemuan sayang...?. Rafi menghampiri Niken.
"Ya udah mas,,, tapi sebentar aja ya mas..... aku takut dimarahin Abiku mas kalau pulang telat-telat lagi.....".
"Oke sayang aku janji sebentar ko sayang.... buruan gi.....". Merekapun pergi berboncengan,entah kemana & apa tujuan Rafi sebenarnya terhadap Niken. Ketika mereka berhenti, mereka sampai disebuah rumah, entah rumah siapa gerangan.
"Kenapa kita berhenti disini mas.....?".
"Ditempat ini aku akan memberikan kamu kejutan sayang..... ayo kita masuk....". Rafi mengajak Niken untuk masuk kedalam rumah yang sepertinya kosong.
"Aku takut mas berduaan ditempat sepi seperti ini.....karena teman ketiganya adalah syetan mas....".
"Udah kau tenang aja sayang kamu aman disini...". Dengan segala bujuk rayuan gombal Rafi akhirnya Niken pun mau masuk kedalam rumah tersebut bersama Rafi. Mereka berdua duduk di sofa depan rumah kosong itu.
"Kamu mau tau apa yang ingin aku berikan sama kamu..... tapi ada syaratnya...?.
"Syaratnya apa mas...?".
"Kamu mesti tutup mata dulu, nggak surprize donk kalau nggak gitu.....".
Akhirnya Niken menutup matanya, Rafi pun mengeluarkan kotak yang berisi kalung dari sakunya.
"Sekarang buka matamu sayang.....". Rafi pun memperlihatkan kalung itu kepada Niken.
"Wah bagus sekali mas kalungnya.....". Niken terpukau kalung tersebut.
"Ini spesial buat kamu sayang..... biar langsung aku pakaikan dilehermu sayang...".Rafi pun memasangkan kalung itu dileher Niken.
"Makasih ya mas.....".
Seketika itu Rafi ingin mendaratkan ciuman dikening Niken,namun Niken dengan tegas menolak.
"Jangan kita masih belum muhrim mas.... dosa mas....".
"Kenapa Ken ini adalah curahan kasih sayang aku sama kamu Ken.... Lagian disini nggak da orang yang melihat kita sayang..".
"Ya tapi nggak usah gitu-gituan mas kita belum halal mas... Allah maha melihat dia tahu setiap apa yang manusia perbuat".
"Halah sok suci kamu Ken.....".
Entah setan apa yang merasuki Rafi dengan begitu beringasnya Rafi memegang Niken & memandang tajam Niken dengan penuh nafsu. Rafi pun melayangkan ciuman demi ciuman kepada Niken namun Niken terus berontak melawan nafsu bejat Rafi.

Bersambung

Nantikan kisah selanjutnya
Selengkapnya...

Kujaga Cintamu part 1

Betapa bahagianya saatku mengukir janji dihadapan begitu banyak orang & Tuhan pun menjadi saksi ketika aku dan mas hanan ikrarkan cinta kami dalam satu ikatan suci. Sejak kami menjalin hubungan semasa kuliah dulu memang kami ingin sesegera mungkin membawa hubungan ini kejenjang yang lebih serius. Namun dari pihak keluarga yang tak ingin kami terlalu cepat mengambil keputusan maka kami pun menundanya hingga kuliah kami rampung.

Rasanya begitu bahagia hati ini, setelah beberapa bulan kami menikah kami pun memutuskan untuk tinggal dirumah mas hanan yang sengaja ia beli beberapa bulan yang lalu untuk kami tinggali & mengawali rumah tangga ini.

"Nduk kamu baik-baik ya nduk disana...... jangan lupa kamu mesti nurut sama suami, tanggung jawabmu sekarang adalah melayani suamimu sebaik mungkin, mengurus semua kebutuhan kalian sehari-hari...... jangan lupa kamu main-main kesini kalau ibu kangen sama kamu nduk.....". Ibuku memberikan sedikit wejangan kepadaku.
"Ya bu, Insyaallah Asri akan menjalankan amanah itu sebaik mungkin, Baiklah bu, kami pamit bu..... doakan kami bu......"
"Ibu akan selalu mendoakan yang terbaik buat kamu nduk..... Semoga Gusti Allah selalu memberikan lindungan & kelancaran rizki yang barokah untuk kalian".

Pagi itupun aku meninggalkan rumah orang tuaku bersama suamiku. Begitu panjang jalan yang kami lalui tanpa terasa sudah sampai ditujuan.
"Ma bangun ma,,,,,, kita sudah sampai nich......". Suamiku menepuk pundakku membuyarkan mimpiku.
"Kita sudah sampai ya mas, maaf mas aku ketiduran"
" nggak papa ma, mama pasti capek, mama istirahat aja didalam, rumah kita ini adalah istana buat kita & anak-anak kita nanti ma".Suamiku seraya mengajakku turun dari mobil untuk melihat rumah yang akan kami tinggali. Subhanallah rumah yang sangat indah sekali, sebelum kami masuk kedalam ada taman bunga menghiasi didepan rumah,sungguh betapa indah. Ketika kami masuk kedalam rumah,akupun takjub rumah ini benar-benar lebih dari cukup bahkan sangat terasa mewah sekali untuk kami tinggali.

"Mas rumah ini indah sekali mas,aku yakin pasti betah disini".
"Syukurlah kalau begitu,jadi kita bisa cepet-cepet punya anak.....".
"Ah mas hanan genit,,,,, yach semoga saja kita cepat dikarunia anak mas".
"Ya sudah mama mandi dulu gi.... setelah itu istirahat.....".

Rasanya sangat bahagia hari ini. Kami pun tinggal dirumah itu menjalani kehidupan sehari-hari.

5 Tahun Kemudian
Akupun sangat bahagia dengan keadaan rumah tanggaku saat ini. Kondisi rumah tangga kami sangat berkecukupan, kamipun telah dikarunia seorang anak laki-laki yang aku beri nama Wafi. Terdengar suara mesin mobil berhenti didepan rumah.
"Assalamualaikum".
"Walaikum salam.... tumben mas siang-siang gini mas hanan sudah pulang,,,?".
"Aku ada kejutan buat mama..... tapi mama jangan kaget ya......?".
"Memangnya apa mas kejutannya.....?".
"Sengaja aku pulang lebih awal karena aku ingin memberi tahukan sesuatu sama kamu.... aku naik jabatan ma..... kini aku jadi manager diperusahaan yang aku kelola itu".
"Alhamdulillah ,selamat ya mas...... kita wajib bersyukur mas atas prestasi mas saat ini......".
"Tentu itu ma, insyaallah aku akan menyantuni beberapa anak yatim dibeberapa panti asuhan ma...... Oh ya ma jagoan kecilku mana ma....?.
"Oh ya sebentar mama cariin dia mas...... sayang papa kamu sudah pulang tuch..... Papa ingin ketemu sama kamu nak......".
"Papa sudah pulang ya ma....?".
"Iya nak, sini papa ada sesuatu buat kamu, ini papa beliin kamu mainan pesawat remote control.... Kan jagoan papa cita-citanya jadi pilot nanti....".
"Hore....hore...makasih ya pa.... papa baik sekali"

Kebahagiaan kami benar-benar terasa lengkap saat ini. Sungguh betapa indah karunia-MU.


Bersambung.......

 

Nantikan kisah selanjutnya......

Sumber Gambar:Google

Lanjutkan
Selengkapnya...

Rabu, 02 Maret 2011

Jangan Sekali-kali Meninggalkan JAS MERAH...!!!


Kalimat itu yang saya dengar ketika saya menimba ilmu dibangku SMA, yang tepatnya jatuh dijurusan IPS kelas saya pada waktu itu. Diwaktu itu tepat bel berbunyi menandakan jam istirahat selesai,saya pun bergegas masuk kekelas saya bersama teman-teman yang sedang asyik nongkrong dikantin sekolah. Baru teringat saya kalau sebentar lagi adalah jam pelajaran Sejarah,salah satu pelajaran yang saya sukai, apalagi gurunya yang cara mengajarnya sangat lucu sangat menambah semangat saya mengikuti pelajaran ini.

Waktu itu Pak Adjie guru sejarah saya menerangkan tentang Presiden Soekarno dengan sahabat-sahabatnya yang sedang mempersiapkan kemerdekaan untuk negara ini dalam masa penjajahan jepang. Dengan disertai humor & gaya mengajarkan yang kocak benar-benar menghidupkan suasana kelas yang gerah disiang itu.

"Kalian jangan menganggap remeh atau sepele pelajaran ini..... boleh kalian tertawa tapi harus serius,,,,,, ingat 3S pesan saya kemarin..... Santai,Serius,Sukses.....okeee....".Pak Adjie menghentikan tawa diruang kelas siang itu.

"Kalian mesti ingat baik-baik bagaimana perjuangan Presiden Soekarno bersama sahabat-sahabatnya berjuang keras untuk memproklamasikan kemerdekaan untuk bangsa ini..!!! Sekarang kita merdeka coba kalian lihat kalimat bergaris tebal yang ada di LKS kalian...... Jangan Sekali-kali meninggalkan JAS MERAH....!!!".
Saya yang merasa belum mengerti arti kalimat tersebut langsung bertanya pada pak Adjie,"Maksudnya Meninggalkan JAS MERAH apa ya pak......?".

Dengan logat candanya pak Adjie menjawab,
"Oke maksudnya begini mas paijo.....". Teman-teman langsung tertawa ngakak mendapati aku dipanggil paijo.
"Kalimat itu sangat menegaskan kepada kita semua untuk jangan pernah meninggalkan sejarah,,,,, sejarah terbentuknya negara ini,dimana begitu banyak pengorbanan para pahlawan yang telah menumpahkan darah,meregang nyawa,begitu banyak ibu-ibu menjadi janda,anak-anak menjadi yatim piatu demi mewujudkan harapan untuk sebuah kemerdekaan bangsa ini... Lalu bagaimana sikap kita untuk menyikapi semua itu setelah kita merdeka saat ini...? Silahkan mas Paijo saya beri kamu kehormatan untuk menjawab pertanyaan saya ini".

Berfikir sejenak....."Kalau menurut saya disaat sekarang kita merdeka saat ini, ya tentunya kita mengisi kemerdekaan ini pak......".
"Mengisi dengan apa mas Paijo...? Pake air disumur....?". Sontak teman-temanku tertawa.
"Ah bapak bisa-bisa aja..... begini maksudnya pak,,,, saat ini kita kan sudah merdeka kita ya wajib mengisi berbagai kegiatan positif status kita kan masih pelajar ya belajar dengan baik untuk kelangsungan nanti, kita kan sebagai generasi penerus bangsa yang akan meneruskan masa depan bangsa ini".
"Oke 70 nilai buat jawabanmu mas paijo.... memang kita sebagai generasi penerus bangsa yang akan mewarisi masa depan bangsa ini sepatutnya seperti itu..... dan perlu kalian ingat baik-baik jangan meremehkan pelajaran sejarah, Bung karno mempertegas dalam pidatonya berpesan kepada kita semua jangan melupakan sejarah bangsa ini,,,, bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai sejarah bangsa itu sendiri dengan seperti itu kita selalu ingat & berkaca diri serta akan mengisi kemerdekaan ini dengan suatu tindakan yang berarti, seharusnya pelajaran ini bukan hanya anak IPS saja yang diajarkan anak IPA seharusnya diajarkan juga pelajaran ini supaya sama-sama mengenang sejarah bangsa ini & mampu menjalankan tindakan yang sangat berarti berkaca sejarah di negri ini".

Begitulah pengalaman saya waktu SMA yang sangat terkenang sampai saat ini, bukan gurunya yang kocak saja yang saya ingat namun juga arti dari kalimat "JANGAN SEKALI-KALI MENINGGALKAN JAS MERAH". Barang kali sobat blogger punya pengalaman yang nggak kalah seru bisa share bareng disini.

Sumber gambar: Google
Selengkapnya...

Alon-alon Poko'e Kelakon.

Wah kali ini saya mau rilex aja sobat blogger setelah dua hari kemarin merampungkan cerbung pertama saya. Alhamdulillah rasanya selalu dimudahkan,sebagai beginner blogger tentu butuh banyak sekali saya belajar dari para sobat blogger yang sudah malang melintang didunia bloggger jauh sebelumnya.

Begitu banyak ide rasanya yang ingin saya torehkan namun rasanya itu tidaklah mungkin,kemarin saya mantengin komputer saya dari jam 4 sore rehat sebentar sholat maghrib lanjut terus sampai jam 9 untuk merampungkan sebagian fiksi saya yang terbengkalai. Saya rasa-rasain ternyata lelah juga tenaga & fikiran ini sampai-sampai pagi kadang bangunnya kesiangan. Jadi keinget pesen Romoku tempo dulu, "Kamu Kalau ingin mendapatkan tujuan harus bisa bekerja keras namun jangan sampai kamu melalaikan kewajiban & keseimbangan tenaga & fikiranmu ojo terlalu ngoyo le.... Alon-alon wae sing penting kelakon" . Kalimat itu yang teringat jika saya sudah terlalu fokus dalam suatu pekerjaan, kalau saya kaji lagi dari kalimat tersebut banyak yang makna yang terkandung didalamnya memang dalam suatu pekerjaan dibutuhkan konsentrasi yang bagus untuk fokus terhadap apa yang sedang kita kerjakan namun disisi lain kita juga jangan terburu-buru atau grusa-grusu sehingga melalaikan & mengakibatkan hal buruk terhadap diri kita sendiri.

Alon-alon dalam bahasa indonesianya pelan-pelan, poko'e kelakon artinya yang penting bisa terlaksana, ini yang perlu digaris bawahi sobat blogger dengan kata-kata diatas jangan sampai kita salah tafsir, ada seseorang yang tidak begitu fokus terhadap pekerjaannya & menganggap santai pekerjaan tersebut alhasil pekerjaannya tidak seberapa bagus, yang dimaksud alon-alon pokoe kelakon disini bagaimana caranya kita fokus terhadap pekerjaan namun juga tidak melalaikan kewajiban penting yang lain. Ada yang fokus banget sama pekerjaannya lupa kewajibannya terhadap sholat,lupa waktu untuk untuk istirahat & makan untuk sejenak merebahkan diri melepaskan semua penat yang membebani diri,wah ini yang lebih memprihatinkan lupa memberikan pengajaran & pendidikan serta kasih sayang terhadap anak.

Tidak jarang obsesi & keinginan seseorang akan sebuah pencapaian sebuah tujuan mereka lakukan dengan sangat ceroboh & tidak hati-hati sehingga berakibat sangat fatal terhadap dirinya sendiri, dizaman serba teknologi seperti saat ini apa yang tidak bisa kita lakukan...? Rasanya semua sudah ada & tersedia tinggal kita memanfaatkannya sebaik mungkin, namun tetap kita harus waspadai & koreksi terhadap diri sendiri.

Wah jadi blakrakan teko endi-endi,hihihihi dalam dunia blogger saya memang beginner semuanya itu butuh tahap proses. Sabar kuncinya,Telaten jalannya, tekun menjalaninya. Yang penting semangat berkarya terus membara jadi modal utama dalam berkarya. Alon-alon Poko'e Kelakon

Salam Persohiblogan...........!!!!!!!!!!!!!
Selengkapnya...

Selasa, 01 Maret 2011

Dibalik Sebuah Topeng Berwajah Dewa part 2

Tak henti-hentinya Bang Ali merenungkan semua kejadian yang menimpanya, usaha toko elektronya yang bertahun-tahun menjadi mata pencahariannya & mampu mencukupi kebutuhan hidup anak & istrinya istri sudah hancur tak tersisa, tak hanya itu bang Ali juga sangat terpukul atas peristiwa tersebut yang sudah merenggut nyawa kedua pegawainya. Sampai saat ini pihak berwajib masih belum bisa mengungkapnya.

"Duch Gusti mengapa engkau berikan hambamu cobaan seberat ini...... Hamba benar-benar tak berdaya sekarang .... apa yang harus aku perbuat....?, Aku sudah tak punya apa-apa lagi........". Bang Ali mengeluhkan kesedihan hatinya sendiri tepat diteras rumah.
"Aku turut berduka cita mas atas kejadian yang menimpa sampean mas.....".
Ahmad berkata kepada Bang Ali,membuyarkan kepiluan hati bang Ali.
"Sudah lama kamu disini mad...? Tumben kamu kesini...? masih ingat sama kakakmu ini.....".
"Sampean ko gitu mas sama aku.... aku kesini ingin sillaturahmi sekaligus mau bantu samean mas untuk keluar dari masalah ini, kalau memang kehadiranku ini membuatmu merasa terganggu sebaiknya aku pamit wae mas.....". Ahmad yang sedikit merasa terabaikan mengambil langkah untuk pergi.
"Tunggu, memangnya kamu ingin ngomong apa mad.....?". Bang Ali menahan langkah Ahmad,membuka perbincangan kembali.
"Begini mas,aku ingin samean itu bangkit mas, tidak hanya berpaku tangan seperti ini,,,,,,,".
"Memangnya apa yang bisa kuperbuat lagi mad.....? aku sudah tak punya apa-apa lagi.....".Bang Ali menyela pembicaraan ahmad yang belum rampung.
"Ya mbok didengerin dulu tho mas aku bicara..... Aku kan belum selesai ngomong mas..... Begini mas aku punya teman seorang yang kaya mas.... mas bisa aku bantu untuk dapetin uang pinjaman dari temenku itu......" Aku tahu mas pasti butuh uang buat modal untuk usaha lagi....".
"Apa bisaku percaya omongan kamu itu mad.....? memangnya mudah dapetin modal untuk usahaku yang butuh modal banyak.....?".
"Mas kan masih punya rumah ini yang bisa samean buat jaminan untuk meminjam modal sama temanku itu mas..... kalau cuma 500 juta aku yakin pasti bisa temanku ngasih pinjaman buat sampean....".
"Wah gimana mad.... rumah ini adalah hasil kerja kerasku dengan istriku, biar nanti aku fikirkan dulu sama istriku mad.....".
"Baiklah kalau begitu mas, aku harap mas cepat kasih aku kabar secepatnya jika memang mas ingin pinjaman uang itu...".
"Baiklah... nanti secepatnya aku kabari kalau memang kurasa perlu uang pinjaman itu....".
"Kalau begitu aku pamit dulu mas..... aku masih ada acara sama temanku.

Usai pembicaraan itu bang Ali masuk kedalam rumahya. Diruang tamu tak habis-habisnya bang Ali memikirkan tawaran dari Ahmad,ada perang batin yang bang Ali rasakan,rumahnya yang merupakaqn hasil jerih payahnya bertahun-tahun haruskah ia buat jaminan untuk pinjaman modal atau tetap monoton diam begitu saja meratapi nasib & tragedi yang malang itu.

"Ayah melamun lagi.....?". Istri bang Ali membuyarkan konflik batin yang bang Ali rasakan.
"Astagfirullah hal adzim........", Bang Ali menghela nafas panjang.
"Memangnya ayah mikirin apa lagi...? sudahlah ayah tidak perlu memikirkan peristiwa itu lagi......".
"Iya ma,ayah sudah mengikhlaskan kejadian itu..... yang ayah sedang fikirkan saat ini adalah tawaran dari Ahmad pada ayah tadi.....".
"Memangnya Ahmad tadi kesini yah...? kenapa tidak ayah suruh masuk...? memangya dia nawarin apa sama ayah...?".
"Iya ayah ajak dia ngobrol diteras ma, begini ma, dia punya teman yang bisa kasih ayah modal, pakai jaminan sertifikat rumah ini..... sebenarnya ayah memang butuh uang buat modal usaha lagi..... tapi ayah berat banget rasanya, rumah ini kan hasil jerih payah kita ma,,,,,".
"Memangnya ayah butuh berapa banyak uangnya...? sampai-sampai sertifikat rumah buat jaminan.....??????".
"Ayah ingin memulai lagi usaha toko elektro mungkin ayah butuh uang sekitar 500 juta untuk modal awal usaha itu ma.....".
"Kenapa Ayah berfikir sejauh itu tidakkah kita mulai lagi usah kita mulai dari nol lagi..... ingat yah jangan terlalu ambisi, usaha itu kan pasang surut, apa kita sanggup membayar yang pinjaman yang begitu besar jumlahnya?.
"Mau bagaimana lagi ma,,,, kita sudah tidak punya apa-apa lagi cuma batu loncatan ayah agar kondisi ekonomi rumah tangga kita pulih kembali,,,, ayah merasa berdosa ma terus-terusan melalaikan kewajiban menafkahi mama& anak-anak".
"Kalau memang tekad ayah sudah bulat, silahkan ayah ambil keputusan itu mama akan selalu mendukung apa yang terbaik buat kita yah....." .

Keesokan harinya Bang Ali langsung menghubungi Ahmad, diapun datang dan langsung mengajak bang Ali bertemu dengan temannya.

"Selamat pagi boss....". Ahmad membuka pembicaraan dengan Rifai,temannya yang bisa memberi pinjaman modal.
"Kamu mad...? Ngapain lagi kamu kesini Mad....?".
"Begini..... aku kesini karena ingin mengantarkan saudaraku yang kini lagi butuh modal buat usaha...... nggak banyak kok boss cuma 500 juta.....".
"Apa ...? uang segitu kamu bilang nggak banyak...? emang dia punya jaminan apa...?".
"Ini jaminannya boss sertifikat rumah yang nilainya hampir 1 milyar...... gimana....? bisa bosss...?"
"Oke aku terima..... Tapi ingat ya mad.... 10% bunganya & harus bayar tepat waktu kalau sampai telat-telat atau nggak sanggup lunasin rumah itu jadi milikku......".
"Beres bos samean ndak usah khawatir.... kakakku ini orang yang bisa dipercaya boss.....".
"Ini hitung sendiri uangnya,,,,,". Rifai menyerahkan koper hitam kepada Ahmad.
"Saya percaya sama sampean kok boss jadi nggak perlu......".
Ahmad menerima koper itu seraya bergegas pergi bersama bang Ali. Naas bagi mereka tiba-tiba ditengah perjalanan melewati jalanan yang sepi,mereka dihadang kawanan perampok yang bertopeng dengan membawa pistol.

"Hei.....!!!! Berhenti kalian atau kutembak kepala kalian......!!!!!!!". kawanan perampok itu mengancam & menodongkan pistol kewajah bang Ali. Mereka yang ketakutan berhenti dipinggir jalan.
"Jangan sakiti kami pak,,,,,,". Bang Ali berkata kepada salah satu perampok itu.
"Kami tidak akan menyakiti kalian..... asal kalian serahkan koper yang berisi uang itu kepada kami....!!!!.
"Jangan pak kami sedang membutuhkan uang ini......". Bang Ali menimpali perampok itu.
"Oh rupanya kamu bener-bener bosen hidup ya......!!!!!!. Kawanan perampok itu langsung menghardik bang Ali & Ahmad. Merekapun tak berdaya melawan kawanan perampok itu. Kawanan perampok berhasil menggasak koper bang Ali & langsung meninggalkan mereka dalam kondisi yang menyedihkan.


BERSAMBUNG

Lanjutkan
Selengkapnya...